Guru Ganteng Itu Jodohku

Guru Ganteng Itu Jodohku
Rencana ulang tahun#2


__ADS_3

"Oh, maaf ya sayang, papa lupa bilang kalau Supir kita tadi malam udah resign, jadi tadi pagi pas antar kamu dia langsung pulang kampung nya."


What The Heck! Rani sampai melongo mendegar perkataan papanya. Jadi, Sia sia Rani menunggu supirnya selama dua jam. Rani semakin melongo saat papa nya menyuruh nya naik angkotan umum.


Rani harus naik angkutan umum yang bau keringat itu? Iiiihh! Baru membayangkan saja membuat Rani mual.


Akhirnya Rani memutuskan untuk memesan taksi daring saja. Tidak apa-apa agak mahal karena jarak sekolah ke rumah Rani agak jauh. Namun paling tidak Rani tidak naik angkutan umum tersebut.


Dua jam kemudian. Waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. Rani sampai di rumahnya. Dia segera membayar taksi, kemudian turun dan masuk ke rumah. Tapi, ketika ingin masuk ke rumah Rani melihat ada mobil asing yang terparkir di halaman membuat Rani terbingung-bingung. Siapa yang datang ke rumah di sore sore gini?


"Ma...."


"Itu Rani !"


Ucapan Rani terhenti ketika sang mama menunjuk ke arahnya yang sedang berdiri di depan pintu. Ada laki-laki dan perempuan paruh baya yang langsung bangkit dari sofa ketika melihat Rani.


"Ya ampun , Citra. Ini Rani yang dulu yang sering berkeliaran pas di mall?" Wanita gaun pink itu bertanya. "Rani ingat sama Bibi gak? "Tanya wanita gaun pink tersebut.


Gila dah, mana mungkin Rani ingat itu kan sudah dua belas tahun yang lalu. Demi menjaga kesantunannya, Rani tetap tersenyum dan mengangguk-angguk.


Citra->Mama Rani menghampiri Rani dan menuntut nya untuk duduk di sebelahnya. Rasanya canggung sekali karena dia sama sekali tidak ingat dengan orang-orang itu. Kadang mereka membahas masa laluku, kemudian tertawa terbahak-bahak. Dan topik utama dalam pembahasan itu adalah Rani yang suka berkeliaran bersama Theo, dan setiap kali bertemu Theo, Rani akan selalu menempel pada Theo.


Masalahnya, siapa Theo? Rani merasa tidak mempunyai teman masa kecil bernama Theo?


Obrolan mereka sangat seru tetapi bagi Rani tidak lah begitu. Rani berusaha untuk kabur ke kamar nya. Tetapi tangannya di gengam erat sama mamanya. Rani berpikir keras, kenapa mamanya menggengam tangan Rani begitu erat.


" Tunggu sebentar lagi"bisik Mamanya.


"Ada apa, ma? " Jawab Rani dengan berbisik.


"Ada yang papa mau sampaikan, kamu diam aja. " jawab mamanya dengan berbisik.


Rani melihat laki-laki paruh baya itu duduk tegap. Rani berdebar menunggu apa yang ingin disampaikan oleh papanya.


Papanya menarik napas panjang. "Ran, ada yang ingin papa sampaikan, "ucap papanya.


Rani menatap papanya dengan muka serius. " ada apa, pa? "


"Seminggu lagi, papa harus pergi ke Jepang sama mama. "

__ADS_1


Senyum Rani seketika hilang. Seminggu lagi adalah ulang tahunnya. Mengapa orang tua nya harus pergi? Atau ini cuma lelucon?.


"Ran ikut, ya, pa. Kita rayain ulang tahunnya Ran disana. "Jawab Rani.


Papanya mengangguk" tidak ada pesta ulang tahun, Ran. Tapi, diganti dengan pernikahan kamu dengan Theo. "Jawab papanya dengan serius.


" pernikahan? Pa, bercandanya gak lucu. Rani gak bakal tertipu kali ini. "Ucap Rani dengan percaya diri. " yaudah papa kapan balik ke indo? Rayain ulang tahun Rani pas papa sama mama udah balik aja. "Ucap Rani dengan percaya diri.


"Papa sama mama gak akan balik lagi, Ran. Makanya papa sama mama berencana buat nikahkan kamu dengan Theo supaya kamu gak sendirian di sini. "Jelas Citra(mama Rani).


" Rani baru mau tujuh belas tahun, pa, ma, ya kali nikah. "ucap Rani dengan agak ragu. "Lagian Rani berani kok sendirian disini, kan ada bibi. " Ucap Rani.


"Bibi udah papa pulangkan" jawab papanya.


Menikahkan Rani dengan teman masa kecil ku yang sudah kulupakan hanya karena mereka pergi ke luar negri?


"Pa... " Ucap Rani dengan sedih.


"Keputusan mama dan papa sudah bulat. Lagipula, papa dan mama gak menikahkan kamu dengan sembarang laki-laki. Dia anak bibi Vera, sahabat mama sama papa. "ucap papanya.


"Tapikan pa, Rani ngak kenal. " Protes Rani.


"Bahkan, kamu ketemu dia setiap hari. "Ucap Sandra.


Rani pun mulai berpikir keras. Sampai akhirnya terdengar suara mobil yang berhenti di halaman. Sandra langsung beranjak pergi ke halaman, tak lama kemudian laki-laki itu kembali bersama dengan laki laki yang sangat Rani kenali.


" ini Theo, anak saya"Ucap Sandra.


"Pak, bapak bisa kan menolak pernikahan ini? Ucap Rani dengan ekspresi sedih.


Rani seraya dengan posisi duduk melipat kedua tangannya di dada. Tak disangka ternyata Orang yang bernama Theo itu adalah guru olahraga nya yang dia benci yang seminggu lagi akan menjadi suaminya.


Sebelumnya, Rani tak menyangka jika sosok yang menyebalkan itu adalah laki laki yang penurut. Dia bahkan setuju saat orang tua nya menjelaskan tentang perjodohan kami kemarin.


Rani memohon-mohon pada Theo untuk membatalkan pernikahan mereka. Jika bukan karena untuk membatalkan penikahan, Rani tidak akan sudi memohon pada guru menyebalkan ini.


" Tolong pak, batalkan pernikahannya, Rani baru umur 17 tahun! Pacaran saja belum dan sekarang saya harus menjadi istri bapak gitu?"


"Kamu bisa pelanin suara mu sedikit gak? Ini masih jam pelajaran! "Ucap pak Theo sambil membawa dua bola volly di tangan kanan dan kirinya. " lebih baik kamu kembali ke kelas sana, karena saya harus mengajar. "Ucap Theo seraya terburu buru pergi.

__ADS_1


Rani terdiam saat ditinggalkan sendirian di gudang tempat penyimpanan alat alat olahraga. Dia memperhatikan keadaan sekitar, ada lemari besar entah isi nya apa Rani hanya menatapi lemari besar itu. Tidak ada angin, tidak ada badai tiba tiba jendela di gudang tertutup sendiri. Tak membuang waktu, Rani pun segera pergi dari situ. Selain membenci guru olahraga tersebut, Rani juga benci hantu.


      Hari ini, dia sudah apes lagi.


Rani berjalan dengan lesu ke arah kelas, dia harap guru mata pelajaran agama sudah pergi. Kepala Rani rasa nya mau pecah karena memikirkan cara membatalkan penikahannya. Kemarin, saat guru olahraga itu datang ke rumahnya dengan nama Theo, untuk sesaat Rani tidak mengenali gurunya sendiri karena penampilannya sangat berbeda.


Tak hanya penampilannya yang berbeda, mengenakan celana jeans warna hitam dengan kemeja warna putih lengan panjang, wajahnya pun ganteng. Di sekolah wajahnya begitu jelek. Rani bertanya-tanya apa Guru olahraganya itu menyamar menjadi jelek?.


"Darimana saja kamu, Rani? "tanya guru BK.


Seketika Rani berhenti di depan pintu kelasnya saat melihat Guru BK sudah duduk di kelasnya. Dia sempat melirik teman-teman di kelasnya. Rani bertanya-tanya untuk apa Guru BK ini disini? Kan hari ini gak ada pelajarannya. Akhirnya Rani pun menjawab guru BK itu.


" Dari toilet, bu"Jawab Rani dengan Santai.


Karena selama tiga tahun menjadi siswa SMA yang dia pelajari adalah untuk tidak terlihat panik di depan guru saat ditanya darimana.


Sejenak guru BK menatap raut muka Rani.


"Baik,silakan masuk"Ucap guru BK.


Rani pun mengangguk dengan sopan.


Kemudian masuk dan duduk di sebelah Naura. Ternyata, Guru BK itu hanya masuk untuk memberikan tugas PPKN yang dititip oleh guru PPKN.


" lo, darimana aja? "Bisik Naura.


" habis dari toilet lah"jawab Rani.


Tidak mungkin dia mengatakan sedang menemui Theo calon suaminya.


Pulang sekolah.


"Pa, papa ngapain sih ke jepang, emang ada kerjaan apa? Sampai tega nyuruh Ran tinggal bareng Theo. "Tanya Rani dengan Raut wajah sedih.


Masalahnya, agak aneh saja alasan papa dan mamanya Rani.mereka menikahkan Rani dengan Theo secara tiba-tiba.


"Kalian sudah dijodohkan sejak kecil" Jawab papanya dengan santai.


"Ya, momennya pas karena kamu harus menyelesaikan sekolahmu yang kurang sebentar lagi akan selesai. Sedangkan papa dan mama gak akan tega ninggalin kamu sendirian. "Jelas Papanya.

__ADS_1


" tapi mengapa harus Pak Theo? "Tanya Rani dengan nada kesal.


__ADS_2