
•
•
•
•
•
Bila di uji dengan kesakitan, kita cari penawar,
Bila di uji dengan kesusahan kita usaha,
Bila di uji dengan pengkhianatan, kita berhati-hati,
Bila di uji dengan kehilangan, kita hargai masa
Di dalam kamar aisyah meminta makan siang di luar. mereka pun pergi lestoran tempat biasa mereka.
Di dalam lestoran Aisyah pun duduk di bangku kosong dan sambil menunggu pesanan makanannya
sampai aisyah pun menyuruh khaliq keluar membeli makanan di luar lestoran khaliq pun mengikuti perintah aisyah.
akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang. Aisyah pun menyantap makannya dengan nikmat setelah menyantap makanan beberapa suap aisyah meminta izin menelpon Sahabatnya di Indonesia karena sudah lama aisyah tidak bersilaturahmi .
“Assalamualaikum Gia”Ucap aisyah seraya melambaikan tangannya kepada Gia di dalam telepon.
“Waalaikumussalam!!Aku kangen banget sama kamu aisyah”Ucap Gia di dalam telepon.
“Sama aku juga kangen”Ucap Aisyah
“Cepet pulang dong ga kangen gitu”Ucap canda Gia
“Hehe jadi ga sabar ingin cepet cepet pulang”Ucap Aisyah
“Kamu lagi di mana ”Tanya aisyah
“Lagi di kantin kampus nih”
“Ciee Mahasiswa”Ucap aisyah
“Haha bisa ajah”
“Ya udah sudah dulu yah Syah Mau masuk nih”Ucap Gia
“Iyah Nanti kabari lagi yah”Ucap aisyah
“Jangan lupa oleh oleh,,Assalamualaikum”
“Waalaikumussalam Iyh ga akan”
tak lama telepon itu pun di tutup oleh Gia,,Gia pun segera masuk kedalam Ruangan belajarnya namun langkahnya terhenti ketika seorang lelaki menarik tangan Gia dengan kuat.
“Lepasin ka”Ucap Gia seraya menepis tangan lelaki itu
“Sok jual mahal lo”Ucap lelaki itu
“Maaf ka saja buru buru”ucap gia seraya melangkahkan kakinya namun lagi lagi tangan Gia di cekal Lelaki itu
“Jangan pernah sentuh saya”Bentak Gia pada lelaki itu namun semua teman teman lelaki itu malah mengetawakan
“Cantik cantik ko judes”Ucap teman lelaki itu seraya memegang dagu Gia
“Saya bilang jangan pernah sentuh saya!!”Ucap tegas aisyah
“Ok ok ”Ucap lelaki itu seraya melepaskan Genggamannya.
setelah melepaskan genggamannya Gia langsung berlari meninggalkan para lelaki itu. setelah di bentak Gia Lelaki itu malah semakin penasaran dengan Gia.
__ADS_1
Setelah jam selesai Gia langsung keluar kampus dengan seorang diri karena cika sedang di luar kota dan Aisyah sedang di Mesir membuat Gia kesepian.
Gia pun berjalan menelusuri Trotoar jalan namun langkahnya terhenti bahkan Gia ingin langsung membalikan tubuhnya namun apa lelaki itu memegang tangan Gia dan mencium pipi Gia
Plak
tamparan mendarat di pipi kanan salah satu lelaki itu. membuat amarah lelaki itu memuncak dan menarik paksa kerudung panjang Gia membuat gia kaget dan mengambil kembali kerudung Panjang Gia di tangan salah satu lelaki itu bahkan kerudung Gia di oper oper pada temannya membuat Gia malu bahkan air matanya pun keluar tanpa Gia sadari.
“Ahh Apa yang kalian lakukan”Ucap isak Gia setelah hijabnya di tarik lelaki itu.
“Maafkan Gia ayah Gia gagal menjadi Anak berbakti!!Kini Gia gagal”Monolog hati Gia
“Wow Cantik juga nih Cwe”Ucap lelaki itu seraya mendekati Gia yang penuh dengan air mata
“jangan mendekat!!Jangan pernah sentuh saya”Ucap Gia terisak dengan tangisan
“Jangan sentuh lo!! ini hal yang di sayangkan Cantik!"Ucap lelaki itu mendekati Gia Namun Gia memundurkan langkahnya.
“Jangan pernah sentuh saya!!”Suara isak Gia dengan penuh air mata
“Mengapa sayang!!”Ucap lelaki itu seraya menarik baju Gia dengan paksa membuat baju lengan Gia sobek.
“Apa yang kalian inginkan dari saya!!Saya hanya wanita Biasa yang tidak memiliki harta banyak!!Bahkan saya tidak memiliki tubuh yang bagus dan tidak memiliki wajah yang cantik”Ucap Gia dengan penuh air mata.
“Kamu terlalu cantik sayang!!”Ucap tiga lelaki itu
Gia pun semakin ketakutan Dia pun berusaha bangkit dan berlari dari hadapan lelaki itu lelaki itu pun mengejar Gia,,Dengan cepat Gia mengambil Ponselnya Di dalam Saku jas Fakultasnya Tah siapa yang ia akan telepon bahkan Gia asal pencet nomernya.
Akhirnya sambungan telepon itu pun tersbung.Membuat Gia semakin getar karena Lelaki itu mengejar Gia dengan cepat.
“Assalamualaikum”Ucap seseorang di dalam telepon namun Gia tidak menjawab salamnya karena ia merasa ketakutan.
“Tolong saya!!Tolong saya takut!!”Ucap Gia dengan tangisan
“Kenapa”Ucapnya
“Ahh kembalikan Handphone saya!!”Ucap Gia dengan tangisan yang menjadi jadi
Telepon Itu pun masih tersambung membuat seseorang yang tadi di telepon Gia pun mendengarkan pembicaraan mereka. Dia pun langsung melacak keberadaan Gia dengan Nomer nya tadi.
“Jangan sentuh saya!!”Ucap Gia ketika lelaki itu mulai mendekati Gia.
sementara mereka semakin dekat dengan gia.Salah satu lelaki itu pun menarik tubuh Gia dengan kasar dan mendorong tubuh gia ke tembok besar. karena mereka sedang berada di jalanan sepi dan jarang ada yang melewati jalan ini karena sering ada kejadian kejadian aneh. Gia pun menangis tubuhnya mulai bergetar ketika lelaki itu mulai mendekati tubuh Gia.
“Ya allah Tolonglah hamba mu ini ya allah!!Aku tidak ingin memberikan kehormatan ku pada mereka yang berusaha merendahkan ku!!Aku hanya ingin menyerahkannya kepada suamiku kelak ya allah ”monolog hati Gia
lelaki itu pun mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik Gia namun Gia sudah menamparnya sehingga wajahnya menjauhi Gia
Plak
“sudah ku bilang jangan pernah menyentuhku!!”Ucap tegas Gia dengan Tubuh lemas
“Beraninya kau menamparku”Bentak lelaki itu Seraya memegangi pipinya
“Karena lelaki Brengsek seperti kalian Berhak mendapatkan tamparanku”Ucap isak Gia
“Apa kau bilang brengsek”Ucap salah lelaki itu dengan kedua mata memerah dengan tatapan marah terhadap Gia
Plakk
Tamparan keras mendarat di Pipi mulus Gia. Gia pun hanya bisa menahan Sakit di pipinya bahkan darah segar keluar di pelipis bibir mungil.
Gia semakin tersiksa dengan perlakuan lelaki itu Bahkan Gia berusaha Menolak Dan memberontak sentuhan dari para lelaki bejad itu dan menerima prikuensinya dengan tamparan dan pukulan yang menghantamnya
*
Sementara di sisilain seseorang sedang mencari keberadaan Gia karena ia sedang membutuhkan bantuannya .
pikiranya pun mulai khawatir dengan dan kacau mengingat jeritan Gia di telepon genggamnya tadi Dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
__ADS_1
*
“Jangan sentuh aku”Teriak Gia dengan keras ketika mereka hendak memegang kehormatan Gia.
salah sari lelaki itu pun berusaha mencium bibir mungil Gia namun Gia berusaha menolaknya lelaki itu pun merangkul tubuh Gia meskipun Gia merontak minta di lepaskan.
“Jangan lakukan ini pada saya”Ucap Gia dengan air mata yang semakin deras membasahi wajahnya
“Ya allah aku yakin ini bukan akhir dari hidup ku!!Aki yakin Bahkan kau akan menolongku!!Aku yakin karena jika kau sudah berkehendak tidak akan pernah ada yang menolaknya”
Gia pun hanya bisa pasrah karena tubuhnya mulai melemas dengan pukulan yang di berikan para lelaki tadi bahkan luka memar di wajah Gia mulai terlihat,, Gia Tidak bisa melakukan apa apa karena Salah satu lelaki ini mulai mencicipi Bibir mungil Gia. Gia hanya bisa menangis dan merasa dirinya hancur.
Brukkk
tendangan keras mendarat di tubuh lelaki yang akan menyentuh lebih dalam tubuh mungil Gia,,Bahkan Gia pun kaget jika yang menolongnya Ilham.
Tiga lelaki itu pun mulai mendekati Ilham dan menghantam Ilham namun ilham mampu menghindari pukulan mereka
Ilham pun dengan nafsu memukuli tiga lelaki itu dengan tangan nya sendiri. Bahkan sampai para lelaki itu merasa lemas dan pergi meninggalkan Ilham dan Gia
“Sayang kita akan bertemu lagi”Ucap salah satu lelaki itu kepada Gia yang duduk dengan Air mata membanjiri Wajahnya.
lelaki itu pun pergi sementara Ilham langsung mendekati gia yang terlanjur lemas dengan kondisi baju sobek bahkan sekarang Gia terlihat Berantakan Rambut Panjang Hitamnya berantakan
Bahkan Ilham melihat Gia dengan penuh simpati Dulu Gia terlihat Cantik dengan menjaga setiap auratnya bahkan dihadapannya Kini Gia Berantakan wajah yang di penuhi luka lebam di sekujur wajah cantiknya.
“Terimakasih telah menolongku!!Jika kau tidak datang aku tidak tau masa depan ku kelak!!Bahkan sekarang Aku telah kotor dengan sentuhan kotor di tubuhnya”Ucap Gia dengan tangisan yang terus mengalir di wajahnya.
“Allah lah yang menyelamatkan mu!!Karena allah mendengar doa doa mu”Ucap ilham bahkan ilham pun ingin memeluk tubuh mungil Gia namun apa daya mereka sangat berjaga jarak.
“Maaf kan aku telah datang terlambat untuk menolongmu”Ucap Ilham dengan menatap haru Gia
“Aku benar benar Kotor!!”Ucap Gia terisak tangis
“Aku benar bener kotor!!”Ucap Gia dengan tangisan yang menjadi jadi.
“Tenanglah Gia Insyallah Aku akan membawamu ke rumah ku untuk semalam ini sampai pagi nanti”Ucap Ilham seraya mendekati dan menenangkan Gia.
“Jangan mendekati ku!!Aku sudah tidak sesuci dulu!!”Ucap Gia
Gia pun menangis sekeras mungkin Dengan memeluk lututnya.Gia membayangkan jika kehormatannya di ambil secara paksa oleh para lelaki tadi.
Ntah kenapa mendengar omongan Gia tadi membuat ilham Sakit di hatinya. Apakah ilham memiliki rasa?
Gia pum hanya bisa menangis dalam terkepuruka nya.Gia pun merasakan pusing di kepalanya karena mendapatkan pukulan keras si kepalanya bahkan pengehilatan Gia pun semakin tidak jelas. Gia pun tidak bisa menopang tubuhnya Gia pun tak sadarkan diri.
“Gia..”Ucap Ilham melihat Gia pingsan
Tak berpikir panjang Ilham pun langsung membopong Tubuh Gia kedalam mobilnya yang tak jauh dari tempat pingsan Gia.
Ilham pun berusaha tenang dalam menjalankan mobilnya,,Melihat kondisi Gia yang semakin mengKhawatirkan Wajah pucat luka lebam di sekujur wajahnya bahkan terdapat darah segar mengalir di sekitar luka lebamnya.
•
•
•
•
•
•
Bersambung
***“Aku Akan selalu menjaga perhiasanku hanya untuk seseorang yang berhak dan halal bagiku kelak.”
“Aku selalu menjaganya untuk mu yang selalu memperjuangkan Namaku di setiap Do'a mu”***
__ADS_1