
Untung saja, posisi garasi berada di samping rumahnya yang tak begitu terlihat dari pagar. Jadi, Theo sekali gas langsung memasukan motornya ke garasi. Rani membuka pagar seraya tersenyum tak lupa ditambah sedikit ekspresi terkejut.
"eh gw baru aja mau nelpon lo"Kata Lina seraya menurunkan ponsel dari telinganya.
" gw tadi nungguin delivery di depan eh, lohnya yang datang. "
"iya tadi kami gabut bingung mau kemana. Jadi kesini deh"
"loh gak berniat nyuruh kami masuk kah?.
Rani menoleh ke belakang. Untung saja Theo menuruti perkataan Rani. Karena motornya tidak terlihat lagi dan pintu garasi nya telah tertutup jadi Rani membiarkan teman-temannya masuk.
Semoga saja Theo mendapatkan tempat persembunyiannya.
" gw masuk ke kamar loh, ya"Ucap Lina.
"eh, tunggu tunggu" cegah Rani yang sudah berdiri di anak tangga. Dia tidak memperbolehkan Naura dan Lina masuk sebelum ia memastikan apa Theo ada disana atau tidak. Karena tangga garasi langsung terhubung dengan tangga lantai atas.
"loh, kenapa, Ran? " Tanya Lina"loh nyembunyiin sesuatu? "Lanjutnya.
__ADS_1
" ngaco loh! "Jawab Rani. " pembantu gw lagi gak ada disini jadi gw mau beresin kamar gw"Jelas Rani. "jadi sebelum kalian masuk kamarku , tolong ambil dulu di kulkas, terus delivery makanan. Gue kelaparan nih, ntar kalau dah siap kalian nyusul ke atas gw mau ganti baju dulu." Ucap Rani.
Naura dan Lina hanya bisa mengganguk-angguk. Rani menatap Naura dan Lina yang menurut. Setelah itu Rani segera berlari ke atas kamarnya karena tertabrak Theo yang hendak keluar dari kamarnya.
"bapak ngapain di kamar saya? "tanya Rani.
"mana saya tau kalau ini kamar mu, saya asal masuk. " Jawab Theo.
Bukannya keluar Rani malah mendorong Theo masuk ke kamarnya. Beberapa barang nya sudah di bereskan dan dipindahkan ke rumah Theo.
"Naura sama Lina di bawah" Jelas Rani dengan panik. "bapak bisakan keluar lagi lewat jalan tadi? "tanya Rani.
" teman teman saya pak"jawab Rani.
"kenapa emang nya kalau teman teman kamu tau saya disini?" Tanya Theo.
"Bapak mau kalau berita tentang kita tersebar luas bahwa bapak ada di rumah saya dan masuk ke kamar saya?" Tanya Rani.
"Ya--" Jawab Theo.
__ADS_1
ucapan Theo terpotong ketika terdengar suara pintu yang diketuk. Reflek Rani pergi kepintu dan mengunci pintunya.
"Ran, loh ngapain sih ganti baju pintunya dikunci segala? "
Rani dan Theo saling memandang dengan dada yang berdebar kencang.
Rani segera melihat-lihat sekeliling. Mencari cara agar Theo tidak ketahuan ada di kamarnya. Rani memutuskan untuk menyembunyikan Theo di lemari.Setelah menyembunyikan Theo di dalam lemari Rani pun segera membukakan pintu.
"Loh lama banget sih bukanya? "tanya Lina sambil membawa 2 minuman bersoda dan Naura membawa 1 minuman bersoda dan 2 kotak pizza.
Entah sejak kapan kurir pizza mengantar makanan secepat itu atau mungkin Rani tidak menyadari waktu berjalan begitu cepat karena sibuk berdebat dengan Theo. Sialnya Rani belum mengganti pakaiannya.
" cepat banget kurirnya nganterin makanan? "tanya Rani.
" Kami angetin pake microwave rumahmu"Jawab Naura.
Pantes saja mereka datang begitu cepat.
"loh kok gak ganti baju?Kok masih pake seragam? terus loh gak ganti baju kenapa lama banget bukain pintunya? " tanya Lina.
__ADS_1