Habib ku Suamiku

Habib ku Suamiku
Bertemu denganya


__ADS_3

***Inilah aku yang mungkin terlihat kuat


Inilah aku yang bisa rapuh dalam hitungan detik


Aku tidal bisa menjaga hatiku dengan baik


Aku sering diam jika marah


Aku memilih tertidur saat kecewa


Aku sering menangis saat masalah tidal bisa di ungkapkan


Aku sering bungkan saat menginginkan sesuatu namun itu tidak mungkin


Aku malu dengan diriku


Aku malu saat dunia Sudan mengajariku banyak hal


Dan aku malu tidak bisa berubah menjadi lebih baik


{Hati yang menangis}***


Waktu pagi pun dengan cepat datang menghampiri pasangan yang surah terikat dengan ikatan suci.


Aisyah Sudah menyiapkan makanan pagi bersama gia namun Aisyah melihat wajah gia yang masih kurang semangat.


"Hai KO ha semangat gitu sih”ucap Aisyah seraya menepuk pundak gia


“Hehe gpp KO syah”Ucap gia seraya memegang tangan Aisyah di pundaknya


“Ku ka khaliq belum Turin? ”Tanya gia seraya memotong bawang merah


“Lagi siap siap kayanya”Ucap Aisyah santai


“Terus kenapa kamu ga ke agas bantuin ka khaliq”ucap gia


“Emang gpp”ucap Aisyah


“, Kamu kenapa sin syah yah gpp lah”Ucap gia seraya tersenyum lebar


“Maaf yah aku tinggal dulu”Ucap Aisyah


Aisyah pun berjalan menaiki Anak tangga Aisyah pun masuk kedalam kamar terlihat khaliq sedang memakai kemejanya.


“Mas... ”Ucap Aisyah


“Lho kenapa katanya Mau bantuin gia masak”Ucap khaliq seraya mengancingkan kemejanya lengannya.


“Aisyah ga tega kalau liat gia gini terus mas”Ucap Aisyah memeluk erat tubuh suaminya.


“Sayang... mas yakin jika gia adalah wanita yang kuat”Ucap khaliq seraya mencium ouncak kepala Aisyah.


“ya udah jangan meluk mulu ma's lapar nih”Ucap khaliq seraya melepaskan pelukan istrinya.


“Ya udah ayo”Ucap Aisyah


“Gimana Mau makan kalau kamunya nempel terus”Ucap khaliq seraya mencubit hiding Aisyah


“Hehehe”


Mereka pun menuruni Anak tangga melihat semua makanan tertata rapuh di meja makan terlihat gia masih sibuk membereskan semuanya di dapur.


“Masyaallah kamu yang masak ini semua na”Ucap Aisyah seraya menarik kursi makannya.


gia pun hanya melemparkan senyuman pada pasangan Suami istri yang sangat mesra di hadapannya.


“aku tidak pernah iris dengan mu Aisyah bahkan aku sangat bahagia jika kamu bahagia menikah dengan ka khaliq sekarang”monolog hati gia


“Loh ko bengong ago makan”Ucap khaliq seraya duduk di samping istrinya.


“Iyh ka”Ucap gia


Setelah semua nya selesai makan Aisyah Dan khaliq terus menatap gia dengan tatapan penuh kecurigaan Aisyah berharap jika gia bersedia menceritakan semua masalahnya.


“Gia... ”Ucap Aisyah menyadarkan gia dalam lamunannya.


“Yah Aisyah kenapa? ”jawab gia


“kamu percaya dengan ku? ”Tanya Aisyah membuat gia sedikit kaget


“percaya Aisyah memangnya kenapa? ”Tanya gia

__ADS_1


“Jujurkah gia aku tau jika kamu mempunyai masalah yang besar!! jika kamu percaya zama ku kamu cerita gia”Ucap Aisyah


“aku gpp ko syah”Ucap gia dengan mata yang Sudah di penuhi air mata.


Aisyah pun berdiri langsung mendekatkan dirinya pada tubuh gia bahkan gia pun Sudah menangis di pelukan hangat Aisyah.


“syah... Apakah aku layak untuk bahagia? ”Tanya gia dengan isak tangisan


Bahkan Aisyah pun binging dengan gia sesekali melihat sekilas ke wajah khaliq yang sedang memperhatikan kedua wanita Disana.


“Ana apa yang Kay bicarakan!! ”


“Nyatanya pernikahan ku hanya sebuah sandiwara syah... ka ilham zama sekali tidak mencintai ku bahkan dia memilih untuk mendekam jika harus bahagia dengan ku”Jawab gia dengan tangisan yang semakin terisak. Mendengar perkataan gia hati Aisyah semakin sakit,, Aisyah tau apa yang di rasakan sahabatnya Semarang.


“sekarang aku serahkan semua kepada sang rabb aku serahkan hatiku padanya aku tan ingin terlalu egois bukan aku menyerah untuknya namun aku ga ingin memaksakan dia untuk mencintai ku syah... Karena Sekarang aku sadar bahwa nikmatnya skenario Allah lebih indah dari semua banyangan kita”Ucap gia dengan hati yang mulai mengkhilaskan ilham.


Aisyah pun semakin erat memeluk tubuh mungkil gia Dan sesekali menyeka air mata yang mulai berjatuhan.


“Ana percayalah seberat APA pun masalahmu kamu hanya perlu percaya bahwa Allah akan selalu Ada bersamamu Dan selalu akan menemanimu menguatkanmu”Ucap Aisyah dengan hati yang terisak sakit melihat Dan mendengar semua masah sahabatnya.


Gia pun terus menangis take kuasa dengan dirinya Sekarang bahkan harinya semakin buruk namun gia berusaha tegar dengan ujian yang di kirimkan Illahi.


”jangan pernah berpikir untuk menyerah jika masih Ada rasa berusaha untuk mencoba selama keinginan itu Ada Allah pasti akan menunjukan jalannya.


{Aisyah Question}


*


Kini gia berada di dalam kamarnya dengan serang diri gia membereskan semua pakaiannya Karena gia Sudah memikirkan matang matang jika ia akan tinggal di kampung bersama bibinya


Gia pun keluar kamar dengan membawa kopernya. Aisyah Dan khaliq pun melihat gia dengan tatapan penuh pertanyaan.


“Lho Ana kamu may kemana? ”Ucap Aisyah berdiri mendekati gia


“Aku mau pulang kampung ajah syah!! makasih lho udh mau numpangin aku tidur makan disini”Ucap gia


“Ka khaliq Aisyah makasih yah”ucap gia dengan senyuman terpancar di wajah cantiknya.


“Ihh kamu ngomong apa sih lagian kota seneng jika kamu terus tinggal di sini”Ucap Aisyah seraya mengenggam jemari gia.


“Haha mana mungkin aisyah”Ucap gia seraya menggenggam jemari Aisyah juga


“Sekarang aku harus pamit keburu siang soalnya”Ucap gia seraya memeluk tubuh Aisyah


“Ka khaliq Aisyah gia pamit yah”Ucap gia


“Ya udah kamu antar ke terminal”Ucap khaliq


“Tak usah ka”Ucap gia sembari mengelengkan kepalanya


“Benar ana yang di katakan mas khaliq”Ucap Aisyah


“Gpp Aisyah ka khaliq gia berterimakasih sama kalian tapi. Gia bisa sendiriko”Ucap gia


“Beneran? ”Ucap Aisyah dengan nada sedikit khawatir


“Jaga kesehatannya nanti aku bakal main kesini ko jangan khawatirin aku syah aku akan selalu baik baik saha,, Bahkan kamu sendirian kan yang ingetin aku jika Allah akan selalu bersama ku”Ucap gia semakin tegar dengan masalah ini.


. Aisyah pun menarik lengan gia Dan memeluknya dengan erat.


Kini Mereka Sudah berada do ambang pintu Aisyah semakin tan kuasa menahan air mata perpisahan pada sahabatnya


“Hati hati di jalan”Ucap Aisyah seraya


“Iyh insyaallah”Ucap gia


“Ya udah aku pamit assalamualaikum”Ucap gia seraya melangkahkan kakinya meninggalkan pasangan insan Disana.


Aisyah pun hanya bisa menatap kepergian gia dengan tangisan yang tak bisa Aisyah bendung tapi khaliq berusaha menenangkan istrinya Sekarang.


“Gia akan baik baik saja sayang”Ucap khaliq seraya mencium puncak kepala Aisyah.


*


Sementara gia terus berjalan dengan seorang diri sembari membawa kopernya.


Sesekali ia menyeka air matanya yang berusaha keluar. Gia terus berusaha tegar namun gia tak bisa membohongi dirinya Sekarang.


Di tengah perjalanan Tiba Tiba saja langkah gia terhenti sebab tangannya dicekal oleh seseorang


“Ahhh”Ucap Gia seraya memutarkan badannya membuat kaget dengan kedatangannya

__ADS_1


“Ka ilham”Ucap gia tan sadar jika dia Sudah meneteskan butiran air mata.


“Lepasin ka!! ”Ucap gia seraya berusaha melepaskan genggaman tangannya. Namun nihil usahanya hanya sia sia Karena tenaga ilham lebih kuat


“maafkan semua tentang rasa Sayang ku,, Sungguh aku tidak pernah berniat untuk main main”Ucap ilham seraya memeluk tubuh gia dengan erat. Bahkan ilham tan perduli dengan rontaan gia yang minta ilham untuk meleskannya.


Namun disisi lain gia me rasa nyaman dengan pelukan yang ilham berikan.


“jangan ka ilham tidak Ada niatan untuk serius dalam rum ah tangga ini setidaknya jangan membuat gia merasa nyaman Dan Yakut merasa kehilangan”Ucap gia dengan isak tangisan.


Namun perkataan gia membuat ilham bungkam. Namun lagi lagi perkataan gia Sekarang membuat hati Dan tubuh ilham kaku


“Dana Sekarang gia sadar bahwa mencintai Dan berharap pada manusia itu lebih menyakitkan”Ucap gia seraya melepaskan pelukan ilham.


Kini ilham hanya terdiam,, Gia pun dengan cepat met kopernya Dan berjalan meninggalkan ilham dengan langkah buru buru


Namun lagi lagi tangan gia tersambar lagi oleh ilham bahkan ilham memeluk tubuh gia dengan sangat erat.


“Lepaskan!! ”Ronta Gia


“Lepaskan atau aku akan teriak!! ”Ucap gia dengan isak tangis.


“teriak sekeras mungkin gia!! ”Ucap ilham


Hati gia ingin sekali berteriak sekencang mungkin namun bibir Dan tubuh nya menolak.


“Kenapa diam kenapa gia"Ucap ilham


“Maafkan aku gia maafkan aku!!! jujur aku menyesal dengan semua ini,, Aku takut kehilanganmu gia”Ucap ilham


“Gia yang salah ka gia!! gia sadar kehadiran masalah Dan ujian ini adalah pengalaman dalam nikmat Ada yang datang menguji kesabaran Dan Ada yang datang dan pergi untuk menjadikan pelajaran.”Ucap gia dengan isak tangisan di dalam pelukan ilham


“Dan mungkin ini adalah jawaban Allah dari semuanya jika ka ilham datang Dan pergi hanya untuk menjadikan pelajaran,, Namun gia selalu berharap jika ka ilham datang untuk bertahan untuk menyemangatkan menghadapi ujian hidup jika kita terus memperbaiki diri maka yang baik akan di datangkan Dan bertahan”Ucap gia terus mengeluarkan tangisan nya.


“Hidupmu harus terus berjalan ka, meskipun caranya kadang dalam menuntun menjadi lebih baik dalam hidup kita sebab yang baik menurutmu kita belum tentu dimata allah biarkan allah yang mengaturnya”Ucap gia dengan beat melepaskan pelukan hangat ilham.


Gia pun ha ya menangis dalam perjalanannya kini ilham tidak lagi mengejarnya. gia terus menangis mengingat semua tentang kata kata manis ilham Yang membuat senyuman manis di wajahnya.


Flashback


Ketika itu gia masih dalam berduka. Ilham. Berusaha membuat hati gia normal seperti biasanya.,, Gia terduduk di sofa kamarnya


“Kenapa belum tidur sih”ucap ilham sembari mendudukan tubuhnya di sebelah tubuh gia


“Belum ngantuk"Ucap gia seraya melihat ke wajah tampan ilham


“Massyaallah”ucap ilham


“Kenapa? ”Ucap Gia


“karena aku bersyukur disetiap sisi ku allah kirimkan wanita cantik yang sangat sungguh,, Karena di sisimu mampu memikat hati Lara ikhwan karenanya kamu harus menjanya selalu untuk ku suamimu,, agar selalu indah di mana illahi"Ucap Ilham seraya mencium kening gia dengan kehangantan.


“Makasih Sudah berusaha mencintai gia dengan cinta ka ilham”Ucap gia dengan senyuman terpancar dari wajahnya.


“tetaplah istiqomah istriku jadikan rasa malu mu menjadi tabir dalam kehidupan Dan ingatlah Kau adalah fitrah Dan jagalah diriku agar terhalang dari fitnah


Dana selalu menjaga baik baik perhiasan mu yang menjaga hati Dan kehormatan untuk Suami mu yaitu aku”Ucap ilham membuat hati gia terbang dengan bebas di sana.


“tuh hiding siapa yang terbang”Ejek ilham


“Ihh kaka nih”Ucap Gia seraya mencubit perut Ilham


“awww sakit”Ucap ilham seraya memegang tangan gia yang berada di perut ilham


“Makasih untuk semuanya”Ucap gia mencium punggung tangan ilham.


“Udah menjadi kewajibaku,, Bahkan aku Sudah bertanggung jawab dengan semua yang kau lakukan”Ucap ilham seraya mengekus kepala gia.


“Aku akan berusaha menjadi seorang lelaki yang menuntun mu kelak kejannah Dan tidak akan melepaskan mu”Ucap Ilham


Gia pun memeluk tubuh ilham dengan erat bahkan sesekali mencium kening ilham.


***Flashoff





__ADS_1


Bersambung.....***


__ADS_2