
•
•
•
•
“Dan aku percaya skenario yang Allah mainkan akan selalu indah pada akhirnya”
Sesampainya di rumah Ilham. Ilham langsung membopong tubuh tak berdaya Gia.
“Assalamualaikum”Ucap Ilham dengan membopong Tubuh Gia membuat Semua yang berada di rumah kaget dengan kedatangan Ilham dengan seorang wanita yang tak berdaya
“Waalaikumussalam,,Dia siapa na”Ucap mama Ilham dengan mendekati Ilham
“Nanti Ilham jelaskan ma,,Sekarang ilham harus membawanya keruang tamu”Ucap ilham
“Bawa saja ke kamar mama sayang”Ucap Mama ilham,, ilham hanya tersenyum dan mengangguk langsung berjalan menuju kamar mama nya
Di Dalam Kamar Mama
“Bi.. sekarang ambilkan kompresan untuk gadis cantik ini”Ucap mama ilham dengan menyentuh pipi memar Gia
“Sekarang jelaskan pada mama Ilham”Ucap Mama ilham
“Dia adalah Sahabat Aisyah istri Khaliq kami bertemu saat Syukuran Rumah baru Khaliq di sana aku bertemu dia. Kami pun sudah beberapa kali bertemu tanpa sengaja.
Mama ilham pun setia mendengarkan cerita Ilham tampa memotong pembicaraan Ilham.
“Ntah mengapa tadi Dia menelpon Nomer Ilham dan meminta pertolongan karena dia merasa ketakutan dan ketika Ilham melintas ke jalan yang sepi Ilham melihat jika Gia sedang mempertahan kan kehormatannya bahkan rela Di pukuli bahkan di tampar dengan keras demi menjaga kehormatannya”
“Masyaallah Sungguh mulia Sayang”Ucap mama Ilham
“Jadi Mana nya Gia?”Ucap mamanya
“Iyh mah”Ucap ilham
“Sekarang kamu bersihkan Badan mu,,Biar mama yang mengurus hamis cantik ini”Ucap mama ilham
ilham pun langsung meninggalkan Mamanya dan gia di dalam kamar Mamahnya.
“Bu ini Air dinginnya”
“Baik bi taruh saja di meja”Ucap Mama ilham seraya menunjuk meja dekat dirinya.
setelah bibi keluar kamar Mama ilham segara mengambil dan menempelkan kain yang sudah di celupkan air perlahan di sentuhkan di kulit mulus Gia.
“Sungguh malang nasibmu na”Ucap mama ilham
setelah di kompreskan di bagian lukanya Ilham kembali ke kamar mamanya dengan pakaian bersih.
“Assalamualaikum mah?”Ucap Ilham seraya masuk kedalam kamar mamanya
“Waalaikumussalam nak”Ucap mamanya
“Bagaimana kondisinya ma?”Tanya ilham seraya duduk di sofa milik mamanya.
“Mudah mudahan baik baik saja na!!”
“Kenapa belum sadarkan diri ma?”Tanya khawatir Ilham
“Belum sayang!!Ga usah khawatir gitu,,Dia hanya shock saja sayang”Ucap Mama ilham
ilham pun tersenyum pada mamanya
karena waktu sudah malam ilham langsung kembali ke kamarnya.
waktu menunjukan pukul 02.45 Pagi Gia tak sengaja terbangun. Gia Terbingung tidur melihat seorang wanita separuh baya tidur di samping tubuhnya.
“Awww”Rintihan kesakitan Gia ketika tak sengaja memegang pipinya membuat Mama ilham terbangun dari tidurnya
“Kenapa sayang?”Ucap mama ilham seraya memegang tangan Gia
“Ta papa tante”Ucap Gia seraya melemparkan senyuman kepada mama ilham
Gia pun tampak kebingungan seraya melihat kekanan kiri ruangan Kamar nya membuat Mama ilham mengerti dengan tingkah Gia
“Sekarang kamu ada di rumah Ilham sayang”Ucap Mama ilham seraya mengelus Rambut Gia.
“Sekarang tidak usah khawatir!!Sekarang kamu mau kemana”Ucap mama ilham
“Gia Mau shalat Tahajjud Tante”
“Massyaallah Sayang mulia sekali kamu,,Lagi sakit gini masih sempet lakuin shalat malam”Ucap mama ilham
“Udah kewajiban Gia tante lagian Gia masih bisa berdiri dan masih kuat menjalankannya”Ucap Gia
“Masyaallah Ya allah betapa bersyukurnya saya jika mendapatkan menantu yang dapat menjadikan rumah ini sebagai ladang palaha,,Semoga Allah mengirimkan Ilham Seorang istri yang Bisa menuntun dan saling melengkapi nak”monolog hati Mama
“Tante kalau boleh tau kamar mandinya dimna?”Ucap Gia
“Di luar sayang biar tante antar”Ucap mama ilham
“Tidak usah tante,,Tante tidur saka biar Gia nyari sendiri”Ucap gia seraya bangkit tempat tidur.
“Kamu kuat sayang”Tanya mama ilham karena khawatir melihat tubuh masih lemas yang di miliki Gia
“Insyallah tante”Ucap Gia dengan sopan
“Tante?”
__ADS_1
“Iyh sayang ada apa?”
“Boleh Gia pinjam Kerudung Tante”
“Tentu sayang kamu tinggal pilih di dekat lemari tante”
“Terimakasih tante”Mama ilham hanya melemparkan senyuman
Gia pun keluar dari kamar mama ilham dengan Hijab merah yang hanya menutupi dadanya. Gia mencari kamar mandi karena kamar mandi di kamarnya rusak. Gia pun harus Mengambil Wudhu di dekat mushola
tiba tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat ilham yang berada di depan Tubuh Gia. Wajah Tampan Ilham terlihat saat Wajahnya basah terkena Air wudhu
“Kami sudah baikan?”Ucap ilham seraya memakai kopeahnya
“Alhamdulillah saya sudah merasa baikan!!Terimakasih sudah menolong saya kemarin”Ucap Gia
“Kalau gitu saya permisi”Lanjut ucap gia
“Mau kemana?”Ucap Ilham
“Mau ngambil wudhu”Ucap Gia seraya menunjukkan kepalanya karena Ia sangat malu karena saat kejadian Sebagian aurat Gia terlihat.
“Sudah kuat?”Tanya Ilham
“Sudah”
“Saya permisi”
Ucap Gia seraya meninggalkan Ilham seorang diri,,Ilham hanya melihat kepergian Gia yang mulai menghilang.
setalah melakukan wudhu Gia langsung Masuk kedalam mushola . Di Situ Gia melihat Khaliq yang wushu membaca Al'Qur-an dengan Tartil bahkan siapa yang mendengarkannya akan terdiam mendengarkan kemerduan suaranya.
Gia pun langsung melaksanakan Shalatnya
setelah melakukan Shalat Gia berdoa dan membaca mushafnya dengan tartil dan fasih sampai waktu Shubuh tiba.
Gia pun langsung melaksanakan Shalat Shubuh berjamaah dengan Mama ilham dan ilham.
Ilham membacakan 10 ayat belakang Al baqarah dan membaca dengan tartil.
setelah melaksanakan shalat berjamaah Mama ilham meninggalkan Gia dan Ilham yang masih wushu memanjatkan Doa.
Gia pun kembali menuju kamar namun langkahnya terhenti ketika melihat mama ilham sedang memasak
Gia pun langsung melangkah menuruni beberapa anak tangga
“Biar Gia bantu tante”Ucap gia
“Tidak usah na!!Kamu istirahat saja!!”
“Gia sudah baikan ko tante”
Akhirnya Mama ilham dan gia pun memasak masakan sederhana setelah makanan selesai mama ilham meminta Gia menaruhnya di meja makan.
“Baik tante”ucap Gia
Gia pun menatap wajah Ilham yang terus menatap Wajah gia dengan Tatapan tajam Gia terus menundukkan kepalanya karena Merasa terusik dengan tatapan ilham
“Kenapa?”Ucap Ilham
“Kenapa apa?”Ucap bingung Gia
“Hmm lupa kan saja"Ucap Ilham
Gia pun langsung kembali ke dapur setelah menyimpan makannya di meja tanpa menghiraukan Ilham.
“Ada lagi tante?”Ucap Gia
“Tidak sayang”Ucap mama ilham seraya menuangkan air di gelas
“Biar gia saya tante”Ucap Gia
“baiklah tante minta tolong yah”Ucap mama ilham seraya meninggalkan Gia
Gia pun sibuk di dapur seraya membersihkan beberapa Gelas dan piring namun kegiatannya terhenti ketika mama ilham meminta Gia makan bersama meraka di meja makan.
“Gia kemari lah”Ucap mama ilham
Gia pun mengangguk dan segera menyamperi Mama ilham
“Gabung lah sayang”Ucap mama ilham
Gia pun tersenyum seraya mendorong kursi makan yang langsung berhadapan dengan Ilham.
Mereka pun menikmati makanannya hanya saja Gia yang hanya memakan sepotong roti tanpa di olesi apa apa. Tanpa Gia sadari bahwa Ilham sedang mengamati Dia.
“Mengapa tidak di habiskan?”Ucap Ilham
“Aku sudah kenyang ka”Ucap gia
“Kalau sudah makannya kamu kembali ke kamar bersiap siaplah kamu akan kembali ke rumahmu!!Tidak baik juga kau berlama lama di rumah ku”Ucap ketus Ilham seraya meninggalkan meja makan
“Ilham apa yang kamu katakan”Ucap mama ilham yang kecewa dengan sikap Ilham.
“Ga papa tante lagian benar kata la ilham”Ucap Gia
“Maaf kan anak tante sayang”Ucap mama ilham seraya menggenggam tangan Gia gia hanya tersenyum
“kalau gitu tante duluan ya sayang”Ucap mama ilham seraya memegang bahu Gia
Gia pun terus memikirkan apa yang di bilang Ilham padanya.
__ADS_1
“*Dia benar Wanita kotor seperti ku tidak layak di rumah ini!!”
“Maaf kan Gia Pa tidak bisa menjaga mahkota Gia sendiri maaf pa”*
Isak tangis Gia pun menguyur wajahnya sangat deras. Gia pun menyeka air matanya Bahkan tak di sadari bahwa ilham sedang mengamati Gia bahkan setelah ucapan itu terlontar dari mulutnya Ilham merasa bersalah terhadapnya.
“Maaf Gia bukan maksud mengusir mu dari rumah ku tapi aku takut jika rasa ini semakin besar bahkan lebih mengharapkan mu untuk menjadi miliku”
Gia pun bangkit dan langsung membereskan Piring kotornya.setelah beres beres Gia Langsung melangkah menuju kamar mama ilham untuk mengambil barang miliknya.
tok tok tok
“Assalamualaikum tante?”Ucap Gia seraya mengetuk pintu .
“masuk saja na”Ucap mama ilham
“Maaf tante Gia kesini hanya ingin mengambil barang Gia saja”Ucap Gia seraya mengambil tas nya di Sofa.
“Tunggu Na duduk lah dulu ada beberapa hal yang tante tanyakan sama kamu”Ucap mama ilham seraya bangit dari rebahan nya.
Setelah berbincang cukup lama Mama ilham meminta Gia untuk menganti pakaiannya
“Kalau gitu kamu ganti pakaiannya!!Kamu tinggal pilih di lemari tante sayang”
“Terimakasih tante”Ucap Gia
“Tante tinggal sayang”Ucap mama ilham seraya bangkit dari posisi duduknya
kini Gia duduk dengan seorang diri tanpa berpikir lama Gia langsung memilih pakaian yang pas untuk tubuhnya.
namun apa hasilnya semua baju yang akan di kenakan gia pasti mengikuti lekuk tubuhnya yang membuat Gia merasa tidak nyaman.
Gia pun dengan terpaksa langsung memakai baju gamis berwarna Merah marun dengan hijab menjulur menutupi sebagian tubuhnya.
Kini Gia menatap Tubuhnya di cermin besar
Kini wajahnya terlihat lebih cantik membuat yang melihatnya sangat terkagum
Gia pun langsung mengambil tasnya langsung keluar kamar di sana terlihat Ilham dan mamanya yang sedang berbincang
“Gia Massyaallah kamu cantik banget sayang”Ucap mama ilham Gia hanya tersenyum namun ilham hanya terus menatap
tv dengan pokus tanpa menatap Gia
“Tante Gia pamit dulu makasih sudah menolong gia”Ucap Gia seraya mencium punggung tangan wanita separuh baya.
“Iyh sayang sama sama Tante seneng ko kalau kamu sering main kesini”
“Iyh tante insyaallah”
"Biar tante antar kamu kedepan ya sayang"
“Baik tante”
mereka pun langsung berjalan berbeda dengan ilham yang terus pukus mengutak-atik handphonenya.
“Sekarang kamu mau kemana ?”Tanya mama ilham
“Gia mau ke rumah sakit tante"
“Lho kenapa.kamu sakit ?”
“Ga tante Gia mau jenguk papa”
“Ouh papa kamu sakit sayang”
“Iyh tante"
“Kalau gitu Gia pamit tante maaf kemarin Gia sempit bikin tante repot”Ucap gia Memeluk tubuh Mama ilham
“Iyh sayang”
Ketika Gia akan melangkah keluar rumah Langkah Gia terhenti karena ilham mengajak Gia pergi bareng karena Ilham juga akan mengajar di kampus.
“Biar saya antar”Ucap Ilham seraya menatap Gia
“ ga usah ka lagian jalur kita berbeda”
“Tak masalah”
Awalnya Gia menolak namun mama ilham terus membujuk gia akan mau berangkat bareng karena mama ilham takut jika lelaki yang kemarin terus mengincar Gia.
Merekapun pamit layaknya Anak dan menantu Mama ilham hanya menatap kepergian mereka
di dalam mobil Suasana semakin hening karena mereka hanya terdiam sesekali ilham yang mulai pembicaraannya
“Mau pergi kemana?”Tanya ilham sebenarnya ilham sudah tau jika Gia akan pergi ke rumah sakit
“Rumah sakit Citra medika”Ucap gia
setelah beberapa menit akhirnya meraka.
merekapun masuk kedalam rumah sakit tanpa melontarkan sekata pun.
•
•
•
•
__ADS_1
Bersambung