Guru Ganteng Itu Jodohku

Guru Ganteng Itu Jodohku
Ketahuan


__ADS_3

***


Di pagi hari terdengar bunyi alarm yang mengaung-ngaung yang membuat tidur Rani terganggu. Dia membuka mata, lalu sejenak melihat langit-langit kamar berwarna biru langit. Seraya mengumpulkan nyawa yang masih berserakan. Dia hendak meraih ponselnya untuk mematikan alarmnya. Namun, Seketika mata nya melebar saat melihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Naura dan Putri.


{Ran, loh dimana? Kami di depan gerbang loh nih. Udah di klakson-klakson gk ada yang keluar. }


{Ran, loh dimana? }


{Rani! }


{Gila, gw bakal lumutan di depan rumah lo. }


Sial ngapain sih mereka datang kerumah gw pagi-pagi. Alasan apa yang harus Rani kasik ke mereka? Lagi-lagi Rani harus jadi tukang bohong lagi.


Ponsel Rani kembali berdering dan yang menelpon Rani adalah Naura yang terpapar di layar ponsel Rani. Rani menarik nafas panjang sebelum mengangkat telpon dari Rani seraya menempelkan ponsel ke telinga Rani.


"Rani!!! " Teriak Naura dari ponsel hingga membuat Rani refleks menjauhkan ponsel dari telinganya. "Lo kemana aja sih?! "

__ADS_1


"Gw baru bangun tidur" Jawab Rani dengan jujur.


"Buset, loh tadi tidur? Cepetan buka gerbang rumah loh kita dah nunggu lama nih! " Keluh Naura.


"eh, eh, eh"Rani menggaruk kepala nya. "Gw gk dirumah, guys. Gue lagi di puncak"Ucap Rani.


" puncak? Ngapain? "


Bunyi handle pintu yang ditekan membuat Rani menoleh. Dia mendapati Theo yang mengenakan kaus putih polos dengan handuk menutupi kakinya. Rani refleks mengangkat telunjuk nya lalu menempelkannya pada depan bibirnya untuk mencegah Theo untuk tidak berbicara.


" Oh"Ucap Naura dan Putri, membuat Rani lega karena kebohongannya membuat mereka percaya. Theo kembali masuk ke kamar mandi setelah memilih baju di lemarinya. Untung saja Theo mengerti apa yang dimaksud Rani.


"terus, habis dari puncak loh pulang kemana? Kenapa didepan rumah lo dikasik tulisan gede kalau rumah loh mau dijual? "Ucap Putri.


Hah? Dijual? Perasaan kemarin Rani tidak melihat ada tulisan dijual di depan rumahnya?


" Iya, ma, bentar! "Teriak Rani.

__ADS_1


" Eh bentar ya guys, gw di panggil mama gw.Ntar lanjut lagi ya, bye. "Ucap Rani seraya mengakhiri panggilan, lalu melempar ponselnya ke sofa. Bagaimana ini? Besok Rani harus bagaimana saat Naura dan Putri bertanya lagi? Rani menjambak rambut panjangnya dengan frustasi dan kebingungan.


" kenapa? "tanya Theo.


Rani terkejut saat tiba-tiba Theo sudah berdiri di belakangnya.


" Teman-teman saya sudah di depan rumah saya dan bertanya kenapa rumah saya dijual? "


"teman-teman kamu yang buat saya masuk ke lemari kemarin? "


Gadis itu menggangguk.


"Terserah kamu mau jawab apa tentang rumah. Satu hal lagi, jangan pernah sekalipun kamu bawa teman-teman kamu ke sini. " Ucap Theo.


"Ini rumah saya. Jadi saya berhak membuat aturan dan kamu harus mematuhi aturan yang saya buat. " Ucap Theo.


Kalimat itu mengakhiri perdebatan panjang Theo. Dan Rani tidak boleh membawa teman-temannya ke rumah Theo. Ya, Rani tahu jika dia disini cuma menumpang. Tapi Rani kan sudah menjadi istri Theo. Lihat saja cincin emas yang ada di jari manis Rani. Tapi, disisi hatinya membenarkan untuk melarang Teman-temannya datang ke rumah Theo karena Jika mereka datang maka akan ketahuan jika Theo dan Rani memiliki hubungan khusus.

__ADS_1


__ADS_2