
Mereka akan segera menikah, tetapi Rani belum mendapatkan alasan untuk kabur.
Semalam orang tua Rani telah membereskan barang-barang mereka untuk dibawa pergi ke Luar negri. Mereka meminta Rani untuk membersihkan kamarnya dan mulai membereskan barang-barangnya untuk dipindahkan ke rumah Theo.
Selain kehilangan orang tuanya, diajuga kehilangan Kamar kesayangannya dan rumah yang memiliki kenangan dan juga Rani kehilangan masa mudanya juga.
"Ran!"
Terdengar suara orang memanggil Rani serta menepuk bahunya membuat Rani kaget. Rani hampir saja keselek bakso, Rani menoleh dengan muka kesal, ternyata Naura menepuk bahu Rani dengan tertawa.
"Kalian mau bikin gw keselek mati?"Tanya Rani.
" sorry, Ran, habisnya loh dipanggil gak nyaut nyaut"jawab Naura.
Lina dan Putri duduk di hadapan Rani. Rani mendorong baksonya ke tengah meja, nafsu makannya telah hilang.
"loh kenapa, Ran?biasanya kan kau gak suka melamun. " Tanya Putri.
"Kepikiran orang saja" jawab Rani.
"Wih kepikiran sapa tuh? " Tanya Lina.
"gak ada" jawab Rani.
"btw, tadi kan pelajaran seni, tadi tuh Bu Buya tuh bawa Pak Theo buat mainin gitar loh, Bu Buya nyanyi sedangkan Pak Theo Main gitar. sumpah Pak Theo yang jelek itu ternyata jago gitar loh. Sayang banget loh bolos pas pelajaran Seni. " Ucap Naura.
__ADS_1
"Ganteng banget sih Pak Theo, pas main gitar" Ucap Putri.
Rani dengan muka jijik. Apakah hanya Rani siswi di sekolah ini yang memandang Theo dengan cara berbeda?Benar sih di luar Pak Theo terlihat tampang tapi di sekolah dia seperti anak culun tapi kenapa mereka bilang dia ganteng? Apa dia tidak menyamar jadi culun lagi? Ah, kenapa isi kepala Rani malah memuji-muji laki-laki itu. Percuma ganteng tapi sifatnya buruk.
"Ran, Pak Theo ganteng, kan? " Tanya Lina dengan nada menggoda.
"Ngak! Masih gantengan Jimin. " Jawab Rani.
"Halu aja terus" Ucap Naura. Naura selalu emosi jika Rani terus membanding-banding kan laki-laki korea dengan laki-laki Indonesia.
"Eh, tapi sama aja Nau, mau Jimin sama Pak Theo pun sama sama halu. Ya kali, Pak Theo mau nikah sama kita."Ucap Putri.
Rani menatap ketiga sahabatnya. Andai mereka tau kalau Rani tidak sedang halu karena Pak Theo akan menjadi suaminya.
Namun, Rani tidak ingin mengatakannya.karena dia dan Theo sudah sepakat untuk tidak merahasiakan hubungan kami.
Saat jam istirahat suasana Kantin begitu ramai. Setelah selesai berbincang. Rani, Putri, Naura dan Lina segera ke kelas. Beberapa siswa duduk sejajar di depan pintu kelas, ketawa ketiwi tidak jelas. Ada yang bergerombol di Taman, ada juga yang bermain basket di lapangan.
" Eh, kita ke lapangan yuk. lihat pak Theo main basket. "Ajak Naura seraya menarik tangan Rani.
" eh, eh, eh gak mau! "Tolak Rani. Namun, Naura tidak peduli.
Beberapa siswi bersorak kepada Pak Theo.Naura, Putri, dan Lina ikut bergabung di pinggir lapangan, sedangkan Rani memilih duduk di kursi menatap dari kejauhan. Bukannya nonton basket, tetapi Rani malah bermain handphone.
Di saat Rani sedang asik bermain hp. Tiba tiba suara sorakan gadis-gadis itu semakin menggema. Karena penasaran, Rani mengangkat kepalanya dan terkejut karena melihat Pak Theo sudah berdiri di hadapannya. Rani panik, dia melihat keadaan sekitar lalu memperingatkan Theo dengan melotot.
__ADS_1
Mau apa sih nih Pak Theo menghampiri Rani? Mau nunjukin kalau Rani Istrinya? Batin Rani.
" bisa geser sedikit gak? "tanya Theo dengan menyeka keringatnya di kening nya dengan lengan.
"bapak, banyak yang liat kita" Bisik Rani.
"saya mau ambil tas saya, Ran, tas saya ada di sebelah kamu, saya haus nih. "Ucap Theo.
Rani segera menggeser untuk menjauhi tasnya Theo, dia bergeser sangat jauh sampai ke ujung. Kemudian dia kembali memainkan ponselnya untuk mengalihkan rasa malunya karena apa yang sudah dia katakan barusan.
Untung saja, bel tanda masuk berbunyi menyelamatkan Rani. Dia beranjak pergi setelah memanggil Putri, Lina dan Naura.
" eh, Ran tunggu!"Putri, Lina dan Naura berlari untuk sejajarkan langkahnya dengan Rani.
Rani masuk kelas dan segera duduk ke bangkunya. Tak lama kemudian beberapa siswa dan siswi masuk dan duduk ke tempatnya.
"Eh, Ran gimana persiapan ulang tahunmu? "tanya Naura.
Rani lupa mengatakan bahwa hari ulang tahunnya yang ke 17 tidak mengundang siapapun.
"persiapannya belum selesai? mau kita bantuin gak? " Tanya Naura.
Rani menggeleng-gelengkan kepala nya yang membuat Lina, Naura dan Putri bingung.
"sorry, Teman-teman kali ini mama dan papa gw mau acara ulang tahunnya hanya untuk keluarga doang. "jelas Rani.
__ADS_1
" sebenarnya gw juga pengen rayain nya bareng teman teman tapi kalian tau kan sumber dana gw sumber dari orang tua gw. "Jelas Rani.
" ngomong-ngomong gw punya ide biar loh bisa rayain ulang tahun mu yang ke 17."