Guru Ganteng Itu Jodohku

Guru Ganteng Itu Jodohku
Misi pembatalan pernikahan


__ADS_3

"Kenapa? Theo kan anak baik, bertanggung jawab, sopan, dan lembut, papa yakin dia bisa jagain kamu. "Jelas papanya.


Lembut darimananya? Papanya tidak tau saja, kalau putrinya itu selalu menjadi korban pelajaran olahraga yang selalu disuruh membereskan alat perlengkapan olahraga.


" gak mau paaaa! "Merengek Rani.


" Rani tuh pengen rayain pesta ulang tahun Rani ke 17 sama papa dan mama. Bukan malah disuruh nikah. "Ucap Rani dengan kesal.


"Papa dan mama tetap rayain ulang tahun kamu kok, tapi nikah aja dulu gak papa sambil sekolah nunggu kamu lulus sekolah. " jelas papanya.


"Pa... " Ucap Rani dengan muka sedih.


"Keputusan mama dan papa sudah tidak bisa diubah! Ini semua demi kebaikan kamu, Ran, tolong ngertilah. "Jelas papanya.


" kebaikan apa nya! Ini nama nya pemaksaan pa.. "ucap Rani.


Rani menarik napas panjang lalu pergi ke kamarnya. Tanpa berpamitan, lalu pergi meninggalkan papanya.


Rani baru saja ingin berbaring di kasur nya tetapi sang mama mengetok pintunya.


" Ran, sayang cepat ganti baju, Theo nungguin kamu di bawah nih"kata mamanya.

__ADS_1


"Capek, ma, lagian ngapain tuh orang datang? " tanya Rani.


Mamanya langsung membuka pintunya lalu menghampiri Rani yang sedang berbaring di kasur dengan wajah murung. Mamanya lalu mengusap kepala Rani dengan lembut.


"Theo itu calon suami mu"Jelas mamanya.


" Rani, gak suka sama Theo, ma... Dia tuh jahat! "Ucap Rani dengan kesal sembari mengingat apa yang dilakukan Theo selama ini padanya.


"Masa?, padahal dulu kamu suka banget loh sama dia sampe minta jodohin sama Theo, tiap Theo datang kamu selalu heboh. " jelas mamanya.


"Tapi itu masa lalu,ma... Rani pun tidak ingat dengan masa lalu Rani siapa Theo? " Ucap Rani.


Mamanya dengan muka kesal mencentil kening Rani" ini lah akibat kebanyakan baca novel pasti ngomong yang gak bener! " ucap mama nya. Mamanya langsung berdiri. "Cepat siap-siap, Theo dah nungguin di bawah, percaya sama


Mama, kamu pasti akan suka sama pilihan mama dan papa" jelas mamanya.


Selesai ganti baju


Rani bergegas menuruni anak tangga. Mengenakan celana jeans berwarna biru dan kaus berwarna putih, dia menuju ke ruang tamu, disitu ia melihat Theo dan mamanya tertawa.


"Ma.. " panggil Rani.

__ADS_1


"Eh, itu Rani dah datang kalau gitu Mama pergi lihat papamu dulu ya, kalian ngobrol aja dulu. " Ucap mamanya.


Setelah mamanya pergi. Rani segera menghampiri Theo dengan wajah tidak senang. Belum sempat duduk di kursi, tiba tiba Theo memerintah nya. "Ganti baju! " perintahnya.


Dengan kesal di mengambil bantal sofa dan melemparnya ke sofa. Apa sih nih orang asing satu ini, perasaan Rani sudah ganti baju deh ke baju luaran. Mengapa di suruh ganti lagi.


"Ganti baju, Rani" tegur Theo.


"Ngakk! " jawab Rani dengan santai.


"Ini rumah saya bapak bukan guru lagi yang harus saya turutin. "Ucap Rani.


"Bunda mau ketemu kamu, yakin mau pake celana? Tanya Theo.


"Bodo amat" Ucap Rani sambil menjulurkan lidahnya. Theo pun berdiri dan pergi ke arah Rani. Tiba tiba pergelangan tangannya di pegangnya.


"Ganti baju, Ran. Saya gak mau dikira pedofil yang jalan sama anak-anak. " ucap Theo.


Rani menarik tangan nya hingga pegangan Theo lepas. "Saya remaja, pak bukan anak-anak lagi. Lagian selain pedofil bapak pun cocok jadi om-om."


Mata Theo pun melotot. Rani ini, benar-benar berbicara tanpa berpikir.

__ADS_1


__ADS_2