Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Bagai petir di siang hari


__ADS_3

#***Kata kunci


» mi-chin\= gila


» eonni \= kakak perempuan


» samchon \= paman (orang yang tidak di kenal)


kali ini author kasih kata kunci nya hanya untuk kosa kata baru ya,,soalnya kalau semua kosa kata di ulang dan di masukan kembali,nanti malah jadi kayak gimana gitu dong😂😂


jadi biar ceritanya bisa tetap panjang author cuma kasih kata kunci kosakata baru ya,,, jadi mohon di maklumi***:)


…………………………………………………………………………


Dua minggu sudah berlalu,semenjak aya telah menceritakan apa yang menimpanya dan membuatnya stress,aya menjadi sedikit lega,walaupun kedua sahabatnya terus berusaha menghibur dan menguatkan aya,tetap saja pikirannya takan pernah tenang,terlebih lagi jika ibunya sampai tahu,dia tak bisa membayangkan raut kesedihan,amarah, juga kecewa yang pasti akan membuat kondisi fisik ibunya menurun,dan yang paling parahnya memerintahkan aya untuk pulang ke indonesia,dan harus berhenti mengejar mimpinya.


Belum lagi jika keluarga besarnya tau,pasti akan sangat menambah kepedihan sang ibu.


Itu sebabnya aya memilih untuk diam hingga saat ini,walau pada akhirnya hal tersebut pasti akan di ketahui juga oleh ibunya.


Hari ini seperti biasanya,aya bersiap untuk berangkat kerja,dan besok kedua sahabatnya akan menemani aya untuk menemui si pria es tersebut,tepatnya besok pagi.


Aya bergegas menuju ke dapur,karna hari ini hotel kembali kedatangan tamu istimewa,dan membuat pesta sambutan.


Aya pun mulai mengerjakan pekerjaannya, ia mulai memasak hidangan untuk para tamu.


sesekali aya juga membantu rekan lainya saat pekerjaannya sedikit senggang.


Tapi karna terlalu bersemangat,aya sampai lupa bahwa dirinya bekerja terlalu keras,dan tak meminum air seteguk pun sejak ia sampai.


hingga...


*klontang,,,,,


Suara stainlis kosong yang terjatuh terdengar begitu nyaring,dan menggema.


"Aya are okay?" tanya salah seorang rekannya.


"Nee,gwaenchanha aku hanya sedikit haus dan kurang minum karena terlalu bersemangat." jawab aya berusaha meyakinkan bahwa dirinya baik baik saja.


"Baiklah,lain kali jangan sampai kurang minum,mengerti?!" ucap ucap nana mengingatkan.


"Nee,gomawo eonni"


~ Aya pov~


"kepala sangat sakit sebenernya,pandangan ku pun sedikit gelap,tapi jika aku tak masuk kerja hari ini,bisa bisa kena hukuman lagi.pasti tensi darah ku turun,apalagi sejak tadi aku belum minum,gak boleh manja aya,setelah ini minum dan kembali bekerja,pasti semuanya akan baik baik saja,hwaiting aya"


Setelah meminum air, aya segera melanjutkan pekerjaannya.Hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam,dimana puncak acara sedang berlangsung.Saat aya merasa bahwa pekerjaannya telah selesai,aya memutuskan untuk duduk sejenak mengistirahatkan nadanya,juga berusaha mengkondisikan kepalanya yang sedari tadi terus saja berdenyut.


Saat aya sedang beristirahat sejenak,tiba tiba ia melihat rekannya yang sudah sedikit lanjut usia ada yang kesulitan membawa begitu banyak hidangan tanpa ada yang membantunya.Mau bagaimana lagi,memang semua staff pun sedang sibuk,dengan pekerjaannya.


Akhirnya Aya memutuskan untuk membantu rekan tersebut.


"Samchon,mari sini biar ku bantu" ucap aya menawarkan bantuan.


"anyo agassi,ini tugas saya nona pasti sudah sangat lelah dengan tugas nona juga bukan,jadi tak perlu khawatir paman masih bisa membawanya" ucap pria tersebut berusaha meyakinkan aya


"gwaenchanha,aku sudah selesai dengan tugasku,lagipula semua orang masih sangat sibuk,jadi biarkan aku membantu paman yah?" pinta aya.

__ADS_1


"Baiklah,karna itu maumu nona,sekali lagi terimakasih" ucap paman tersebut.


Akhirnya Aya pun membantu membawa sebagian dari hidangan tersebut.Ia mengikuti paman itu,ya walaupun sebenarnya aya sudah sangat lelah.Tapi dia sungguh tak tega melihat orang yang lebih tua darinya kesulitan,ya walaupun harus menanggung lelah berkali lipat.


*tinggg


pintu lift pun terbuka,terlihat suasana auditorium yang sangat samson.


Saat aya sedang melihat sekeliling,tiba tiba samchon menepuknya.


"agassi ,bisa tolong antarkan yang ini ke sebelah sama? aku harus mengantarkan yang lainya ?" tanya paman tersebut meminta bantuan.


"owh Nee,aku akan mengantarkanya,ada lagi selain ini paman?" tanya aya.


"anyo,hanya ini saja,sisanya aku yang antar"


"Baiklah"ucap aya meninggalkan paman tersebut.


"gadis baik,semoga hidupmu selalu bahagia" humam paman tersebut di hatinya.


Saat aya sedang mengantarkan hidangan tersebut dan menatanya,ia mulai merasa pandangan matanya benar benar kabur,ia berusaha untuk tetap berdiri tegak dan mencari tumpuan,tapi apalah daya.


*prangggg


Sontak seisi ruangan menoleh ke sumber suara yang begitu nyaring.


piring yang ada di tanganya terjatuh,dan ia pingsan tepat di depan seorang pria.


"heii agassi, apa kau baik baik saja?" ucap pria tersebut berusaha membangunkan aya.


"oh ya tuhan,gadis ini?!" gumam pria tersebut kaget,saat melihat wajah aya.


Sementara dari kejauhan seseorang yang juga melihat kejadian tersebut segera menyusul ke arah aya di bawa.dan pria tersebut berpesan pada asistennya.


"asisten kim,tolong urus sisa acara ini"perintahnya


"tapi,," Belum sempat asistennya menjawab,ia sudah di bantah tuanya terlebih dahulu.


"tidak ada tapi,aku harus ada urusan penting" perintahnya dan sedikit berlari meninggalkan auditorium.


Sementara di auditorium semua orang masih sibuk membincangkan aya dari mulut ke mulut.


"siapa gadis yang pingsan itu,bagaimana bisa ia di gendong oleh musisi terkenal itu?bahkan tuan jimin saja bergegas mengejar mereka?! celetuk salah seorang tamu undangan


"iya benar,siapa dia sebenarnya?pasti bukan orang biasa,sampai kedua pirang penting saja khawatir padanya" timpal tamu undangan lainya.


Begitulah yang terucap dari mulut ke mulut,hingga membuat beberapa dari mereka yang hadir merasa geram.Ya siapa lagi jika bukan para wanita yang menyukai kedua pria tersebut.


*Sementara di sebuah kamar hotel


Pria yang membawa aya segera menghubungi dokter pribadinya untuk datang dan memeriksa kondisi aya.


Setelah dokter woobin selesai memeriksa kondisi aya,pria yang tadi menolong nya segera bertanya tak sabaran,karena khawatir.


"Bagaimana dok kondisinya?" tanya pria tersebut khawatir


"tuan taehyung tenang saja tak perlu se khawatir itu,baru kali ini saya melihat tuan mengkhawatirkan seorang wanita" jawab dokter woobin diselingi candanya.


"dok,saya serius! bagaimana kondisinya?sakit apa dia?" tanya taehyung panik,dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"huft... baiklah,memang tidak bisa di ajak bercanda kau ini" ucap dokter woobin sedikit kesal.


"tuan tenang saja,dia hanya kelelahan,dan kurang nutrisi juga sedikit mengalami dehidrasi,dan tekanan darahnya sedikit rendah,dia hanya butuh makan dan istirahat yang cukup,sebenarnya hal ini wajar dialaminya,hanya saja terlalu bekerja keras saja kondisinya saat ini tidaklah bagus,apalagi nona sedang hamil muda" ucap dokter tersebut menjelaskan dengan gamblang nya.


Jedarrrrr


Bagai petir yang menyambar di siang hari, yang membuat taehyung dan juga seorang pria yang baru saja hadir di ruangan itu terkejut bukan main.


"mwo?!!!" ucap keduanya bersamaan.


Dokter woobin yang melihat reaksi taehyung,terutama reaksi pria yang baru saja datang tersebut lantas heran dan bertanya.


"jangan menatapku begitu,aku takut! memangnya apa yang membuat kalian terkejut?atau jangan jangan kalian belum mengetahui jika gadis ini tengah mengandung?dan diantara kalian,siapa ayah bayi tersebut sebenarnya" tanya dokter woobin penuh dengan rasa penasaran.


Saat dokter woobin bertanya demikian,taehyung pun baru menyadari bahwa ada orang lain disini,dan saat ia menoleh kebelakang.


"jimin? untuk apa kau kemari?"tanya taehyung dengan penuh rasa penasaran


Belum sempat jimin membuka mulut,taehyung kembali berkata


"jangan katakan dia orangnya?yaaa jiminshi?!!!" ucap taehyung mencoba menahan amarahnya


"memangnya kenapa kalau dia lagi pula aku sudah memberikan dia ganti rugi,juga untuk kehamilan nya digugurkan saja,selasa kan,aku akan membayar kompensasinya ?"jawab jimin enteng


*bukkk


Satu pukulan melayang mengenai sudut bibir jimin.


"Siphal!!! beraninya kau memukulku?kau memukulku karna gadis itu?hah!! " tanya jimin menahan emosi.


Satu pukulan melayang lagi,tapi kali ini jimin berhasil menghindar.


"Nappeun,**** beraninya kau menyentuhnya,beraninya kau menodai dia hanya karna kebodohan mu yang gila cinta karena boona?!!! ucap taehyung dengan penuh amarah.


Dokter woobin yang melihat situasi sekarang pun mulai mengerti alurnya,dan berusaha menenangkan keduanya.


"hei,tenangkan diri kalian,kita bicarakan ini baik baik" teriak dokter woobin geram.


"shitt, jangan ikut campur masalah kamu, lebih baik kau pergi dari sini,dan terimakasih sudah datang" ucap taehyung tegas.


Akhirnya dokter woobin memutuskan untuk pulang,dan mereka melanjutkan perdebatan tadi


"memangnya kenapa?toh aku juga sudah memberinya cek,dia saja yang menolak"


"kau tau mengapa aku marah?yang pertama dia adalah wanita yang aku sayangi,yang kedua kau menganggapnya barang yang bisa kau beli,dan yang ketiga dia adalah ARM.ARMY kita semua bangtan.teganya kau jimin" ucap taehyung menahan tangis.


"yaaa! taehyung kau ini kenapa?aku kan sudah berusaha bertanggung jawab,masalah bayinya tinggal digugurkan,dan tunggu kau menyukainya?bagaimana bisa?kapan?" ucap jimin dengan penuh rasa penasaran.


"kau pikir ibu mana yang akan tega membunuh bayinya? mi-chin!!" ucap taehyung tegas.


"Dan masalah siapa yang aku sayangi,itu urusan ku jangan ikut campur,kau benar benar mengecewakan jimin hanya karna buta cinta bahkan kau tega berniat membunuh bayi yang bahkan belum bernafas?!!!mi-chin!!" ucap taehyung ketus,dan dengan tatapan tajam.


"yaaa taehyung!! apa hak mu ikut campur masalah ku?selama kita tidak memberi tahu nayra tentang kehamilan nya,aku masih bisa meminta dokter untuk membius dan memgaborsi bayinya,lalu selesai urusan ku,dan kau hanya demi wanita ini kau tega merusak persahabatan kita?bahkan memukulku!!!" ucap jimin penuh rasa kesal.


"terserah apa katamu,tapi yang merusak adalah kau jimin,kau pikir bagaimana reaksi para army jika mengetahui hal ini hah?!" tegas taehyung penuh penekanan.


Belum sempat jimin membantah,taehyung sudah menggendong tubuh aya,dan kembali berbicara


"lebih baik aku bawa pergi dia,walau anak yang dia kandung bukan anakku,aku akan tetap melindunginya,terutama dari mu,dan rencana bilang" ucap taehyung dengan senyum menyerinngai dan meninggalkan jimin seorang diri di dalam kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2