
Theo memang tinggal sendirian. Katanya, nanti setiap pagi akan ada ART yang datang kecuali di Weekend, untuk bersih-bersih dan memasak sarapan karena siang dan malam Theo selalu makan diluar atau memasak sendiri. Perut Rani berbunyi. Rani ingin membuat mie instan dengan 2 butir telur, ditambah Sawi dan sosis membayangkannya saja sudah membuat air liur Rani menetes. Dia segera mencari keberadaan mie instan di dapur.
Rani membuka kabinet bawah, tapi yang ada hanya perkakas seperti wajan, panci, dll. Dia celingak-celinguk mencari pijakan untuk membuka kabinet atas. Dia melihat ke kursi dapur. Rani segera menyeret kursi tersebut dan naik ke atasnya.
setelah mengobrak-abrik kabinet atas, Rani tidak menemukan mie instan. Apa Theo adalah orang yang anti mie instan? Tapi ada iya? Ada manusia yang tidak suka mie instan sejuta umat ini? Ah, bisa saja stok mie instannya habis karena belum sempat belanja jadi tidak ada mie instan. Rani berusaha berpikir positif.
Dia pun turun dari kursi dan mengembalikan kursinya ke tempat semulanya. Kemudian pergi ke arah kulkas. Dia penasaran ada apa saja di dalam kulkas itu? Siapa tahu ada makanan-makanan yang bisa mengisi perut Rani.Saat Rani hendak membuka pintu kulkas, tiba-tiba ada sebuah tangan terulur untuk menutup kembali pintu kulkas.
"mau ngapain? "
__ADS_1
Refleks Rani langsung berbalik, lalu meneguh ludah saat dada bidang Theo tepat berada di hadapan Rani. Dengan terbata, Rani menjawab"cari makanan, pak. Saya lapar. "
"kamu tau ini jam berapa? batas manusia makan berat adalah jam delapan. Supaya manusia--"
"Supaya saya gak mati, saya harus makan, pak" Ucap Rani. "kalau bapak gak ijinin saya buka kulkas , mending saya delivery aja. untung nya masih ada restoran yang buka dua puluh empat jam yang mau anterin makanan." Ucap Rani.
Rani menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan sedikit kasar. Dia mengambil ponsel, lalu membuka aplikasi ojek online untuk memesan makanan. Namun, Pandangannya teralihkan oleh Theo yang masuk ke kamar seraya membawa sebuah kue dengan lilin yang menyala.
Bibir Rani terbuka, Rani terbengong melihat Theo yang membawakan kue dengan lilin menyala, tidak ada satupun kalimat yang bisa meluncur dari mulut Rani. Theo tidak mengucapkan apa-apa, wajahnya pun datar. Seharusnya Theo bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuk Rani. Tapi dia hanya meletakkan kue begitu saja di atas meja dengan wajah datar.
__ADS_1
"tiup lilinnya, terus kamu hanya boleh makan kue nya sepotong karena ini sudah malam"Ucap Theo.
" Bapak, ini gak ada romantis-romantisnya, ya. Nyanyi, kek atau kasik ucapan, kek. Saya sudah jadi istri bapak loh"Keluh Rani.
"Saya gak bisa nyanyi. "
Theo berlalu dari hadapan Rani, kemudian merebahkan diri nya lagi ke ranjang. Rani merasa kesal, tetapi akhirnya dia menyalakan kamera ponsel untuk mengabadikan kue pemberian Theo. Dia menghela napas panjang, kemudian mengunggah foto kuenya ke instastory dengan caption
[28 Januari 2023,Sweet Sevenshit! ]
__ADS_1