
Buat yang penasaran visual nya dokter woobin,nih author kasih.[oppa, maap ya pinjem fotonya:)]
Dan ini visual nya kim nana,rekan kerja aya di hotel. Dia eonni nya aya di resto Wkwk.
Kalo ini visual nya asisten kim ya ;D
sifatnya agak mirip sama jimin,tapi lebih periang sedikit.
______________________________________
#Kata kunci baru
» sajangnim \= bos/ atasan
» jagiya \= sayang
______________________________________
Jimin sebenernya juga cukup terkejut,saat mengetahui kehamilan aya,di sisi lain ia ingin sekali bertanggung jawab atas kejadian itu,tapi banyak sekali pertimbangan yang harus ia pikirkan.Jadi untuk menutupi kebingungan dan rasa malu, juga egonya,ia pun memutuskan untuk bersikap masa bodoh,walau hatinya merasa iba.
Dia masih dalam lamunanya menatap kosong ke arah pintu, hingga asisten kim memanggilnya berkali kali.
"sajangnim,sajangnim,sajangnim" panggil asisten kim yang ketiga kalinya.
"eoh,sejak kapan kau ada di sini?" tanya jimin.
"sejak kepergian tuan taehyung" ucap asisten kim.
"acara sudah selesai,dan klien sudah setuju untuk bekerja sama dengan kita tuan,apa perlu sekarang saya meminta ajudan untuk menjemput nona nayra?" tanya asisten kim.
"anyo,kita kembali saja ke apartement, aku ingin segera beristirahat." perintah jimin.
"Nee hoejangnim"
~asisten kim pov~
"padahal sebenernya mengkhawatirkan nona nayra,tapi masih saja berpura pura,atasanku ini memang aneh"
Asisten kim pun mengantarkan jimin kembali ke apartement nya.
Sementara taehyung yang sudah sampai di rumahnya,segera menempatkan aya di kamarnya,dan ia memerintahkan asisten rumah tangganya untuk segera membuatkan bubur untuk aya.
"gadis yang manis,kenapa harus kamu yang mengalami?kenapa harus dengan sahabat ku sendiri?sungguh ini juga berat bagiku" ucap taehyung sambil mengelus kepala aya,dan keluar dari kamarnya.
Ya sejak pertama kali melihat aya di depan sebuah restoran,sejak saat itulah taehyung sudah mulai tertarik dengan aya dan mulai memperhatikan aya diam diam,walau aya tak pernah mengetahuinya.
tak berapa lama kemudian aya sadar dari pingsanya,karena merasa kebingungan dan panik aya pun bertanya setengah berteriak
__ADS_1
"aku dimana?siapapun tolong jawab aku?!"
saat aya hendak beranjak dari tempat tidur,tubuhnya terasa gemetar lemas,ia baru teringat bahwa ia belum makan,dan saat aya hendak kembali terjatuh,taehyung yang masuk ke dalam kamar dan melihat aya akan jatuh,spontan menangkap tubuh aya,
"hati hati nay, tubuhmu masih lemah" ucap taehyung.
aya pun mendongak ke atas,berusaha melihat wajah pria yang membantunya berjalan.
~ Aya pov~
Ya tuhan,taehyung oppa! mimpi apa aku semalam?benar" taehyung oppa!!
Saat aya sedang dalam lamunan keharuan,bercampur bahagia bisa bertemu sang idola lagi dan terus menatap oppanya,taehyung mengejutkan aya
"sudah cukup memandangnya nona?!" goda taehyung
"mwo?anyo aku tidak menatapmu,tolong lepaskan,aku bisa berjalan sendiri" ucap aya menahan malu,dan kesal karna di goda.
"owh ya?tapi pipimu bahkan jauh lebih jujur" goda taehyung lagi.
Aya berusaha tak mendengar oppanya,dan kembali ke ranjang memegangi pipinya yang sudah seperti kepiting rebus.
~***taehyung pov~
"***gadis bodoh,jelas jelas menatapku hingga mulutnya menganga,tapi masih berkata tidak,bahkan pipinya pun lebih jujur,hehe******
"Nay,tunggu di sini sebentar ya,aku akan membawakan bubur untukmu,kau harus makan terlebih dahulu,lihatlah tubuhmu sudah seperti tengkorak saja" ucap taehyung meledek.
"anyo,aku bukan tengkorak,dan aku ingin pulang aku tak...." belum selesai bicara taehyung meletakkan telunjuk nya di bibir aya
"siphal" gerutu aya bersuara kecil dan pipinya kembali bersemu.
"heii,aku mendengarnya" ucap taehyung dari kejauhan sambil berjalan menuju dapur.
Aya terus melihat isi kamar,matanya menatap seisi kamar tersebut.
~Aya pov~
"sepertinya ini kamar oppa, desainya saja mainly sekali,tapi bagaimana aku bisa sampai sini?jangan jangan di tempat acara tadi oppa yang menolongku dan darimana dia tau namaku??
Saat aya masih dalam pikirannya yang di penuhi rasa penasaran,taehyung kembali dengan membawa semangkuk sup.
"ayo makanlah terlebih dahulu,lalu setelah itu minum lah obat,dan beristirahat lah dahulu,jika ingin kembali aku akan mengantarkan besok,ini sudah terlalu larut" ucap taehyung mulai menyuapi aya
"oppa.... boleh aku bertanya?" ucap aya malu malu.
"hemmm" jawab taehyung singkat.
"hemmmm itu apa?boleh atau tidak?"tanya aya kesal.
"hemmm,tentu memang kau pikir apa?" tanya taehyung kembali.
"aish,ekspresinya cepat sekali berubah" gumam aya.
__ADS_1
"mwo?apa yang kau katakan?" tanya taehyung pura pura tidak mendengar.
"anyo,aku tidak berkata apapun,aku ingin bertanya,bagaimana caranya aku bisa sampai disini?" tanya aya berusaha menghindari pertanyaan taehyung,dengan kembali ke topik utamanya.
"kau pikir bagaimana?kau menggigau ke sini apakah mungkin" ucap taehyung.
"anyo,seingatku tadi aku sepertinya pingsan di aula,lalu tidak ingat lagi.apakah oppa yang menolong dan membawaku ke sini?ucap aya mencoba menebak.
"hemmm"jawab taehyung singkat.
"adakah jawaban selain hemmm? oppa ini seperti temampu saja,menyebalkan jika di tanya" ucap aya sambil mengerucutkan bibirnya.
Taehyung yang merasa gemas melihat tingkah aya,ia menjadi ingin mencium bibir mungil itu untuk menghentikannya terus mengoceh,tapi karna dia sadar bahwa wanita yang ada di hadapannya ini bukan wanita biasa,dan di agamanya melarang untuk berbuat demikian, ia berusaha menahannya,dan menyumpal mulut aya dengan menyuapi nya kembali,seraya berkata
"habiskan dulu buburnya,baru bicara" ucap taehyung.
"aku bisa makan sendiri,berikan sendoknya" gerutu aya yang tidak terima di omeli.
"menurut saja,duduk diam habiskan,dan minum obat,biar aku yang suapi dan jangan banyak bicara,atau kau akan tersedak" perintah taehyung tegas,dengan tatapan tajamnya.
karena sudah di marahi,aya pun hanya bisa menurut saja,terlebih lagi tatapan tajam taehyung membuatnya seperti akan di telan oleh monster,belum lagi memang tubuhnya belum begitu kuat,jangankan untuk melakukan aktivitas,untuk duduk setengah terbaring saja masih terasa lemas.
Setelah Aya menghabiskan makanannya, dan sudah minum obat, ia memutuskan untuk meminta taehyung mengantarkanya kembali.
"taehyung oppa,bisakah tolong antar aku kembali?" tanya aya sedikit takut.
"anyo,istirahatlah malam ini,tubuhmu masih butuh istirahat,besok aku akan mengantarkan mu kembali" ucap taehyung.
"tapi..."
"kamu tenang saja,aku tau apa yang ada di benakmu,aku takkan menyentuhmu,istirahatlah dengan nyenyak,dan temanmu,aku sudah memberikannya kabar,kalian membuat janji bukan malam ini? aku sudah mengatakan pada mereka,kau sedang sakit dan butuh istirahat" jawab taehyung menjelaskan dan mencoba menenangkan aya.
"Bagaimana oppa menghubungi mereka?" tanya aya penasaran.
"dengan hp mu,memang dengan apa lagi?" jawabnya enteng.
"tapi sandinya?"
"itu mudah,tanggal ulang tahun jimin,memang apa lagi kalau bukan itu?"ucapnya meledek.
*blush
pipi aya kembali bersemu,bagaimana tidak oppa taehyung menggodanya terus menerus.
"sudahlah istirahat,jangan memikirkan hal yang aneh" ucap taehyung pergi meninggalkan aya.
~ Aya pov~
"Bagaimana oppa bisa tahu sandinya?kalau begini kan aku malu,tapi jika mengingat jimin oppa,hatiku masih sakit,sudahlah istirahat saja."
Sementara di ruang baca
~taehyung pov~
__ADS_1
"sungguh kasihan,bahkan karna kejadian itu kau harus mengalami trauma,maafkan aku yang tak bisa menjagamu jagiya"
Malam pun semakin larut,aya sudah tertidur nyenyak di kamar taehyung,sementara taehyung tertidur lelap di ruang baca.