
••••••••••••••••••••
*_Ketika kedua insan di takdirkan bersatu mereka akan tetap bersatu sekalipun berusaha menjauh. Begitu pula ketika dua hati tidak di takdirkan untuk bersatu maka akan ada yang membuat mereka berpisah, meski mereka berusaha keras untuk bersatu_*
•••••••••••••••••••••••••••••.
Azab shubuh pun berkumandang membangunkan sepasang insan yang sedang tertidur pulas saling beradu kasih
Aisyah dan khaliq pun segera mandi dan melaksanakan shalat berjamaah di dalam kamarnya.
Setelah melakukan shalat dan membaca beberapa surat dalam mushaf nya Aisyah meminta izin untuk tidur kembali. Khaliqpun tidak bisa melarangnya lagian Khaliq mengerti jika istrinya kelelahan dengan kegiatan tadi malam yang banyak menguras tenaga
“Mas”Saut Aisyah mengalai tangan kekar Khaliq dan mencium dengan penuh ke laziman.khaliqpun membalas mencium kening Aisyah dan ber doa di atas ubin ubin Aisyah.
“Mas Aisyah tidur lagi boleh yah!!Aisyah tidak pernah tidur lagi ko kalau udh laksanain shalat subuh Aisyah hanya merasa cape ajah sekarang”saut Aisyah dengan wajah memohon sambil melepaskan mukena yang di pakainya.
Khaliqpun tidak melarangnya karena Khaliq mengerti Aisyah sekarang
“Iyh sayang Tar jam delapan mas bangunin kamu”jawab Khaliq langsung mencium kening Aisyah
Akhirnya Aisyah kembali menarik selimutnya untuk melanjutkan tidurnya.
Berbeda dengan Khaliq yang terus membaca mushafnya di samping Aisyah dengan satu tangan mengusap lembut rambut Aisyah.
Waktu menunjukkan pukul setengah delapan Khaliq langsung membangunkan istri tercintanya
“Sayang bangun yu udh siang”
“Iyh bentar lagi mas”
“Terus ajah bentar Sampe sore”Jawab ketus Khaliq membuat Aisyah langsung bangun meninggalkan Khaliq
Aisyah pun selesai melakukan ritual mandi
“Mas kamu mau makan apa??”
“gimna kalau makan di luar sayang”
“Hmm terserah mas ajah”
Aisyah pun langsung mengenakan pakaian yang menutupi seluruh lekuk tubuhnya Namun ntah kenapa Khaliq membatalkan acara makan di luar bersama Aisyah .
“Sayang mas sepertinya ga bisa deh sayang!!”Jawab Khaliq sambil berjalan mendekati meja rias Aisyah dan memeluk tubuh Aisyah dari belakang.
“ya udah gpp”Jawab singkat Aisyah kini tangan Khaliq terus mengelus gelus perut datar Aisyah membuat Aisyah merasa geli.
__ADS_1
“Mas apa sihh!!Lepasih dulu aisyah mau nyisir rambut”Jawabb aisyah berusaha melepaskan pelukan Khaliq
Namun Khaliq malah mempererat pelukannya.khakiq langsung membalikan tubuh Aisyah langsung mendekapnya dengan sangat erat.
“Kapan di sini ada darah dagingku aisyah” Tanya tiba tiba Khaliq meraba perus rata Aisyah.
“Emang mas mau punya keturunan dari Aisyah”jawab ketus Aisyah
“Ya mau lah sayang!!”Jawab Khaliq. Dengan membuat Aisyah merasa malu
“Berdoa saja jika Allah menghendaki kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau Allah percaya kepada kita Allah akan segera mengirimkan seseorang di dalam sini” saut Khaliq sambil melepaskan pelukan nya dan menunjuk ke arah perut Aisyah.
“Teruslah seperti Aisyah teruslah berjalan di jalan Allah teguhkan hatimu di atas agama Allah teruslah Istiqomah dengan ketentuan mu dan percayalah Allah akan selalu bersama mu”Saut Khaliq memeluk Aisyah penuh dengan kasih dan cinta
“Terus lah genggam tangan istrimu ini hingga kejannahnya Allah tuntunlah aku menjadi seorang istri yang baik dan menjadikan madrasah pertama untuk anak anakku kelak mas”Jawab Aisyah membalas pelukan Khaliq.
“Jadilah penyempurna hidup Aisyah mas ,,Aisyah yakin mas akan menuntun Aisyah dengan agama allah”Lanjut aisyah melepas pelukannya.
•••••
Flashback Cika
Kini Cika sedang berdiri di halte dekat tempat kerjanya. Kini Cika terlihat sangat anggun memakai baju gamis dengan khimar menjulur menutupi lekuk tubuhnya. Ketika menunggu bus melintas tak lama mobil berwarna hitam berhenti mengageti tubuh Cika
Tin tin
Namun lebih terkejutnya mobil yang terhenti itu milik Ilham Sahabat Khaliq.
“Assalamualaikum Kamu Cika kan?”Tanya Ilham sambil mendekatkan diri kepada Cika. Cika hanya menunduk mereka kini berbincang dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
“Waalaikumussalam iyh betul,Kamu Ilham Sahabat mas Khaliq??”jawab Cika kini menatap sekilas wajah tampan Ilham dengan balutan wajah cantiknya.
“Iyh betul sekali”Jawab Ilham dengan senyuman lebar di wajahnya.
“oh iyh kamu lagi ngapain di sini ??”lanjutnya
“Hmm lagi makan bubur”Jawab ketus Aisyah dengan seyum sinisnya.
“Makan bubur??Kamu bercanda nih”Jawab Ilham dengan kesal
“Pasti lagi nunggu bus”lanjut tanya Ilham
“Hahaha ”Ketawa lepas Cika melihat tingkah konyol nya Ilham
“Kamu tuh yah orang lagi di halte berarti lagi nunggu bus”Jawab Cika masih dalam balutan senyuman
__ADS_1
Kini Cika sudah ada di dalam mobil Ilham. Awalnya Cika menolak karena lebih baik menunggu bus melintas namun Cika juga sedang terburu buru hingga terpaksa ikut dengan ajakan Ilham.
••••••
Kini Aisyah harus mengantar Khaliq ke depan rumah karena Khaliq akan pergi pengurus masalah di pesantrennya.
“diem di rumah jangan kemana mana”Saut Khaliq dengan mencubit pipi Aisyah
“Iyh lagian ga pergi ke kampus sekarang”Jawab Aisyah
“Baguss kalau gitu!!Mas inginnya kamu diem di rumah seperti umi!”jawab Khaliq
Aisyah pun memakaikan kopeah di atas kepala Khaliq
“Mas bungkuk dong Aisyah udh jingkit juga ga nyampe”
Khaliq pun melekukkan kaki nya sedikit agar Aisyah dengan leluasa memakaikan kopeahnya di kepalanya.
Tanpa izin Khaliq Aisyah langsung mencium kening Khaliq membuat Khaliq tersenyum dengan perlakuan Aisyah.
Khaliqpun pergi meningglkan Aisyah seorang diri karena umi dan Abi pergi selama 3 Minggu .
•
•
•
•
•
Bersambung
Bahagia itu karena berakhlak,
Akhlak itu karena Cinta
Cinta itu karena kenal benar,
Kenal itu karena dekat benar,
Dekat itu karena sama sifatnya,
Sama sifatnya itu anugerah,
__ADS_1
Untuk mendapat anugerah itu mesti bersama orang yang telah mewarisi anugerah itu,🌹