Guru Ganteng Itu Jodohku

Guru Ganteng Itu Jodohku
Kehidupan baru #2


__ADS_3

***


Suasana bandara di sore hari begitu ramai. Seusai acara ijab kabul tadi, setelah semua tamu pulang. Rani merengek untuk meminta mengantar orang tuanya pada Theo. Untung saja, Theo tidak pernah membantah.


"udah sampai sini saja" Ucap mamanya Rani. Dia melepaskan pegangan pada koper, kemudian memeluk Rani. "mama berangkat dulu ya, Ran. " Ucap mamanya Rani.


Tubuh Rani mematung, dadanya serasa sesak dan air mata tak lagi terbendung. Dia terisak di pelukan sang mama. Pelukan hangat yang sejak kecil dia jadikan tumpuan. Selama ini, Rani terbiasa ditinggal orang tuanya ke luar kota ataupun luar negri. Namun dia merasa baik-baik saja karena tau jadwal mereka kembali.Tapi sekarang? Orang tuanya saja tidak tau kapan mereka berada di luar negri dan akhirnya mereka nekat menikahkan Rani dengan Pak Theo.


Mama Rani kemudian melepaskan pelukannya dari Rani, lalu bergantilah Papa Rani.Papa Rani mengusap kepala sang putri dengan lembut. "Papa berangkat dulu, ya, Ran, kamu baik baik ya sama Theo. "Kata Papanya Rani.


Rani merengek memeluk Papanya. " Papa sehat sehat ya sama mama juga sehat sehat ya... Nanti kalau disana gk ada yang masakin papa beli aja ya. Jangan maksa makan makanan yang mami masak. "ucap Rani untuk mencairkan suasana. Dia tersedu sedu seraya menghapus air matanya.


" enak aja, nanti Mami disana bakal belajar masak kok. Liat saja nanti mama bakal pamerin ke Rani kalau mami sudah bisa masak steak, telur, dll. "Ucap Mama Rani.

__ADS_1


" Rani bakal nunggu, mama, kalau sudah bisa masak kasik liat Rani ya"Ucap Rani seraya melepas pelukannya sang papa.


"Papa sama Mama titip Rani, ya, nak Theo"


Rani menghembuskan napas panjang. Entah kenapa perkataan mamanya ke Theo itu menggelitik di telinga Rani. Memangnya Rani ini barang? Yang bisa dititip-titip. Dasar mama nih!


"Iya, ma. Theo bakal jagain Rani, kalian jangan khawatir" Jawab Theo.


"ajak Rani balik dulu, Theo. Mama sama Papa masih harus ketemu orang buat boarding. "


***


Mobil yang Theo kendarai berhenti di depan rumah yang besar dengan warna tembok berwarna putih. Pria itu melepaskan seat beltnya, lalu turun dan menghampiri orang yang sedang mengangkut kotak dari sebuah truk barang. Rani pun ikut turun seraya kebingungan karena yang berada di bak belakang truk adalah barang-barangnya.

__ADS_1


Rani pun bertanya-tanya. Sejak kapan mereka membereskan semua itu dari rumah Rani?


"kamar kamu masih ditata. Kamu istirahat aja dulu di kamar saya. "Ucap Theo ketika mereka sudah masuk ke rumah.


Rani menatap keadaan rumah Theo. Ruang tamu dengan sofa berwarna abu-abu, dindingnya berwarna putih. Ada beberapa figura yang terpampang. Rani duduk di sofa seraya menatap orang-orang yang menata barang.


" Kamar bapak yang mana? "tanya Rani seraya memangku bantal sofa.


" itu"jawab Theo seraya menunjuk ke kamar berpintu putih. "kayaknya, besok kamu baru bisa tempati kamar mu. "Ucap Theo.


" terus nanti bapak tidur dimana? "tanya Rani.


" Ya, tidur di kamar saya lah"Jawab Theo.

__ADS_1


Rani pun terkejut"bapak sudah janji sama papa saya untuk tidak menyentuh saya kan? bapakkan tau saya masih sekolah?"Tanya Rani.


__ADS_2