
Di dalam perjalanan Gia hanya bisa menangis Bahkan Gia menyadari bahwa dirinya juga bersalah dalam hal ini. Suara mobil yang lalu lalang Gia hanya membayangkan wajah paginya dengan bahagia menatap wajah tampan Ilham senyum dan tawa bahagia Ilham dengannya Tak seperti sekarang Rasanya semua hancur berkeping keping.
Langkah Gia pun terhenti ketika Tangannya di cekal oleh tangan kekar lelaki. tanpa sadari Gia,,bahwa lelaki itu sudah menemukan dirinya siapa lagi jika bukan Ilham.
Gia pun menoleh dan mendapati wajah Ilham
Menatap bersalah pada Gia.
“Ka...mu”Ucap Gia seraya menepis tangan Ilham yang mencekal tangannya.
“Sekarang masuk mobil”Ucap Ilham dengan muka datar. Sontak membuat mata Gia membuka lebar apa yang di katakannya tadi sore sekarang Ilham memintanya masuk mobil tanpa mengatakan maaf sedikitpun meskipun Gia tau Gia juga bersalah.
Gia pun menghiraukan perkataan Ilham Gia pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Ilham.
Namun tangan Ilham dengan sigap menarik tangan Gia agar Gia berada di dekapannya.
Kini tubuh Gia di peluk erat oleh Ilham
“Soal tadi mas minta maaf Gia!!Mas minta maaf mas hanya ga ingin wanita yang mas cintai sibuk berbincang dengan lelaki lain”Ucap Ilham berbisik di daun telinga Gia
“Cemburu?”Ucap Gia masih dalam dekapan Ilham
“Iyh cemburu?Tadi mas liat kamu sedang berbicara dengan Rahman di halte”Ucap Ilha semakin mengeratkan pelukannya
“Maafkan mas Gia!!Mas tau kamu pasti berat memaafkan suami macam aku!!”
“Maaf tentang ucapan ku tadi yang sudah menyakiti hati kecil mu Gia”
“Mas terajut dengan Rasa cemburu mas”Ucapnya Ilham seraya mencium puncak kepala Gia dengan lembut. Gia hanya terdiam tak mengerti dengan sikap suaminya sekarang.
Dengan bujuk dan rayuan Gia pun masuk kedalam mobil Ilham.Di dalam perjalanan keduanya hanya terdiam membisu hanya suara deru kendaraan yang ada di jalan.
Setelah sampai Di halaman Rumah Ilham langsung turun tanpa menunggu Gia keluar Gia hanya menarik nafas dengan sikap Ilham yang selalu berubah setiap waktu Gia hanya menatap kepergian Ilham dalam Diam
Dia pun melangkah keluar mobil dengan tatapan yang penuh kesedihan.Namun di tengah lamunannya suara Ilham memulihkan pikiran Gia
“Cepat masuk!!segera mandi”Ucap ketus Ilham seraya membuka pintu lebar lebar.
“Ba..ik”Ucap Gia tanpa melihat wajah Ilham.
Gia pun berjalan Menaiki anak tangga dengan wajah menunduk.Kesedihan Gia pun terus membayangkan pikirannya.
__ADS_1
Gia pun langsung membuka pintu kamarnya namun ntah kenapa air mata Gia pun terus mengalir mengingat kejadian tadi yang menimpa dirinya.
“Kenapa masih diam!!”Ucap ketus Ilham pada Gia yang masih mematung di sana.
“Gpp”Ucap Gia
“Kalau GPP kenapa belum mandi”Ucap Ilham dengan menaikan suaranya.
“I..ya”Ucap Gia langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Namun Gia terdiam melihat kamar yang berantakan gia pun mengurungkan niatnya untuk membereskan Tempat tidurnya
Kini Ilham hanya menatap tubuh Gia yang sedang membereskan tempat tidur.Namun kegiatan Gia terhenti karena Ilham memanggil namanya.
“Gia...”Ucap Ilham dengan wajah ketus.
“I..ya kenapa?”Ucap Gia seraya menatap wajah Ilham dengan gugup.
“Apakah kau tidak mendengar jangan pernah membuat aku mengulang semua yang sudah kukatakan”Ucap Ilham dengan nada membentak Gia.
“Maaf ka”Ucap Gia dengan kepala menunduk,,Sikap ka Ilham bukan lagi sikap yang Gia kenal dulu bahkan sikapnya sekarang sangat berubah. melihat wajahnya saat ini teringat kata kata yang di lontarkan padanya.
Ilham hanya menatap bingung dengan perkataan Gia dengan menyebut embel embel ka tidak seperti biasanya
Selepas membersihkan diri Gia langsung memakai pakaian tidur Gia pun menatap wajahnya di cermin Gia merasa menjadi seorang istri yang gagal.
Namun Gia tak pernah menyesal karena ini adalah permintaan papanya meskipun dirinya tersakiti ia akan bertahan dengan ini demi kebahagian papanya di sana.Gia menatap kembali wajahnya di cermin
“Gia...”Ucapnya
Gia sontak terkejut langsung mencari hijabnya namun tak juga di temukan.Namun Gia hanya menyerah jika Ilham melihat rambut hitam yang mengurai sampai pundak.
Kini Gia hanya berani menatap lantai putih kamarnya dengan kepala tanpa di alasi hijab.
“Iya..iya..ka”Ucap Gia dengan nada kecil.
namun Ilham tidak kembali menyaut. Dengan Berani Gia mendongak kepalanya menatap Ilham namun dengan kaget jika wajah Ilham sedang memandang lekat Gia.
“Maafka..Tadi Gia ga sempat pasang Hijab”Ucap Gia dengan ragu menatap kembali wajah Ilham hanya memainkan dan mereman ujung baju tidurnya
“oh ya ka ada apa”Ucap Gia sekali lagi
“makan lah mama sudah menunggumu”Ucap ilham singkat seraya berjalan menuju meja kerjanya.
__ADS_1
“Ingin sekali ku ungkapkan pada mu bahwa aku sangat suka pada mu jika kau memulai pembicaraan aku sangat suka sikap lembut mu aku sangat suka nada bicara sopan mu aku suka penyampaian kata mu aku suka senyumu dan aku suka jika kau tertawa”Minolog hati Gia.
“aku akan pergi”Ucap Ilham setelah beberapa lama mereka terdiam
Gia pun kembali menatap Ilham dengan penuh keberanian. Ilham juga menatap Gia namun terlihat tatapan Ilham tak ada kasih yang mengsorot pada tatapannya.
“Sebagai apa kau menatap ku saat ini”Monolog hati terisak Gia
“kaka mau pergi kemana?”Tanya Gia.
“Kau tak perlu tau dan jangan menunggu ku pulang”Ucap Ilham langsung beranjak dan meninggalkan Gia dengan seorang diri.
“Aku tau jika aku tak pantas bersanding dengan pria sepertimu karena kau lelaki yang memiliki segalanya”monolog hati Gia.
*
Sementara di apartemen Ilham hanya memijat pelipisnya yang terasa berat di rasanya. Ilham merasa menjadi seorang lelaki yang jahat ketika masalah datang harusnya Dia menemani dan berusaha merebut hatinya bukan malah pergi meninggalkan Gia sekarang diri.
“Bang ilham”Ucap wanita yang sudah berada di belakangnya Ilham pun langsung refleks melihat kearah suara tersebut.
“Ada apa bang”Ucap wanita itu seraya mendekati tubuh Ilham yang sedang duduk di sofa miliknya.
Ilham pun menarik nafas panjang.Ia akhirnya berdiri menyerahkan kunci mobil pada wanita itu.
“Pergilah Ambil mobil ini!”Ucap Ilham melangkah menuju kamar meninggalkan wanita itu namun lagkahnya terhenti ketika wanita itu memanggil namanya.
“Apa maksudmu!!Bagaimana dengan anak ini”Ucap Wanita itu dengan nada kencang.
“Besarkanlah!!Aku akan tetap memberinya nafkah”Ucap Ilham langsung masuk kedalam kamarnya.
•
•
•
Bersambung
***jangan lupa like and komen
nantikan kelanjutannya ya guys😁😆***
__ADS_1