
_***kata kunci_ :
» agassi \= Nona (belum menikah)
» hoejangnim\= CEO
» hwaiting \= semangat
» Nee \= ya,baiklah.
» ajeossi\= paman
» Siphal\= sial,****
» biseo \= sekretaris
» gomawo \= terimakasih
» Sillyehabnida \= permisi
» yeoboseyo \= halo
» paboya \= bodoh
» anyo \= tidak
ini untuk mempermudah readers ku ya..maaf kalo mungkin masih ada yang salah***.
…………………………………………………………………………
Aya yang menangis sepanjang jalan mengundang tanda tanya di benak sang supir.Ia ingin sekali bertanya pada aya,tapi ia ragu,akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.
"agassi boleh saya bertanya?saya perhatikan sepanjang jalan agassi terus menangis,siapa tau saya bisa bantu".
"anyo,saya hanya rindu rumah" jawab aya singkat.
"owh,,,saya kira kenapa.Memang nona bukan orang sini ya?"
"anyo,saya dari indonesia,sedang menutut ilmu di sini"
"oh,, nee hwaiting agassi"
"Nee gomawo" ucap aya.
Lima belas menit kemudian aya pun telah sampai.
"gomawo ajeossi..." ucap aya
Aya pun segera masuk ke dalam rumah,ia merasa tubuhnya begitu sakit,seperti tubuh yang akan remuk.
__ADS_1
Dengan tertatih ia pergi menuju kamar mandi,dan berusaha membersihkan tubuhnya dari sisa kejadian mengerikan tadi.
Selama di dalam kamar mandi aya hanya bisa menangis menahan perih di bagian kewanitaannya juga di hatinya.
Ia tidak pernah terpikir akan menjadi seperti ini,terlebih lagi ini datang dari orang yang ia sayang.
Selesai mandi aya memutuskan untuk tidur.Sebelum tidur ia mengirimkan pesan kepada temanya,untuk ijin tak masuk kerja karna sakit.
Matahari terus naik ke atas sementara aya terlelap dalam tidurnya karena lelah.
Sementara itu,,
*Di hotel *
"Bagaimana,sudah kamu selidiki dia?" tanya lelaki tersebut.
"Nee hoejangnim,ini data yang tuan minta"
"taruh di sini "ucap pria itu.
"kalau begitu saya permisi dulu tuan"
"Nee,pergilah" perintah CEO muda tersebut.
Jimin pun mulai membuka file tersebut,
"ternyata bukan asli korea,dan tunggu mwo? dia Army?dan karyawanku sendiri?"
"ahhhhhh.... siphal,paboya,,, bagaimana aku bisa seceroboh ini?" ucap jimin sembari membanting semua barang di atas mejanya.
Waktu menunjukan pukul 15.00.
karena aya sudah memutuskan untuk ijin kerja hari ini,ia pun menggunakan waktunya untuk istirahat,dan membaca buku.
Saat aya sedang asyik membaca buku tiba tiba saja telfonya berdering.
"yeoboseyo,dengan aya,,, siapa ya?"
"agassi,ini saya asisten pak CEO, dia meminta nona aya untuk datang ke sini sekarang!"
"hah? tapi hari saya sudah mengajukan cuti" ucap aya
"iya,tapi pak CEO meminta anda untuk datang sekarang"
"Nee,saya menuju ke sana"
Sambungan telepon pun di matikan,dan aya bersiap menuju tempat kerjanya.
~Aya pov~
__ADS_1
siphal... harusnya hari ini aku istirahat,tubuh ini masih sangat sakit.Tapi jika aku tidak datang pekerjaanku akan terancam,ya sudahlah.tapi mengapa dia memanggilku tiba tiba? apa aku melakukan kesalahan?atau karna keterlambatanku kemarin?entahlah.
[outfit aya,karna salju sudah semakin lebat]
Dalam perjalanan aya teringat kejadian semalam,ingin sekali aya menangis kencang ,tapi pada siapa?jika dia menceritakan hal ini pada teman temanya pasti akan sangat memalukan,dan jika dia mengatakan ini pada ibunya,mungkin masalahnya akan menjadi semakin besar.
Sesampainya di hotel aya pun segera menuju ruang CEO,tepatnya di lantai 25.
aya pun bertanya pada sekretaris CEO
"Sillyehabnida, saya mau tanya apa pak CEO ada ?"
" oh.. agassi ,silahkan lewat sini,dengan nona aya bukan?" tanya sekretaris.
"Nee,,"
"silahkan nona ,pak CEO sudah menunggu di dalam" ucapnya mempersilahkan.
"oh Nee gomawo biseo.."
*tok tok tok
"Sillyehabnida.."ucap aya sopan
"masuklah"
"mian,tapi ada apa ya anda memanggil saya kemari?apa karna keterlambatan saya kemarin?" tanya aya gamblang menundukkan kepalanya karna takut.
"agassi,kamu sungguh berani dan lucu,tatap saya,jika berbicara" perintah CEO
Aya hanya menggelengkan kepalanya,dan semakin menunduk takut.
Sementara jimin menatap aya dari kepala hingga ujung kaki.
"Apa kamu sungguh tak mengenaliku?" tanya CEO .
"anyo, hoejangnim" jawab aya gemetar.
"coba dengarkan suaraku,dan tatap aku!" perintah CEO.
~Aya pov~
Tunggu suara ini,jangan jangan dia,,,
"tatap!"perintah CEO tegas.
__ADS_1
Aya yang mendengar perintah itu sontak kaget dan langsung menatap CEO nya.