
Aku akan selalu menerima Ujian ini dengan hati yang tulus meskipun menjalankannya dengan hati yang berat
Tak lama menunggu waktu di Ruangan papanya di rawat Gia kaget melihat papanya yang mengalami kejang kejang,,Tak butuh waktu lama Gia langsung berlari memanggil dokter
Dokter pun memeriksa kondisi papanya dengan telaten Gia hanya bisa melihat Papanya dari luar karena Dokter melarangnya masuk. setelah beberapa lama menit dokter pun keluar Gia langsung menanyakan kondisi papanya.
“Bagaimana kondisi Papa saya dokter”Ucap Gia dengan Tergesa gesa
“papa anda mengalami Tumor di bagian Jantung karenanya kita harus melakukan operasi”
“Kita akan menjalani operasi Anda harus menandatangani surat surat ini terlebih dahulu”Ucap Dokter sambil memberikan surat surat itu.
“Lakukan yang terbaik untuk papa saya dokter”Ucap Gia dengan Tangisan Dokter hanya mengangguk dan tersenyum
Suster pun melarang Gia masuk karena Ini adalah Ruangan Operasi Gia hanya di bolehkan menunggunya di luar.
Ilham pun sudah sampai di pekarangan Rumah sakit karena ilham sudah berjanji pada Gia akan kembali kerumah sakit.
Namun Ilham terkejut karena ruangannya Kosong dengan Cepat Ilham menelpon Nomer Gia.
“Assalamualaikum kamu di mana?”Tanya Ilham di Dalam telepon genggamnya Ilham Mendengar isak tangis di dalam teleponnya
“Kamu kenapa?”Ucap cemas Ilham
“Papa..”Ucap Gia masih dengan isak tangis
“ Kenapa papa Gia.. ”Ucap Ilham
“Papa di ruang Operasi ka”Ucap Gia dengan isak tangisan
“Tunggu aku di situ”
Ilham pun langsung mematikan teleponnya berlari keruang operasi akhirnya Ilham menemukan Gia yang sedang menunduk nangis di depan pintu ruang operasi
“Gia”Panggil Ilham seraya berjalan mendekati Gia namun Gia sudah berlari ke arahnya dan memeluk tubuh ilham dengan Erat.
“Papa ka papa”Ucap Terisak Gia
“Papa akan baik.baik saja sekarang kamu ambil wudhu dan berdoa untuk papa”Ucap Ilham
Ilham dan Gia pun pergi ke mushola dan melakukan shalat sunah dan berdoa bersama untuk kesembuhan Papanya.
Setelah beberapa jam menunggu Di depan pintu Ruang operasi akhirnya Dokter keluar
“Bagaimana Dokter”Ucap Gia
“Alhamdulillah kondisinya membaik namun kami tidak bisa menjamin bahwa operasi kami berhasil tapi kami sudah melakukan yang terbaik”Ucap dokter itu seraya meninggalkan Gia dan Ilham
Gia pun langsung masuk dan mencium tangan papanya dengan tangisan pecah pada dirinya. Tiba Tiba saja tangan papa bergerak
Gia pun kaget langsung memanggil dokter.
“Papa pa..mit..sayang”Ucap papa dengan terbata bata
“Papa mau kemana?Gia Masih butuh papa Gia masih ingin bareng papa”
ucap Gia Histeris sementara papanya masih menggenggam erat tangan Gia.
“Jaga Diri kamu ba...ik...ba...ik”Ucap Papa dengan terbata bata
Tiba Tiba Saja Tubuh Papanya terkuras lemas Membuat Gia dan Ilham khawatir.Dengan cepat Ilham memanggil dokter namun Papanya menolak dan meminta Ilham mendekati dirinya ilham pun langsung mendekati dan mengurungkan niatnya memanggil dokter.
__ADS_1
Ilham pun berjalan mendekati ayah Gia seraya menundukkan kepalanya.
“Ana Apakah kau bersedia mengabulkan keinginan papa”Ucap papa pada Gia
“Ana siap ayah katakan”Ucap isak Gia
papa Gia pun melirik ke arah Ilham yang berada di samping Gia
“Nak apakah kau bersedia menikahi Gia hari ini detik ini di depan saya”Ucap papa
Gia dan Ilham pun kaget dengan Perkataan Papanya.Gia hanya menangis sesekali menyeka air mata yang keluar dari pipih mata Papanya.
semua air mata yang keluar dari mata papanya mengisyaratkan jika perkataan ayahnya sangat sangat serius.
“Anggap saja ini adalah keinginan terakhir papa na!!”Ucap papa Gia dengan tetesan air mata.
Gia pun takuat mendengar perkataan papa nya hanya bisa menangis dan menggenggam erat tangan Papanya dengan tangisan yang terus menguyur Gia.
“Saya bersedia Pa”Ucap Ilham membuat Gia semakin terpuruk
“Saya pamit akan segera memberitahu Orang tua saya pa”Ucap Tegas Ilham langsung berlari keluar ruangan
ilham pun langsung meminta Mamanya untuk pergi kerumah sakit dan membawa pakaian yang baru dari telepon dan meminta restu lewat telepon bahkan mamanya sangat merestuinya
Sementara Gia masih menangis di deket papanya.
“Sayang tidak akan ada hal tidak mungkin dengan kekuasaan allah meskipun dia sedang sakit seperti papa ini adalah awal dari kehidupan papa dan papa akan segera bertemu dengan mama mu sayang” ucap papa Pada Gia
“Papa Gia masih butuh papa”Ucap isak gia
akhirnya mama Ilham pun sampai di Rumah sakit .Ilham langsung menemui mamahnya dan segera meminta izin.
“Mah Ilham akan menikahi Gia sekarang”Ucap Ilham seraya mencium punggung tangan Mamanya
“Lakukan lah sayang!!Jika ini pilihan terbaik mu”Restu mamanya
“Di dalam ma”Ucap Ilham
mama ilham pun masuk kedalam ruangan terlihat Gia yang sedang menangis melihat tubuh papa yang banyak sambungan label di tubuhnya
“Sayang..”Ucap mama ilham seraya memeluk Gia. Gia pun langsung memeluk balik tubuh wanita itu dengan erat
“Tante..Papa”Ucap Gia dengan isakan tangisan
“Papa tante papa Gia masih ingin bersama papa Gia belum siap di tinggal semua”Ucap Gia masih dalam isak tangisan
“Mama tau sayang kamu harus kuat sayang”Ucap mama ilham seraya memeluk dan berusaha menguatkan Gia
Gia Terus menangis di pelukan wanita itu.
*
Khaliq dan aisyah pun sudah sampai di Tanah air. mereka pun langsung bergegas menuju rumah sakit karena ilham sudah mengabarinya sejak tadi.
mereka pun sampai di rumah sakit aisyah langsung masuk kedalam ruang di mana Papanya di rawat di sana terlihat Gia sedang duduk bersama wanita.
Aisyah pun langsung menemuinya dan memeluknya dengan erat
“Gia...”Ucap aisyah
“Aisyah....”Ucap Gia berlari kecil meluk Aisyah dengan erat
“Gia apa yang terjadi?”Tanya Aisyah namun Gia hanya menangis di pelukannya tanpa menjawab pertanyaan Aisyah.
__ADS_1
Gia hanya menangis di pelukan Aisyah.
Namun tak lama Papa Gia sudah sadar dengan sikap Gia melepaskan pelukannya langsung memeluk Papanya dengan erat.
kini Gia menyeka air matanya berusaha tegar di hadapan papanya
“Ayah pasti kuat!!Ayah pasti bisa”Ucap Gia tidak bisa menahan tangisannya
“Jika allah sudah berkehendak semua akan terjadi dan tidak akan ada yang bisa menghalanginya”Ucap Papa
“Papa hanya ingin kamu menikah di hadapan papa,,Papa sangat bersalah pada mu na!!Dulu papa meninggalkan mu dengan seorang diri!!Bahkan sekarang papa kembali dengan kondisi seperti ini papa minta maaf sayang”Ucap papa dengan air mata namun Gia dengan cepat menyekanya.
“Tidak ada orang tua yang gagal mendidik anak papa!!papa adalah pahlawan bagi Gia Gia akan selalu menyayangi papa!!Gia mohon papa bertahan!"ucap gia penuh dengan isakan
“Papa terlambat Padahal dulu papa belum puas mengendong mu kamu sudah besar sayang papa belum cukup berbicara padamu kamu sudah akan menikah yang sekarang papa harapkan suamimu akan mencintaimu lebih dari papa,,papa tak ingin terlambat karena ini papa ingin kamu menikah di hadapan papa”Ucap papa
Gia tidak bisa tahan dengan ucapan Papanya segera keluar meninggalkan semuanya.Ilham hanya bisa mengikuti Gia dari belakang
tangisan Gia semakin memuncak Gia hanya bisa duduk menangis dengan sehebat hebatnya
“Maaf kan Gia yang gagal menjaga papa bu”Ucap isak tangis Gia
Ilham hanya bisa melihat kesedihan yang dialami Gia ingin sekali memeluk tubuh mungil Gia namun apa daya dia belum bisa karena belum ada ikatan suci di dalamnya
Namun aisyah langsung berlari menemui Gia
Gia langsung memeluk aisyah dengan erat
“aisyah katakan padaku jika ini hanya mimpi buruk katakan aisyah”Ucap tangisan Gia yang tidak bisa terkontrol bahkan ilham ingin sekali memeluknya
“katakan aisyah katakan”Ucap Isak Gia
“Ini seperti mimpi bagiku!!Ini sebuah mimpi buruk bagi ku!!Ini mimpi”Ucap Gia melepaskan pelukannya berlari ntah kemana namun dengan sigap ilham langsung berlari mengikuti Gia
Gia pun terhenti di sebuah taman dekat rumah sakit dimana ia bertemu dengan Papanya
“Papa!!Kemarin papa kan yang berjanji pada Ana akan selalu menjaga ana!!”
“Tempat ini telah menjadi saksi pah!!Katakan jika ini hanya sebuah permainan pah!!”Ucap Gia dengan tangisan
“Ini hanya mimpi”
Ilham pun langsung memeluk rubuh Gia dengan erat bahkan Ilham tidak ingin melepaskan pelukan itu dan berusaha menenangkan calon istrinya itu
“Ini hanya mimpi kan Ka?”Ucap Lemas Gia
ilham hanya bisa terdiam Dan terus memeluk Gia dengan erat
“Katakan pada Gia jika ini mimpi!!Katakan ka”Ucap Gia
ilham benar benar merasa hancur ia merasakan kehancuran sama yang di rasakan Gia.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Bersambung
“Papa Adalah Penyelamat Dalam Keluarga ku aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu jika aku ingin bersama dengan mu di jannah kelak”