Guru Ganteng Itu Jodohku

Guru Ganteng Itu Jodohku
Masalah #2


__ADS_3

"hehe, gw malas mau ganti baju" jawab Rani dengan ekspresi santai.


"Ohh" Ucap Naura dan Lina dengan curiga.


Naura dan Lina pun masuk ke dalam kamar Rani dan duduk.


"gw ganti baju dulu ya. " Ucap Rani.


"Ya, jangan lama-lama ya, nanti makanan nya dingin. " Jawab Naura.


"okey, gak bakal lama kok, kalian makan aja dulu" Ucap Rani.


"ok" Jawab Lina dan Naura.


Rani pun pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Naura dan Lina pun duduk dan makan seraya menunggu Rani. Selesai Rani berganti pakaian Rani pun duduk di tempat Naura dan Lina berada. Mereka pun berbincang-bincang tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Waktu telah menuju waktu 4 sore.


"Ran, kami mau pulang dulu ya" Ucap Lina.


"Eh, iya ya ternyata dah jam 16.00 nih gak kerasa ya waktu berjalan begitu cepat. " Jawab Rani. "Yok kuantar kalian sampai ke depan gerbang".Ucap Rani.


" Makasih"Ucap Naura dan Lina.

__ADS_1


Rani pun mengantar Naura dan Lina ke depan gerbang. Di saat Naura dan Lina telah pergi, tibalah mobil lain yang datang. Ternyata itu ibu dan ayah Rani.


"Tadi teman-teman mu datang ya? " Tanya mamanya.


"iya ma" Jawab Rani.


Tiba tiba Rani teringat Theo, Rani pun dengan terburu buru pergi ke kamarnya.


"eh, Ran--? " Ucap ibunya dengan kebingungan.


"Bentar ma, aku lupa sesuatu" Jawab Rani dengan tergesa gesa.


"Maaf, pak saya lupa sama bapak. " Ucap Rani dengan muka tergesa gesa.


"oh ya? Kenapa kau bisa melupakan saya? Pasti kau keseruan ngobrol sampai lupa saya yang sudah kepanasan dan penuh keringat ini. " Tanya Theo dengan kesal.


"maaf pak... " Jawab Rani.


Theo menarik nafas yang panjang, lalu membuang nya secara perlahan. Theo memberikan kotak makan itu yang isinya sudah tidak hangat lagi. Lalu tangannya berpindah ke leher dan memijit tengkuknya.


"Ran, di garasi ada motor Theo, dimana orang nya? " teriak Mama nya Rani dari lantai bawah.

__ADS_1


Rani pun panik, dia hendak menyeret Theo ke lemarinya lagi. Sampai akhirnya, Theo menoyor kepala calon istrinya.


"Kamu mau saya sembunyi lagi? " Tanya Theo. "yang dibawah itu mama kamu sekaligus bakal jadi mama mertua saya.kenapa saya harus sembunyi? " Tanya Theo.


Rani memukul keningnya. Saking paniknya dia sampai lupa bahwa itu ibunya. Theo pun keluar melewati tubuh Rani begitu saja. Rani mengencur bibirnya seraya menyiapkan mental untuk terkena omelan orang tuanya. Rani menngikuti Theo dari belakang. Theo yang masih menggunakan pakaian olahraga sekolah langsung menyapa Mama dan papanya Rani dengan senyum manis yang sejak tadi tidak Rani lihat.


Memang dasarnya Theo pemilih. Bahkan, untuk tersenyum juga.


"Theo, udah lama disini, nak? " Tanya mamanya Rani.


"Sudah,sejak Rani pulang sekolah tadi, Tante. "Jawab Theo.


Papa dan mama Rani menatap Rani dengan wajah penuh pertanyaan.


"em, itu, ma,tadi karena Naura dan Lina tiba tiba datang kesini, Rani nyuruh Pak Theo sembunyi. "jelas Rani tanpa memberitahu lokasi tempat persembunyian Theo.


" kamu suruh dia sembunyi dimana? "Tanya Mamanya Rani.


"Di--"


"Di kamar sebelah, tante, saya sampai ketiduran menunggu Rani datang. " Jawab Theo.

__ADS_1


__ADS_2