Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Tenanglah


__ADS_3

*kata kunci baru


» jagiya \= sayang


» Bagsanim \= dokter


» wae \= kenapa


» jinjeonghae \= tenanglah


» Daebak \= keren, luar biasa


…………………………………………………………………………


Sementara di rumah aya, taehyung sudah membaringkan aya di kamarnya.Tak lama kemudian dokter woobin datang dan segera memeriksa kondisi aya,kali ini dokter woobin datang dengan seorang perawat wanita.Setelah selesai memeriksa kondisi aya dokter woobin pun meresepkan beberapa vitamin.


"taehyung,ini vitamin yang harus di minum nona nayra,jangan biarkan dia terlalu lelah,juga jangan sampai dia berfikir keras,apalagi stress.kondisinya saat ini masih rapuh karna ini masih trimester pertama nya, jika kau tak ingin sesuatu terjadi padanya,tolong jaga nona nayra" ucap dokter woobin menjelaskan.


"Nee bagsanim,gomawo woobin,kau selalu tepat waktu disaat seperti ini" ucap taehyung


"santai saja,baiklah aku kembali dulu" ucap dokter woobin pamit.


"sekali lagi gomawo" ucap taehyung berterima kasih kepada dokter woobin.

__ADS_1


Di tengah kepanikan karena aya yang belum kunjung sadar, taehyung memperhatikan kamar aya.


~taehyung pov~


"Daebak! bahkan poster kami masih ia pasang,bahkan boneka bt21 miliknya lengkap,ini pertama kalinya aku melihat isi kamar army secara langsung,walaupun poster jimin lebih dominan,tapi kenapa dia memasang semua ini di korea? bukanya dia hanya sementara di sini?"


Saat taehyung masih sibuk mengamati,dan sibuk dengan semua tanda tanya di benaknya,suara lembut seseorang membuyarkan pikirannya.


"oppa..." panggil aya yang melihat taehyung masih ada di sampingnya.


"Nee, wae? apa kau sudah merasa baikan?" tanya taehyung memastikan.


"gwaenchanha, oppa bisa bantu aku,tolong ambilkan kalender yang ada di mejaku?"


"eoh,Nee tunggu sebentar" ucap taehyung beranjak mengambil kalender yang di minta aya.


"anyo!!! aku tak mungkin hamil, anyo!!!" teriak aya tiba tiba sambil melemparkan kalender tersebut,air mata aya mulai mengalir di iringi isak tangisnya.


Aya terus menggelengkan kepalanya dan berteriak tak bisa menerima keadaan nya saat ini yang tengah hamil. Memikirkan kejadian kemarin saja sudah membuatnya sangat stress.


Sekarang dirinya tengah mengandung membuatnya jauh lebih terpukul,ia tak mungkin menggugurkan bayi tak berdosa tersebut,tapi ia juga tak mungkin memberitahu ibunya.


Jika mengatakan pada keluarganya hanya akan menambah kerumitan masalah.Pikirannya saat ini kacau, ia ingin sekali bunuh diri saat ini juga. Ia juga ingin memukul wajah oppa kesayangannya itu,siapa lagi kalau bukan orang yang membuatnya harus menderita seperti sekarang.

__ADS_1


Taehyung yang melihat aya semakin tak karuan pun segera memeluk erat tubuh aya dan berusaha menenangkanya.


Aya yang merasa sedikit terkejut dengan pelukan yang di berikan taehyung hanya bisa pasrah,bukan karna ia mencari kesempatan,tapi memang dirinya saat ini benar benar membutuhkan sandaran,ia merasa seakan tubuhnya patah menjadi berkeping keping. Ia hanya bisa menangis dalam pelukan taehyung,walau sebenarnya otak aya memerintahkan untuk menolak pelukan itu,tapi hatinya berkata lain.


"oppa anyo,paboya!! hiks aku tidak mau mengandung,aku harus bagaimana?anyo!!!" tangis aya sambil berusaha memukul kepalanya sendiri.


"sssst... tenangkan dirimu,aku di sini untuk mu, jangan menangis lagi ku mohon, jangan buat bayinya sedih karna ibunya menangis" ucap taehyung menaruh telunjuknya di bibir aya berusaha menenangkan.


"tapi aku tak ingin bayinya oppa!!" ucap aya terus berusaha memberontak.


"heiii jinjeonghae , kita bicarakan baik baik ya" ucap taehyung berusaha menahan aya yang memukul dada taehyung.


Saat taehyung masih berusaha menenangkan aya dalam dekapanya, ia merasa semakin lama pukulan aya melemah,


"nay?" ucap taehyung berusaha memastikan kondisi aya karna tak ada lagi perlawanan dari gadis mungil itu.


Saat taehyung melepaskan pelukanya pada aya, ia cukup terkejut karna tubuh aya tak bergerak, dia kembali pingsan dan membuat taehyung panik. Taehyung pun kembali membaringkan tubuh aya di kasur.


~taehyung pov~


"nay, ku mohon jangan salahkan dirimu lagi ,ini bukan salahmu, jangan seperti ini lagi, jangan menangis lagi, aku akan tetap disisimu sampai kapanpun, ini salah si ba****an itu, jadi ku mohon tersenyum lah kembali. Aku akan tetap menjagamu meski bayinya bukan milikmu"


Sudah setengah jam Taehyung terus menggenggam tangan aya. Sesekali dia mengoleskan minyak di hidung aya.Diapun memutuskan membuat bubur untuk aya,sebelum ia pergi ke dapur ia mengecup kening aya sekilas.

__ADS_1


"jangan membuatku khawatir lagi jagiya ku mohon" ucap taehyung menitihkan air matanya,menetes tepat di atas kening aya.


Tepat saat taehyung hendak melangkah ke dapur, tiba tiba tangan lembut aya menarik tanganya menghentikan langkah taehyung.


__ADS_2