Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Kamu berbeda


__ADS_3

#kata kunci baru


» Sillyehabnida \= permisi


» deul eowa \= masuklah


» anjda \= duduklah


» budi \= silahkan


» bal-eon \= bicaralah


…………………………………………………………………………


Jam menunjukkan pukul empat sore waktu korea.


Aya yang sudah selesai bersiap pun segera berangkat menuju tempat jimin.


Aya berangkat menggunakan transportasi umum, ia memilih menggunakan kereta,untuk menghemat pengeluarannya.


Di tengah perjalanan menuju tempat jimin, aya memutuskan untuk menghubungi kedua sahabatnya terlebih dulu agar mereka tak terus khawatir karena dirinya.


*tut... tut... tut...


suara panggilan telepon terdengar.


" eh aya kamu kemana aja? kamu mau bikin kita jantungan gara gara khawatir sama kamu? '' teriak seseorang di seberang telepon.


'' woi biasa aja kali gak usah teriak, telingaku bisa rusak gara gara kamu, aku gak tuli '' ucap aya tidak terima sahabatnya menyalahkanya.


" lagian kamu kemana aja, aku sama aria paniknya setengah mati tau, kemarin juga kamu bilang lagi sakit, tapi aku yakin itu bukan kamu yang mengirim pesan, karna itu bukan bahasa kamu banget '' ucap ara terus memarahi aya panjang lebar.


'' aku jelasin nanti, intinya sekarang aku cuma mau bilang aku baik baik aja soal minta pertanggung jawaban ke oppa jimin, biar aku yang urus.kalian jangan terlalu khawatir ya '' kata aya berusaha meyakinkan dan menenangkan rasa khawatir sahabatnya.


" mwo?! kamu serius ya mau ke sana sendiri? wae? ''


" Nee, nanti aku kabarin lagi, intinya gak usah khawatir lagi, ceritanya panjang nanti aku jelasin''


" bener ya, kamu utang penjelasan ke kita loh, awas aja kalo gak menjelaskan '' ucap ara sambil melirik ke arah aria yang hanya diam saja, ara memastikan dan sedikit mengancam aya.


" hemmmm, bawal banget iya nanti aku jelasin, udah dulu ya '' ucap aya memutuskan panggilan.


" ehhh, malah langsung di matikan " gerutu ara.


" udah biarin aja, kita tunggu aja penjelasan darinya, lagipula aya bukan anak kecil lagi ra, dia pasti tau keputusan yang terbaik untuk dirinya, daripada terus menggerutu lebih baik makan '' ucap aria berusaha menenangkan ara.


" iya iya '' jawab ara dengan terpaksa.


*Di depan apartemen jimin


*ting tong


" Sillyehabnida " ucap aya menekan bel pintu


" tunggu sebentar nona '' jawab asisten kim dari dalam apartemen.

__ADS_1


" budi agassi! deul eowa, ikuti saya '' ucap asisten kim mempersilahkan aya masuk


" gomawo " ucap aya


" dasar asisten sialan,urusanku belum selesai denganmu, lihat saja nanti " gerutu aya dengan suara kecil.


" wae? nona bicara apa tadi? '' tanya asisten kim berpura pura penasaran


" ahhh, anyo mungkin anda salah dengar " ucap aya berbohong


" ohhh Nee '' ucap asisten kim berpura pura tidak tahu, menahan tawanya.


*Di depan ruang baca jimin


" hoejangnim ? " ucap asisten kim memastikan ijin dari CEO nya.


" deul eowa " jawab jimin dari dalam ruangan.


" deul eowa agassi " ucap asisten kim mempersilahkan.


" wae? mengapa raut wajahmu begitu? anjda, aku takkan memakan mu,apa kau takut? '' tanya jimin sedikit meledek.


" anyo, siapa yang takut?! aku hanya malas melihat wajahmu '' jawab aya ketus.


" woah, daebak kau bahkan begitu berani padaku,apa kau tak takut akan di pecat? " ledek jimin


" pecat saja kalau berani, aku tidak takut!" tantang aya pada jimin.


Asisten kim yang melihat reaksi aya hanya bisa menahan tawa karena tuanya tidak seperti biasanya, hari ini pertama kalinya asisten kim melihat wanita yang berani terhadap tuanya, ya selain mantan kekasihnya.


" mwo? kau sungguh ingin di pecat? berani sekali kamu menentang ku ! '' ucap jimin sedikit meninggikan intonasi suaranya.


" anjda, aku ingin bicara serius " ucap jimin.


" bal-eon, aku akan mendengarkan jangan terlalu lama, waktu ku tidak banyak. " ucap aya dengan wajah dingin.


" sebelumnya aku ingin minta maaf soal kejadian kemarin, tak seharusnya aku menyentakmu, maaf juga karena telah menodai kesucian mu, maaf juga membuatmu hamil, aku ingin bertanggung jawab atas bayinya " ucap jimin meminta maaf.


Asisten kim yang ada di ruangan itu membulatkan kedua matanya. Ia tak bisa percaya dengan apa yang di dengar dan dilihatnya barusan. Seorang park jimin yang terkenal sadis dan dingin, yang paling gengsi meminta maaf pada orang lain,hari ini berubah 180°.


" mwo? apa aku tidak salah dengar? " ucap aya tersenyum smirk.


" aniya, aku benar benar ingin meminta maaf padamu, apa kau kira aku bercanda? " tanya jimin dengan sedikit penekanan.


" anyo, aku tidak begitu jelas mendengar, coba ulangi lagi " ucap aya dengan wajah yang berpura pura tidak mendengar.


" mianhe, mianhe ,mianhe puas kau? kau sengaja kan eoh?!! " teriak jimin menahan emosi.


" ohhhh santai saja, kenapa jadi marah? oppa yang ku kenal bukan yang seperti ini sepertinya, apa karna sudah tidak menjadi kpop lagi, itu sebabnya sifatnya berubah? " ucap aya asal.


" agassi,tolong jaga sikap dan perkataan anda,tuan bisa saja memecat anda jika dia mau " ucap asisten mengingatkan.


jimin yang tadinya masih dalam posisi duduk membaca buku, kini telah berdiri dengan mengepalkan tangannya menahan emosi karna tingkah aya.


~aya pov~

__ADS_1


" gawat, sepertinya oppa sungguh marah, padahal aku berniat bercanda saja, dia sungguh seram saat marah, aku tidak boleh sembarangan berkata lagi, atau pekerjaanku akan melayang "


'' heheh, aku hanya bercanda oppa, bal-eon " ucap aya dengan menunjukkan ekspresinya yang lucu, berusaha meredam amarah jimin


'' sudah tidak menentang lagi? wae? " ledek jimin dengan senyum smirk nya.


" gwaenchanha, aku hanya bercanda tadi,sekarang katakan untuk apa memanggilku kemari? '' ucap aya berusaha meyakinkan jimin.


" aku ingin bertanggung jawab atas bayinya,jadi untuk memastikan bayinya baik baik saja dalam pantauanku, kamu akan tinggal di tempatku,semua biaya hidupmu selama masa kehamilan sampai melahirkan aku yang akan menanggungnya.Dan setelah melahirkan kita akan pikirkan bagaimana kedepannya " ucap jimin menjelaskan panjang lebar.


" tinggal di rumahmu? yang benar saja kita bahkan bukan suami istri, hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan juga sebatas idol dan fans.aku juga tak menginginkan uang atau apapun, yang aku butuhkan pertanggung jawaban masa depanku, dan terhadap keluargaku" ucap aya dengan mata yang mulai berlinang.


" tentang masa depanmu, aku akan pastikan semua kembali seperti semula. setelah kau melahirkan, berikan bayinya padaku, maka kau akan bebas, dan aku akan memberikan mu sejumlah uang, bagaimana? '' tanya jimin berusaha meyakinkan.


" anyo, oppa pikir aku ini barang? atau mesin produksi anak,yang bisa kau perlakukan semaumu hah?! aku bukan wanita murahan, kau sungguh menjijikkan, kau berbeda dengan oppaku yang selalu aku impikan " ucap aya dengan penuh emosi dan kekecewaan meninggalkan ruangan itu tanpa pamit.


" heii, apa aku salah bicara? bukan itu maksudku,dasar tidak tahu di untung siphal!! " teriak jimin membanting semua barang yang ada di mejanya.


Asisten kimi hanya diam tak bergeming, berusaha mencerna apa yang terjadi barusan.


Yang terjadi di luar nalar asisten kim, baik dari apa yang dilakukan jimin ataupun yang di lakukan aya,semuanya sungguh mengejutkan.


" hoejangnim, apa perlu saya kejar nona nayra? " tanya asisten kim


" aniya, biarkan dia pergi, saat ini emosi ku buruk, aku takut mempengaruhi bayinya, aku tadi menyentak nya lagi, jika memaksakan dia kemari, takkan berakhir baik,kau keluarlah aku ingin sendiri " perintah jimin.


" Nee hoejangnim "


~asisten kim pov~


''tadi marah, sekarang memikirkannya, kenapa dengan tuan muda ini? kejadian hari ini sungguh di luar nalar ku. "


Sementara aya terus berjalan dengan air mata yang tak mampu di bendungnya lagi, pikirannya kembali kacau.


Padahal sudah dengan berat hati aya melangkah untuk menuju ke sini, tapi yang di dapatkan di luar perkiraannya.


Dia berusaha untuk yakin dan berfikir positif tapi justru berujung pada uang.


~aya pov~


'' memangnya dia pikir aku ini apa? tega sekali berkata seperti itu, oppa mengapa kamu berubah? kamu bukan oppa yang ku kenal lagi,kau bahkan berniat menukar bayimu dengan uang? nak kamu tenanglah, momy tidak akan menukarmu dengan apapun, momy akan berusaha berjuang untuk mu ''


Akhirnya Aya memutuskan untuk pergi ke rumah ara,ia sesekali kali mengelus perutnya,berusaha menenangkan bayinya.


*flash back on*


Di dalam kamar mandi aya terus memikirkan yang terjadi padanya, air mata tak hentinya mengalir membasahi pipinya.


Setelah berfikir cukup lama akhirnya aya memutuskan untuk pergi ke tempat jimin.


~aya pov ~


"mungkin aku bisa datang dulu ke sana,oppa bukan orang yang kejam aku akan bicara padanya, pasti bisa ''


Aya pun segera menyelesaikan mandinya dan bersiap siap.

__ADS_1


*flash back off*


Awalnya aya pikir semuanya masih bisa di bicarakan dengan baik baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya, kini dengan langkah gontai aya berdiri di pinggir jalan dan memesan taxi, pergi menuju rumah ara.


__ADS_2