
# Kosa kata baru
» nom \= baji**n**
» michin \= gila
» ajumma \= bibi
» igo mogo bwa \= coba makan ini
» miyokguk \= sup rumput laut
» otte \= gimana/bagaimana
» masitji \= enak kan?
» masitda \= enak.
» yangachi \= bre****k
» oseyo \= silahkan masuk***
…………………………………………………………………………
Sesampainya di depan rumah ara, aya langsung menekan bel.
*ting tong
bunyi bel begitu nyaring, yang membuat ajumma segera berlari membuka pintu
" eh nona aya,cari non ara ya? oseyo agassi, biar saya panggilkan " ucap seorang pelayan.
" aniya, biar saya langsung ke kamarnya." ucap aya yang bermaksud tak ingin merepotkan ajumma.
" oh, kalau begitu saya permisi dulu ya, nona langsung naik saja ke lantai dua " ucap ajumma
" oh Nee, gomawo ajumma " ucap aya berterima kasih.
saat aya sedang melangkah masuk ara sudah lebih dulu keluar kamar untuk menyambutnya.
" aya!!!" ucap ara sambil berlari menuruni tangga,dan spontan memeluk aya.
" kamu nangis, kenapa? dia ngapain kamu hah?! jangan nangis, ke kamar aku yuk, ceritain semuanya, aria ada di dalem juga " ucap ara berusaha menenangkan aya.
" kok kamu bisa tau kalo aku dateng? padahal aku kan tadi bilangnya nanti" tanya aya penasaran.
" aku udah hafal bau kamu, dari kejauhan udah kecium" ucap ara.
" berarti kamu yeontan dong? " ledek ara
__ADS_1
"sialan kamu ya, udah udah naik yuk, oh ya, ajumma tolong buatkan camilan ya"
" Nee agassi"
merekapun menaiki tangga menuju lantai dua.
Sesampainya di kamar, aya menceritakan semua yang terjadi pada kedua sahabatnya hingga selesai, air matanya kini mengalir deras, dadanya terasa begitu sesak.
" peluk aku,tolong peluk aku. aku harus bagaimana ra,ri? " pinta aya di sela isak tangisnya.
" ya ampun ya, sini sini, lepaskan aja semua nya ya" ucap ara berusaha menenangkan aya yang menangis dipelukanya.
" kok jimin oppa tega sih? sikap dia benar benar jauh dari apa yang di beritakan di publik" ucap aria penasaran
" gak peduli aku yang jelas dia jahat ke aya,mau di publik gimana, aku gak peduli. yangachi!!!" ucap ara dengan penuh emosi.
" bukan gitu ra, sikap dia yang berubah pasti ada sebabnya, percuma kalo kita gegabah dan langsung minta keadilan ke dia buat aya, nihil juga hasilnya,kita harus cari tau dulu penyebab sikapnya berubah, baru bisa tahu di mana sisi kelemahan dia ,dari situ kita bisa pojokin dia buat tanggung jawab ke aya" jelas aria panjang lebar.
" iya juga, tumben bicara kamu pinter " ledek ara, karna biasanya aria jarang mau berbicara panjang lebar.
aria hanya menatap ara dengan tatapan kesal.
" oh ya kalo soal taehyung oppa ,gimana caranya dia kenal kamu?" tanya ara penasaran.
" soal taehyung oppa, jujur aja aku juga belum begitu jelas, tapi dia bilang dia pertama ketemu aku tuh waktu meet and great di negara ****** ,terus ketemu lagi di depan restoran yang kemarin itu" jelas aya pada dua sahabatnya.
" katanya dia lihat aku kok, dan katanya emang udah memperhatikan aku dari konser dan meet and great waktu itu, tapi alasan dia perhatian ke aku,belum bisa pastikan" jawab aya yang juga merasa bingung
" wah jangan jangan!" ucap ara yang mulai berfikiran macam macam.
" apa sih ra, gak usah ngaco deh"
" udah ya, sekarang kamu makan dulu ya, kita juga gak bisa menelantarkan bayinya" ucap aria mengingatkan aya bahwa masih ada bayi yang harus di jaga di perutnya.
'' kamu bener ra, bayinya harus tetap hidup,dia gak salah" ucap aya mengelus perutnya.
merekapun menuju lantai satu untuk makan malam.
" mas issage deuseyo " ucap mereka bersamaan.
" igo mogo bwa" ucap ara menawarkan miyokguk pada aya.
" gomawo" ucap aya diiringi senyuman
" otte? masitji? " tanya ara bersemangat.
" Nee masitda" jawab aya dengan senyum yang merekah di wajah mungilnya.
Setelah selesai makan malam, mereka menonton film untuk mengalihkan pikiran aya.
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul sepuluh malam. Aya dan aria memutuskan untuk tidur di rumah ara.
* Sementara di sebuah bar pribadi bangtan.
" jimina, aku perlu bicara denganmu " ucap seorang pria yang tak lain adalah taehyung.
" wae? mau membahas mengenai gadis itu? kau begitu perhatian padanya, apa kau menyukainya? " tanya jimin tersenyum smirk.
" bukan urusanmu siapa yang aku suka, aku hanya ingin kau bertanggung jawab atas nya. " ucap taehyung tegas.
" woah,,santai saja aku sudah berusaha untuk bertanggung jawab, tapi dia menolak, aku minta dia tinggal di rumah ku sampai bayinya lahir,dia tak mau salah siapa sekarang coba?" jelas jimin.
" kau gila ya? jelas saja dia menolak. ingat dia army , dan dia muslim. dalam agamanya laki laki dan perempuan yang belum menikah tidak boleh satu atap."
" lalu harus bagaimana? menikahinya? itu lebih tidak mungkin, kita berbeda agama, dan kau tau marga park tidak boleh sembarangan menikah" ucap jimin ketus yang mulai terbawa emosi.
Taehyung yang mendengar jawaban jimin hanya terdiam,dan mengepalkan tangannya. karna memang benar adanya pernikahan tidak bisa sembarangan, terlebih lagi mereka menjadi sorotan publik.
" setidaknya kau tak perlu menyentak nya, jangan menyalahkanya. Paling tidak penuhi kebutuhan nya selama hamil, pantau kesehatan nya.ingat dia masih punya keluarga, bagaimana reaksi keluargannya jika sampai tahu putrinya tengah mengandung? " ucap taehyung berusaha mengingatkan dengan menahan emosi.
" tak perlu di beritahu,aku juga sudah berniat begitu, jangan menggurui ku, bayinya miliku, mau di bagaimanakan urusanku sebagai ayahnya dan masalah keluarga nya aku juga sedang mencari jalan keluar,jadi jangan mencampuri urusan pribadiku." jawab jimin dengan wajah yang merah padam menahan rasa kesalnya.
taehyung yang merasa emosinya tak dapat di tahan lagi karna ucapan sahabatnya,ia segera maju dan menarik krah kemeja jimin dan mencekramnya.
" nom!! michin! dengarkan aku, mulai sekarang nayra aku yang akan menjaganya,jika berani membuatnya menangis lagi, kita bahkan tak akan saling mengenal lagi. ****!" ucap taehyung melepaskan cengkramanya pada jimin, dan pergi meninggalkan bar.
Jimin yang mendapatkan perlakuan kasar taehyung hanya bisa menatap pintu keluar dan tersenyum.
~jimin pov~
'' hanya demi wanita kau bahkan kasar pada sahabatmu tae? kau fikir aku tidak gila memikirkan nayra? bayiku ada di perutnya,kau fikir aku ini tega membunuh bayiku? ''
Malam semakin larut, jimin sudah menghabiskan berbotol botol soju hingga mabuk berat dan tertidur.
…………………………………………………………………………
NOTE !!!
Hai readers ku tersayang, di sini author mau minta maaf ya kalo mungkin masih banyak kesalahan dalam penulisan kata/ bahasa,atau mungki banyak kesalahan pengetikan. author minta maaf ya🙏🙏🙏.
Dan kalau ada kesalahan dalam penggunaan bahasa korea nya, mohon koreksinya ya😉.
Semoga readers ku sekalian juga bisa tetap setia ya😊!!!
terimakasih yang sampai kini masih setia mendukung author.
purple you all 💜💜💜
BORAHAE ARMY 💜💜💜
__ADS_1