Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Tetaplah tegar


__ADS_3

#***Kata kunci*


» Joyonghi \= diam!


» agassi \= Nona


» paboya/ pabo \= bodoh


» mianhe \= maaf


» Nee \= iya,baiklah**


» anjeuseyo \= silahkan duduk


» chingu \= teman perempuan


» oseyo \= masuklah


» kiyopta \= manis


…………………………………………………………………………


*Brukk***


Seketika tubuh mungil aya ambruk.Air mata pun mengalir membasahi pipinya.


Ya,apalagi kalau bukan karena orang di hadapannya.


~Aya pov~


anyo,ini tidak mungkin.dia orang yang sama,yang menodaiku semalam,diakah oppa yang selama ini aku sayangi?jimin oppa? tuhan ini sungguh tak adil...


Aya hanya bisa terduduk lemas tak bergeming.


"agassi,kau tak apa?" tanya jimin


Aya tak menghiraukan pertanyaan tersebut,ia masih dalam lamunanya dengan air mata yang mengalir semakin deras.


karna tak ada jawaban,jimin pun mendekat ke arah aya.


"agassi,sebelumnya aku ingin minta maaf soal kejadian semalam,aku benar benar tidak sadar kalau semalam wanita itu bukan lee bona kekasihku,dan aku tak tahu jika kamu masih gadis,,,mianhe,,,aku benar benar tidak bermaksud...


"joyonghi,jangan mendekat" teriak aya ketakutan.


"agassi,tenangkan dirimu,aku hanya mencoba meminta maaf,aku pun sungguh tak tau kau juga seorang army muslim,sungguh mianhe,aku mengecewakan mu,mianhe karna membuatmu takut" ucap jimin tegas..


"paboya,aku benar benar bodoh"


"sekali lagi,maafkan aku"


Setelah beberapa menit sama sama terdiam. jimin berkata kembali.


"agassi,mengapa kau tak mengambil cek yang ku berikan semalam?"


"saya tidak butuh cek itu,mahkota saya tak ternilai harganya,yang saya butuhkan adalah pertanggung jawaban,saya bukan barang" ucap aya tegas di sela isaknya.


"lalu aku harus bagaimana terhadap dirimu?kau mau aku menikahimu?aish,itu tidak mungkin nona,pertama statusku,dan statusmu berbeda.kedua statusmu sebagai army akan semakin mengundang perhatian publik,belum lagi aku yang dulunya artis,aku harus bagaimana?hah!" ucap jimin penuh emosi.


"begini saja,kalau kamu tidak menginginkan cek ini,tak apa.aku takkan memaksa,tapi ingat,,, tutup mulutmu,jangan sampai orang lain tau,paham?" tegas jimin.


"lalu bagaimana dengan diriku?oppa kau menghancurkan masa depanku,aku harus bagaimana?" teriak aya.

__ADS_1


"joyonghi... sekali lagi kau berteriak di depan mukaku,ku tampar kau." ucap jimin kesal.


"begini saja,kau pulanglah dulu,nanti kita bicarakan lagi,saat ini pikiran kita sama sama kacau"


"asisten kim..."panggil jimin


"asisten kim,tolong antar nona ini pulang perintahnya" perintah jimin


"Nee,hoejangnim"


"heiii,aku belum selesai bicara!" teriak aya.


"Asisten sialan,lepaskan aku.aku masih bisa berjalan sendiri"


"tidak bisa nona,ini perintah"


"baiklah,terserah apa katamu,tapi tak perlu menyentuhku" ucap aya kesal.


~Aya pov~


aku harus bagaimana sekarang? hancur sudah semuanya.


Sesampainya di rumah,aya segera menelfon kedua sahabatnya, untuk meminta mereka menemani aya malam ini.


~ Aya pov~


kalo malam ini mereka datang kan seenggaknya aku ada temen ngobrol,dan ya bisa mengalihkan pikiranku dari dia,siphal..


Hari sudah sore,aya memutuskan untuk merapikan rumahnya dan membeli beberapa camilan untuk ke dua temanya.ia pergi ke mini market dekat rumah.


Setelah setengah jam aya memilih camilan,ia pun segera membayarnya di kasir,dan saat hendak keluar tiba tiba


Aya bertabrakan dengan seseorang,


"ah..mianhe agassi" ucap pria tersebut.


"gwaenchanha..." ucap aya santai


"mmm.. kiyopta" guman pria itu dalam hati..


Pria itupun berlalu masuk ke dalam mini market,sementara aya kembali ke rumah.


*malam harinya


Saat aya selesai melaksanakan shalat isya,


*ting tong ting tong


bunyi bel tendengar nyaring.


"tunggu sebentar!" seru aya .


aya pun pergi membukakan pintu.


"oseyo" ucap aya mempersilahkan.


"mian ya aya kita telat,hehe" ucap ara


"anjeuseyo chingu"


"tumben ya,kamu ngundang kita,biasanya kita meski minta ijin dulu kalau mau main ke sini,kenapa nih tiba tiba saja meminta kita datang?" tanya ara .

__ADS_1


"mmm. gwaenchanha, aku hanya tak ingin sendiri malam ini,apa kalian keberatan menemaniku,?"


" anyo" jawab ara dan aria kompak


" baguslah,jika kalian keberatan,gaseyo" ucap aya enteng.


"hoho.... kau ini kita kan teman " timpal ara tertawa.


"makanlah,aku sudah memasak ini,dan ada beberapa camilan di dapur"ucap aya menawarkan.


"gomawo aya"


Waktu menunjukan pukul sebelas malam.mereka masih asyik dengan hp masing masing,hingga aria memecah keheningan.


" chingu,ngantuk nih,gua duluan yah", pamit aria menuju kasur.


" ahhh gak seru nih masa tidur duluan" protes aya dan ara.


tapi aria yang mengantuk tak menghiraukan ucapan kedua sahabatnya.


"ya, lu dengerin lagu apa si?dari tadi fokus banget?" tanya ara merebut earphone yang di kenakan aya.


"heii,jangan asal merebut dong!" ucap aya kesal.


"ya udah nih gua balikin,jangan marah dong" ledek ara.


"terus aja ngeledek!"


"udah udah daripada ribut mending tidur yuk" ajak ara


akhirnya ara dan aya memutuskan untuk tidur.


Jarum jam menunjukan pukul satu pagi dini hari.


*sementara di sebuah bar


~jimin pov ~


aku harus bagaimana terhadap dirimu nona? aku menyesal ,tapi juga tak bisa sembarangan mengambil keputusan.ahhhh...


mianhe agassi..


Saat jimin sedang melamun,


"hei,kau kenapa kawan?" tanya seorang pria menepuk dari belakang.


"eoh..tae aku sangat bodoh ,pabo... aku menodai seorang gadis,dan dia Army" ucap jimin di sela mabuknya


"mwo? tunggu maksudmu kau ?! " tanya taehyung ragu.


"hemmm,, dia seorang muslim, aku harus bagaimana terhadap dia eoh?"


"kawan bagaimana bisa kau seceroboh itu hah?!"tanya tae geram.


"kau tau bukan,aku akan marah jika ada yang menyakiti army?! jangan bilang kau mabuk saat melakukan itu? dan kau menganggapnya lee bona?" tanya tae tegas.


tak ada jawaban dari jimin,


"ya jimin! jawab aku!" bentak tae.


"aish,tertidur ternyata,ayo pulang saja,kau sudah sangat mabuk, besok saja bicarakan lagi" ucap taehyung mencoba memapah jimin dengan penuh kesabaran.

__ADS_1


__ADS_2