
***Kematian adalah sesuatu yang pasti dan dirasakan oleh setiap orang, kematian tidak bisa ditawar-tawar, tidak bisa dimajukan atau dimundurkan kapan dan dimana saja
Jadikanlah kemauan yang sungguh-sungguh itu menjadi mahkotanya ruh, kekalahan menjadi belenggunya nafsu dan mati menjadi pakaiannya badan, karena yang akan menjadi tempat diam mu adalah kubur, dan ahli kubur setiap saat menunggu, bila kah engkau akan sampai kepada mereka.***
••••
sudah satu jam Gia meninggalkan Ruang Rawat papanya Dengan langkah Berat dan bujukan Ilham Gia pun melangkah keruangan Rawat papanya.Dengan Tangisan yang terus menguyur Wajah nya.
Gia pun masuk kedalam ruangan dengan menundukkan pandangan Berusaha Tegar Di hadapan papanya yang sedang menatap jelas wajah ayu anaknya.
“Ke..ma..ri..lah..nak”Ucap Lirih papa Gia Gia langsung berlari memeluk papanya Gia Langsung mencium kaki papanya dengan tangisan yang tidak bisa di bendung
“Maafin Gia!!Maafin Gia pa”Ucap Gia
Ilham pun berjalan mendekati dan berdiri di samping Gia
“Maafin Gia selalu sibuk dengan urusan Sendiri sampe lupa sama papa”Ucap Lirih Gia
“Papa yang salah na”Ucap papa gia
“Baik BurukNya papa,, Kau Tetap Pahlawan Gia pa”Ucap Gia terus mencium kaki papanya.
Semua ikut larut Kesedihan Semua hanya bisa menunggu penghulu yang sudah hampir dua jam tak kunjung datang Semua merasa khawatir dengan kondisi papa Gia yang semakin Lemas
“Papa kuat!!Papa Pasti kuat!!Papa Akan sembuh kan pa”Ucap Gia dengan tubuh yang amat lemas
“Jawab Gia pa!!”Ucap Gia Tangisan pecah
“Gia mohon pa!!Papa jawab Gia,,Papa akan sembuhkan?”Tanya Gia seraya menggenggam tangan papanya
papanya hanya meneteskan air mata Butuh yang di rasakan papanya teramat sakit.
“Jawab Gia pa!!Jika ini hanya kebohongan!!”Ucap gia seraya memeluk tubuh yang terbaring di sana
“Jawab......pa"Ucap Gia Dengan penuh isak tangis
Aisyah pun berusaha menahan tubuh lemas aisyah setelah beberapa lama akhirnya penghulu pun datang.
penghulu pun masuk dan langsung duduk di sofa samping papa Gia
penghulu pun langsung memulai acara akad nya.
Gia terus Melihat ke arah Papanya yang mulai merapatkan matanya namun dengan siap Gia langsung memanggilnya
“Papa”Ucap tangis aisyah yang benar benar hancur.Papa nya hanya melemparkan senyuman kecil pada Gia
“Na Jagalah anak kesayangan papa”Ucap yang terdengar jelas dari mulut papanya.Gia hanya terus menangis mendengar semua kata yang di lontarkan papanya
Ilham pun langsung melirik sekilas ke wajah Gia dan mengangguk kecil pada papa mertuanya
Dengan cepat akad pun di mulai,Gia hanya terus Menangis memegang erat tangan papanya Gia hanya terus menatap wajah papanya
“Jangan cemaskan Papa sayang”Ucap papa gia seraya mencium puncak kepala Gia.
“Bertahan Pa...”Ucap isak.Gia
penghulu pun melanjutkan acaranya tak lama Ilham pun langsung meraih tangan papa gia dengan halus.
“Sa..ya..Nikah..kan Kau...Den..gan putri saya..GIANA KHAIRUNNISA SALSABILA dengan seperangkat alat shalat di bayar tu..nai”Ucap Papa Gia dengan Nafas terhenti henti karena sesak.
“saya terima nikah dan kawinnya GIANA KHAIRUNNISA SALSABILA Bin Abdullah Al-Syeff dengan maskawin tersebut di bayar tunai”Ucap lantang ilham
semua yang berada di dalam ruangan pun mengucapkan SAH!!
“Sah!!”Ucap Bersama
Ilham pun langsung mencium punggung tangan mertuanya dan langsung memeluk mamanya dan menciumnya.
__ADS_1
Berbeda dengan Gia yang terus berlarut dalam kesedihan ilham pun berusaha mendekati Gia yang terus menangis seraya memegang dan menguatkan Gia dalam kesedihan. Gia pun hanya menangis .
Dalam Situasi ini adalah situasi yang membuat Gia semakin bingung karena itu tidak mau egois dalam kesedihan atau kebagiaanya.
Gia dengan setia masih memegang tangan orang tuanya seraya menatap lekat Wajah papanya.
“Lailah..Ha..ilallah...”Ucap Pelan Papa gia membuat gia semakin terisak sakit di hatinya.
Tiba Tiba saya Alat yang di sebut EKG berbunyi bertanda lurus.Membuat Gia menjerit Tangisan seraya menggoyangkan tangan papanya
“Papa... bangun...pa!!”Ucap Gia yang sudah mulai melemas ilham pun langsung memeluk tubuh Gia.Semua pun cemas Dengan sigap dokter yang ada di ruangan itu pun langsung memeriksa kondisi papa Gia.
“Ini bohong kan ka” ucap gia di dalam pelukan Ilham
“Ini Hanya mimpi”Ucap Gia pada Ilham yang berusaha menahan tangisannya
Dokter pun berusaha memeriksannya namun dokter meminta semua menunggu di luar semua pun keluar ruangan berbeda dengan Gia yang hanya terduduk lemas di dalam ruangan.
Gia menangis Histeris di pelukan ilham melihat alat yang di pasang papanya di lepas dokter membuat Gia semakin lemas melihat ini semua
Kaki tubuh Gia semakin lemas Gia mencoba menahannya Gia menangis sangat Kain putih menutupi wajah Papanya tangan ilham berusaha menahan tubuh Gia yang sudah lemas
tak bertenaga sedikit pun nafas gia semakin tak karuan nafas semakin sesak dan pandangan semakin Gelap.
Gia pinangan di pelukan Ilham. dengan sigap ilham langsung membawa tubuh tak berdaya gia keluar ruangan membuat semua yang ada di luar ruangan khawatir.
*
Perlahan Gia membukakan matanya tang sudah terbaring di ranjang yang sangat asing bagi Gia.
Terlihat Aisyah dan Cika Yang sudah menunggu Gia di sana.
Gia semakin bingung melihat Aisyah dan Cika yang terus membisu bahkan menatap Gia dengan sungkan.
Akhirnya Gia pun menyadari langsung menundukkan wajahnya dan kembali meneteskan air mata
Aisyah cika pun langsung memeluk erat Gia dan menangis di pelukan Sahabatnya.
“Papa masih ada kan Syah ka papa belum meninggalkan?”Ucap Gia yang sangat terpukul dengan kepergian papanya
“maaf Gia Semua ini bukan mimpi”Ucap Cika
“Apakah kalian tidak melihat bahkan tadi papaku mencium puncak kepalaku dia menggenggam tangan ku apakah kalian tidak melihat hah”Ucap gia
“Sabar Gia kita berdoa agar Papa tenang di jannah sana”Ucap Aisyah
Gia pun tidak bisa membendung air matanya
“Ini hanya mimpi hanya mimpi!!”Ucap tangisan Gia
“Di mana papa sekarang?”Tanya dia penuh dengan kesedihan
“Di..bawah”Ucap Aisyah dengan isak tangisan
Gia pun langsung melepas pelukannya berlari kecil namun langkahnya terhenti ketika Ilham pas ada di depan tubuh Gia.
Gia pun menatap wajah ilham dengan penuh air mata bahkan mata Gia. Ilham pun langsung memeluk tubuh istrinya.
“Katakan!!Ka jika ini semua Hanya Mimpi”Ucap Gia namun ilham hanya terdiam terus mengeratkan pelukannya sesekali mencium puncak kepala Gia .
“Izinkan aku ketemu Papa ka?”Ucap isak Gia
Mereka pun menuruni anak tangga terlihat kerumunan orang sedang mengaji Gia langsung menepis lengan ilham di tubuhnya berlari mendekati tubuh yang ditutupi kain.
Gia pun langsung membuka penutup kain itu terlihat wajah papa yang sangat pucat.
Kini Gia berusaha menguatkan diri namun apa daya tangisan mulai membanjiri wajahnya
__ADS_1
“Jadi ini yang papa inginkan?”
“jadi ini bukan mimpi?”
“Papa dengar Gia”
“Bangun pa”
Tangan kekar pun memegang pundak Gia Berusaha menguatkan Gia di dalam dada bidangnya.
“Katakan ka!!”Ucap gia terlarut dalam kesedihan.
“Kita alan segara memakamkan papa”Ucap Ilham membisiki ke telinga Gia.
Gia hanya menangis mendorong tubuh Ilham dari dekapannya.
Gia pun keluar rumah berlari menuju pohon besar yang tak jauh dari rumah Ilham
Gia pun duduk dengan tangisan yang berderai di pipinya
“Papa!!"Ucap gia dengan isak tangisan memenuhi wajahnya
“Jangan tinggalkan Gia!!Gia ga bisa kayagini!!”Ucap Gia dengan memeluk kakinya.
ilham pun melihat Gia sedang tersungkur menangis langsung memeluk Gia dengan erat. Bahkan tangisan pun menetes di ubun ubun Gia.
“Semua bersama dengan mu!!Sekarang jangan merasa kamu sendiri karena banyak yang menyayangi mu di sini!!”
Gia hanya menangis di pelukannya berusaha tegar namun susah baginya Gia hanya menangis Dan menangis
*
Di dalam perjalanan Gia hanya membisu menatap kosong ke depan sesampainya di TPU Gia tidak mengatakan sepatah katapun Hanya mata yang meneteskan beberapa butiran Air disana.
Terpukulnya Gia saat tubuh orang yang gia sayangi mulai di tibun tanah Hati Gia semakin terpukul Gia berusaha tersenyum pada Sahabatnya yang kini di samping Gia berusaha menguatkannya.
Aisyah dan Cika pun memeluk erat Gia merekapun merasakan kesedihan yang mendalam kehilangan orang yang sangat berharga itu sangatlah sakit.
“Ya allah Tempatkan papa hamba mu ini di tempat yang nyaman dan terimalah amal kebaikan kedua orang tua hamba temukan kami di Jannah mu kelak ya allah”Batin gia
Pemakaman pun selesai kesedihan Gia pun mulai memenuhi hasrat tubuhnya Gia langsung tersungkur memeluk nisan batu yang bertulisan Nama papanya
“Pa...Jangan tinggalkan Gia dalam kondisi seperti ini”Ucap gia seraya mencium batu tersebut
ilham pun langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat berusaha menenangkan kondisi Gia.
“Jika kamu terus seperti ini Papa mu tak akan tenang di dalam sana”Ucap Ilham seraya mengusap kepala Gia dengan halus seraya mengandeng tubuh gia agar bangkit
Gia pun mengingat semua perkataan papanya yang berjanji akan memberi kejutan yang tidak akan pernah lupakan di suatu hari namun kejutan itu datang dengan mewarnai air mata Gia
“Mas aku ga tega liat Gia sedih seperti itu?”Ucap aisyah pada Khaliq
“semua orang juga sama sayang sekarang tugas kita hanya membantu mendoakan beliau di sana agar tetap selalu tenang di sana”Ucap.khaliq seraya mencium kening aisyah
*
Pemakaman pun selesai Ilham mengajak Gia pulang Gia hanya menjawab dengan Anggukan kecil Gia pun langsung mencium batu nisa bertulisan nama papanya bangit dan mengucap salam perpisahan.
•
•
•
•
Bersambung
__ADS_1
“seburuk apapun Ayah kau akan tetap menjadi pahlawan hidup ku”