
Rani menjulurkan lidahnya saat ekspresi Theo berubah. Seolah-olah menantang Theo, "hayo mau di panggil bapak atau om? "tanya Rani.
" mulutmu, ya"Jawab Theo.
"bleeh, salah sendiri daritadi saya ngomong bapak gak jawab." Ucap Rani.
Theo menarik napas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan.
"ada apa? " tanya Theo.
"Pak, saya masih mau sekolah, pak, tolong batalin pernikahan ini, pak, saya gak mau nikah sama bapak. Tapi kenapa bapak setuju setuju aja. Kan repot jadinya, apa jangan-jangan bapak suka sama saya lagi?jelas Rani dengan panjang lebar.
" jangan ngaco kamu ! Dari rambut sampai badan dan kaki mu kamu bukan tipe saya! "jawab Theo
Jawaban dari Theo membuat Rani bengong. Dia reflek melihat penampilannya sendiri. Dari yang Rani ketahui tidak ada satu lelaki pun yang mengatakan bahwa Rani bukan tipenya.Dia cantik, mungil, imut, berkulit putih, rambut yang indah. Kalau disamakan dengan artis, mungkindia yang lebih cantik.
" jadi bapak gak suka saya? , kenapa bapak mau nikah sama saya? "tanya Rani.
" udah selesaikan? Yok pulang"ucap Theo. Dia berdiri kemudian pergi meninggalkan Rani sendirian. Terlihat sekali bahwa Theo sedang menghindari pertanyaan dari Rani.
__ADS_1
Sesampainya di tempat parkir, Rani segera naik mobil warna hitam milik Theo. Setelah Rani memasang seatbelt, Theo mengunci pintu dan segera menginjak pedal gas.
"sejak kapan bapak tahu kalau kita dijodohkan sejak kecil? " tanya Rani.
Suasana di mobil benar benar membosankan. Hening tidak ada radio ataupun musik yang keluar dari audio.
"sejak lama"Jawab Theo.
Ha? Sejak lama? Apa Rani tidak salah dengar?.
" jadi, bapak sudah tau sejak lama? Tapi perlakuan bapak ke saya kok kek gitu?" Ucap Rani dengan ekspresi marah.
"Kayak gitu gimana? " Tanya Theo.
" sudah berapa kali bapak memukul saya pakai buku? "Tanya Rani.
"karena kamu malas olahraga" jawab Theo.
"bapak juga selalu kasik saya nilai jelek" Ucap Rani.
__ADS_1
"karena kamu selalu bolos tiap kali praktek Olahraga" jawab Theo.
"saya gak suka olahraga" Jawab Rani.
"lari lapangan 1 putaran saja perut saya sudah sakit. " Ucap Rani.
"semua ada tekniknya, Rani" ucap Theo.
Karena asik bertengkar, tanpa terasa mereka sudah sampai di halaman rumah Rani. Theo mematikan mesin mobil, lalu membuka seatbelt. Lelaki itu duduk miring menghadap Rani.
"Apa? "tanya Rani dengan nada kesal.
"kenapa kamu tidak mau nikah sama saya" Tanya Theo.
"Karena saya tidak mau menikah. Kenapa bapak mau dijodohkan sama saya?Saya kan masih sekolah, dan saya murid bapak. " tanya Rani.
"Suatu saat kamu akan tahu kenapa saya mau menerima perjodohan kamu dengan saya. Dan jika kamu sudah tahu saya jamin kamu pasti berterima kasih dengan saya" jawab Theo.
Kalimat:Suatu saat kamu akan tahu kenapa saya mau menerima perjodohan kamu dengan saya. Dan jika kamu sudah tahu saya jamin kamu pasti berterima kasih dengan saya.
__ADS_1
Kalimat yang dikatakan Theo beberapa hari yang lalu masih terus terngiang-ngiang di kepala Rani. Sumpah demi apa, Rani sangat penasaran apa maksud dari perkataan Theo. Rani sempat berpikir jika orang tuanya menjual dirinya.
Rani memukul kepalanya sendiri karena kesal. Rani berpikir mana mungkin orang tuanya tega menjual dirinya. Tidak, tidak ini pasti karena masalah lain. Tapi apa alasannya?