Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Serumit benang


__ADS_3

"oppa..." panggil aya lembut.


"kamu sudah sadar?aku ingin membuat bubur untukmu dulu apa tubuhmu masih terasa tidak enak?apa ada yang sakit?" tanya taehyung.


"anyo, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih, entah apa yang akan terjadi padaku jika tidak ada oppa,mungkin aku sudah mati bunuh diri" ucap aya.


"hei, jangan berkata begitu,lain kali tidak boleh bertindak sembarangan lagi! " ucap taehyung mengingatkan dan menarik hidung aya.


*blush


pipi aya bersemu merah


"awww sakit" ucap aya sambil memegangi ujung hidungnya


"apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya aya menahan malu.


"tentu,tapi tidak sekarang,aku mau membuat bubur untukmu dulu,nanti kalau sudah selesai makan dan minum obat,baru bebas bertanya,dan akan ku jawab, mengerti?" ucap taehyung menjelaskan.


"Nee oppa,masak yang enak ya!" canda aya


"Nee agassi, laksanakan" ucap taehyung mengedipkan sebelah matanya, berusaha menggoda aya.


aya hanya menjulurkan lidahnya meledek taehyung balik, dan taehyung pun pergi ke dapur memaksakan bubur untuk aya.


Tiba tiba suara ponselnya berbunyi membuat aya sedikit terkejut.


"yeoboseyo, dengan aya ini siapa ya?" tanya aya .


"mianhe agassi mengganggu waktunya,ini asisten kim" ucap asisten kim di seberang telepon


"eoh asisten kim, anyo anda tidak mengganggu sama sekali,ada apa menghubungi ku?" tanya aya penasaran.


"begini nona, tuan meminta nona untuk datang menemuinya sore ini, ada yang ingin ia bicarakan" jelas asisten kim.


"katakan padanya,aku tak ingin datang, tak ada yang ingin ku bicarakan dengan nya" ucap aya ketus menjawab asisten kim.


"terserah nona mau setuju atau tidak,kami tak perlu persetujuan nona, nanti sore saya akan menjemput anda, jika anda bersikeras menolak pekerjaan anda akan menjadi taruhannya" ucap asisten kim yang langsung memutuskan panggilan telepon.


"hei!! aku belum selesai bicara, asisten sialan, semaunya sendiri dan bahkan mengancam? asisten gila!!! bahkan aku belum bertanya padanya dari mana dia mendapat nomerku" gerutu aya kesal dan melemparkan ponselnya ke arah sembarang di atas kasur.


Sementara di tempat lain

__ADS_1


"asisten kim, apa kau sudah mengatakan padanya?" tanya jimin pada asisten kim.


"Nee hoejangnim, dia sempat menolak,tapi seperti perintah tuan, aku sudah mengancamnya" jelas asisten kim.


"oh kerja bagus, kita kembali sekarang ke apartement,katakan pada bibi untuk memasak lebih malam ini" perintah jimin pada asisten kim.


"Nee hoejangnim" jawab asisten kim.


jawab asisten kim.


Di rumah aya


"siapa tadi yang menelfon? aku dengar sepertinya kau sedikit kesal padanya" tanya taehyung memasuki kamar aya,dengan membawa semangkuk bubur.


"anyo bukan siapa siapa, hanya tukang asuransi yang meneyebalkan" ucap aya membohongi taehyung.


"eoh, kalau begitu sekarang makan dulu ya,tak baik jika marah terlalu lama, nanti bertambah tua" ledek taehyung dengan senyuman hambarnya.


Dia tau jelas bahwa yang menelfon aya bukanlah seorang yang menawarkan asuransi,ia tahu bahwa itu asisten kim,yang jelas menelfon atas perintah jimin,tapi dia memilih untuk berpura pura tidak tahu untuk menguji kepercayaan aya padanya.


Apakah tebakanya benar bahwa aya akan berbohong padanya,yang menandakan bahwa aya belum bisa mempercayai taehyung sepenuhnya,dan itu membuat taehyung sedikit kecewa,dan hanya tersenyum hambar pada aya.


Sementara aya sendiri juga tak ingin membuat taehyung semakin khawatir padanya,sudah cukup sejak kemarin ia merepotkan oppa nya,ia tak ingin menambah masalah semakin rumit,apalagi jika membuat kedua oppa nya bertengkar hanya karena dirinya,itu mengapa aya terpaksa berbohong pada taehyung.


Saat rapat masih berlangsung,pikiran jimin tak bisa fokus ia beberapa kali melamun memikirkan nasib gadis yang telah ia nodai.


Sejujurnya ia sangat tidak tega saat melihat aya pingsan,apalagi kemarin ia memarahi aya hingga aya menangis ketakutan.


Tak seharusnya dia membentak gadis tak bersalah itu,tapi mau bagaimana lagi egonya kemarin mengalahkan nuraninya.


Ia terus berusaha memikirkan bagaimana caranya bertanggung jawab atas aya dan janin yang ada di kandungannya.


~jimin pov~


" jika aku menikahinya itu mustahil, aku tak mencintainya, tapi jika tak bertanggung jawab atas nya juga tak mungkin,bayinya jelas miliku. aku harus bagaimana? atau aku bicara lagi saja dengan nya secara baik baik? atau memintanya tinggal di rumah ku agar aku bisa memantau dan bertanggung jawab sampai bayinya lahir? ahhhhh ini membuatku gila! "


masih dalam lamunanya,hingga asisten kim memanggilnya karena klien bertanya padanya,tapi tak mendapat respon


" hoejangnim! " panggil asisten kim


" ah,Nee? " jawab jimin kebingungan karena kaget.

__ADS_1


" klien ingin bertanya tuan " ucap asisten kim menjelaskan.


" eoh Nee, mianhe aku tidak fokus " ucap jimin berusaha meminta maaf pada klien.


" lain kali fokuslah,dan kami mohon anda bisa lebih profesional " tegur klien tersebut.


Rapat kembali berjalan,asisten kim sendiri sebenarnya sedikit terkejut,karena baru kali ini bos nya melamun dan tidak fokus saat sedang meeting bersama kliennya,dan ia yakin pasti bos nya ini memikirkan nona nayra.


*flash back off*


Setelah selesai makan dan minum vitamin, aya melanjutkan pertanyaanya yang tertunda tadi.


" oppa, bagaimana dan sejak kapan oppa mengenal ku? " tanya aya penasaran.


" ingin tahu? " tanya taehyung


meledek.


" hemhemmm " jawab aya penuh antusias.


" di depan restoran " jawab taehyung singkat.


" mwo? maksud oppa restoran *****?" tanya aya sedikit ragu.


" wae? tak percaya saat itu kau bermuka masam bukan karena tak berhasil menemuiku? di konser pun aku pernah melihat mu,hanya saja masih samar " ucap taehyung enteng.


" konser yang di ***** di acara jumpa fans? " tanya aya penasaran


"eoh, saat itu aku belum begitu mengenal mu, tapi saat di depan restoran aku melihat mu kembali dan penasaran " ucap taehyung.


" lalu jika hanya sekedar mengenal mengapa oppa mau menolongku? jika army lain tau mungkin mereka akan cemburu " tanya aya polos


" memangnya salah menolong orang? apalagi kau penggemar ku, jangan berfikir yang aneh aneh " ucap taehyung berbohong, berusaha menyudahi pertanyaan aya yang semakin kemana mana.


" anyo, mianhe jika aku salah bertanya oppa " ucap aya meminta maaf.


" gwaenchanha, oppa pulang dulu ya, sore ini masih ada urusan, jaga diri dan jangan sampai kelelahan, hubungi aku jika ada masalah, nomerku ada di ponselmu, jangan berfikir yang aneh, aku pergi " ucap taehyung sambil mengelus kepala aya sekilas.


" hati hati oppa " ucap aya melambaikan tangan mengantar kepergian taehyung di depan rumah nya.


Aya pun segera bersiap untuk pergi menuju tempat jimin, mau bagaimana lagi, jika aya menolak pekerjaannya terancam,mau tidak mau harus datang.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi aya terus memegangi perutnya, memikirkan tentang masa depan nya yang sudah hancur dan nasib janinnya, tak terasa air mata kembali mengalir di pipinya,dan aya kembali menangis di dalam kamar mandi.


__ADS_2