Guru Ganteng Itu Jodohku

Guru Ganteng Itu Jodohku
Rencana membeli cincin pernikahan


__ADS_3

Biasa nya mall adalah tempat favorit Rani. Dia biasanya menghabiskan waktu di mall hingga malam hanya untuk nonton, belanja,jalan-jalan dan makan. Tetapi entah mengapa, sekarang Rani merasa tidak betah di mall lama-lama karena dia pergi bersama pak Theo. Om-om menyebalkan yang sok ganteng ini berhasil membuat Rani mengganti bajunya.


Dengan licik, Theo memberitahu ibu Rani untuk memberikan Rani pembelajaran tentang tata krama bertemu calon mertua. Rani merasa bahwa orang tuanya terus-terusan membela Pak Theo. Akhirnya pilihan outfit Rani jatuh pada gaun yang berada di bawah lutut berwarna putih. Lalu tas berwarna hitam. Rambut panjang berponi dikuncir satu.


"Mau kemana sih pak? "Tanya Rani.


Mentang mentang guru olahraga cara jalannya begitu cepat seperti sedang lomba lari. Sungguh menyebalkan.


Gadis itu sejak tadi berbicara, tetapi Theo tetap dia, Gadis itu merasa seperti sedang berbicara dengan patung, tidak ada respon. Masih mending berbicara dengan binatang dari pada Theo yang seperti patung dan batu yang tidak dapat berbicara.


Mereka pergi ke toko perhiasan. Theo sejenak berhenti di depan pintu toko perhiasan, merapihkan bajunya, kemudian melihat Rani yang tertinggal di belakang. Rani berjalan mendekat. Kalau sudah berhenti gini baru ingat?.


" ayok, masuk"ajak Theo. "Mama dah nunggu di dalam"lanjutnya.


Tanpa memedulikan Theo yang sok ramah, Rani langsung masuk ke dalam, tak lupa untuk balas dendam Rani menyenggol lengan Theo dengan sengaja. Rani melihat ke sana kemari mencari keberadaan calon mama mertuanya yang bahkan baru sekali dia temui.


" tuh, bunda di sana"Ucap Theo.


Rani kaget saat Theo tiba tiba saja berdiri di belakangnya.


Theo pun langsung berjalan mendahului Rani, menghampiri ibunya yang sedang duduk disofa seraya memainkan hp. Theo menyapa sang ibu dengan sopan, tak lupa dengan senyum manis terukir di wajahnya. Baru kali ini Rani melihat Theo tersenyum seperti itu. Tetapi di sekolah dia seperti hantu yang menyeramkan.


"Rani.anak bunda cantik banget sih. "

__ADS_1


Satu kelemahan Rani, dia tidak bisa terlihat biasa saja ketika dirinya dipuji cantik. Pasti dia akan salah tingkah, tersenyum malu-malu, menyelipkan rambut ke belakang telinganya. Dia suka dipuji cantik karena artinya orang mengakui kecantikannya.


"Perasaan biasa aja, ma"ucap Theo.


Papa Theo reflek menepuk bahu Theo.


" beneran biasa aja? "Tanya papa Theo dengan nada menggoda.


Mendengar pertanyaan yang ditanya kan oleh mamanya Theo membuat Rani penasaran. Dia menatap Theo seraya tersenyum kepadanya. Pasti Theo akan memujinya. Mana ada lelaki yang bilang.


" biasa aja"


Fix! Hanya Theo yang bilang Rani biasa aja. Sepertinya, kacamatanya tidak berguna.


***


"Ini bagus gak, Ran? " tanya mamanya Theo seraya menunjuk cincin berlian.


"Norak,Bun"jawab Rani dengan cepat.


" Norak, ya, yaudah kalian pilih deh yang mana"ucap mama Theo.


Rani berusaha mencari cincin yang terbaik. Ada banyak pilihan dari cincin biasa, sederhana, dan mewah. Jujur saja, Rani agak bingung harus memilih yang mana. Akhirnya setelah satu jam dia mengamati, pilihannya adalah cincin emas dengan berlian kecil di tengah. Dia meminta pegawai toko untuk mengambilnya.

__ADS_1


"Beneran kamu mau pilih ini? " tanya mamanya Theo dengan pasti.


"Iya, Bun. Yang biasa aja agar tidak keliatan mencolok karena Rani masih sekolah. "Jawab Rani dengan bijak.


" oh, iya, yaudah yok kita ukur dulu jari kamu. "Ucap Mamanya Theo.


Selama proses pemilihan Cincin, Theo hanya duduk diam disofa dan bermain handphone nya seolah sudah benar benar setuju dengan penikahan Rani.


Awas saja, Rani pasti dapat mengagalkan rencana pernikahannya.


***


"Pak, saya mau bicara"ucap Rani.


Setelah acara memilih cincin selesai.


Mama Theo mengajak Theo dan Rani untuk makan. Lalu saat sibuk memilih menu, tiba tiba mama Theo mendapatkan urusan mendadak dari suaminya. Jadi Rani ditinggalkan dengan Theo di restorant.


"Berapa kali saya bilang jangan panggil saya bapak jika ini bukan di sekolah."jawab Theo.


"Wajar saya panggil bapak, kan bapak guru saya"jawab Rani.


Tiba-tiba gadis itu mempunyai ide gila. Dia duduk dengan tegak dan melihat sekitar.

__ADS_1


" omm, saya mau ngomong. "Ucap Rani dengan nada manja. Sehingga beberapa pengunjung terfokus padanya.


__ADS_2