Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Tak terduga


__ADS_3

Keesokan harinya, di apartemen jimin


''asisten kim,tolong perintah seseorang untuk terus mengawasi nona nayra secara diam diam,kemanapun ia pergi,laporkan padaku!'' ucap jimin memerintah.


''Nee hoejangnim'' jawab asisten kim patuh.


Sementara di rumah taehyung aya sedang menyantap sarapan paginya dengan lahap, ia tak menyadari bahwa taehyung terus memperhatikannya.


"hei,makanlah perlahan,tak akan ada yang meminta" ucap taehyung diiringi tawa.


"oppa tidak makan?dan jangan menatapku begitu,aku menjadi sulit untuk menelan makanan ini" gerutu aya sambil memanyunkan bibir mungilnya.


~taehyung pov~


"aish!!! kenapa ekspresinya begitu imut? aku ingin sekali mencubit pipinya,sadar tae ******sadar******,aku juga harus segera memberitahu kehamilannya mau tidak mau"


"anyo,aku sudah cukup kenyang hanya dengan menatapmu" ucap taehyung mencoba menggoda aya.


*blush


pipi aya kembali bersemu merah,


"kau menyebalkan"ucap aya malu.


''setelah habis aku akan mengantarkan mu kembali" ucap taehyung meninggalkan ruang makan.


Sementara di ruang kerja jimin,


"hoejangnim,sebentar lagi kita akan bertemu klien dari jepang"


"kau sudah siapkan semuanya bukan?" tanya jimin pada asisten kim.


"Nee sudah,sekarang kita ke ruang rapat tuan? tanya asisten kim


"tunggu sebentar,bau apa ini?" ucap jimin sambil berlari ke kamar mandi


*hoek*hoek....


tiba tiba saja jimin merasa perutnya begitu mual


"sajangnim,kau tak apa?" tanya asisten kim panik.


"Nee,gwaenchanha sepertinya ini karena aku belum sarapan,asam lambungku naik"ucap jimin berusaha meyakinkan.


"tunggu aku di ruang rapat 10 menit lagi" perintah jimin.


"Nee hoejangnim,tapi apa perlu ku bawakan sarapan kemari tuan?" tanya asisten kim yang masih merasa panik,karena tuanya ini jarang sekali sakit.


"anyo,aku akan memakan camilan saja" ucap jimin.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan"


Jimin pun membuka lacinya,dan mengambil beberapa biskuit untuk mengisi perutnya.Ya jimin memang selalu sedia makanan ringan di ruangannya,bahkan beberapa obat untuk berjaga.


Sementara aya dan taehyung sedang dalam perjalanan menuju rumah aya,tapi dikarenakan taehyung berencana memberitahu aya tentang kehamilan nya,dia pun memutuskan untuk menghentikan mobilnya di tepi jalan,dekat taman.


"eoh,oppa kenapa kita berhenti?rumahku masih cukup jauh,apa kau ingin ke taman?atau kau mau menurunkan ku di sini?" tanya aya asal asalan.


"anyo,ada sesuatu yang ingin ku beritahukan padamu,dan jangan bertanya yang aneh" ucap taehyung dengan wajah serius.


"kenapa tak bicara di rumahku saja saat sudah sampai?"ucap aya yang penasaran.


"aku mau di sini saja,sebelum aku melupakanya"


"dengarkan aku ya" perintah taehyung lembut.


''Nee oppa"jawab aya setengah bingung.


~ Aya pov~


"sebenarnya apa yang ingin di bicarakan,kenapa tidak di rumah saja,jika hanya berdua seperti ini aku kan malu,jantungku sungguh tak terkontrol"


Saat aya masih dalam lamunanya,taehyung pun menjentikan jarinya di kening aya.


"gadis bodoh,kau kenapa melamun? dengarkan aku" ucap taehyung meledek.


"kemarin saat kau pingsan,dokter woobin mengatakan bahwa kamu pingsan karena terlalu lelah,dan kekurangan nutrisi,juga..."


belum sempat taehyung melanjutkan aya sudah menimpalinya


"aku tau,aku memang kurang minum kemarin,aku kira kenapa sampai harus berhenti di pinggir jalan begini" ucap aya enteng.


"kau hamil nay"ucap taehyung melanjutkan kalimatnya yang terputus oleh aya.


*jedarrrrr


Seperti ada petir yang menyambar dadanya di pagi hari


"anyo,aku tak mungkin hamil!!" teriak aya tidak bisa menerimanya.


"oppa kau bohong kan?oppa!!!" ucap aya mengguncang tubuh taehyung mencoba meyakinkan apa yang ia dengar barusan.


"anyo,untuk apa aku berbohong?" jawab taehyung.


"anyo!!!!" ucap aya berusaha tak mempercayai ucapan taehyung,tak terasa bulir air mata mulai mengalir dari pelupuk matanya,tubuh nya terduduk lemas di kursi penumpang,pikirannya kembali melayang pada kejadian malam itu,ia juga memikirkan bagaimana reaksi keluarganya jika tau, kepalanya terasa kembali berdenyut denyut,pandangan matanya mulai kabur,perlahan tubuhnya mulai tumbang,tapi dengan sigap taehyung menahan tubuh mungil itu.


"nay!!!kau tak apa?ya tuhan tau begini lebih baik aku memberitahu mu nanti" ucap taehyung merasa bersalah.


Akhirnya taehyung mengantarkan aya ke rumahnya,dan menghubungi dokter woobin untuk datang ke rumah aya.

__ADS_1


Di kantor jimin rapat sedang berlangsung,saat asisten kim sedang menjelaskan di depan,jimin kembali mencium sesuatu yang aneh.


"humm" tahan jimin menutup mulutnya


"hummp" karena tak tahan lagi jimin berlari meninggalkan ruang pertemuan.asisten kim yang melihat itu langsung pamit


"permisi sebentar ya tuan tuan" ucap asisten kim pada kliennya.


Sementara di kamar mandi


*hoek*hoek


di kamar mandi jimin kembali muntah,kali ini jauh lebih dahsyat dari tubuhnya,tubuhnya mulai terasa lemas tak karuan.


Saat ia sedang berusaha bangkit karena lemas asisten kim sayang membantunya.


"hoejangnim,rapat belum selesai,apa akan di lanjutkan?" tanya asisten kim sedikit ragu.


"anyo,katakan pada mereka aku ada hal darurat,jadi lanjutkan lain hari saja" ucap jimin menahan mual.


"tapi tuan,klien ini sangat penting" ucap asisten kim mencoba mengingat kan tuanya.


"kau tidak dengar aku berkata apa? aku tak suka mengulang perkataanku!" ucap jimin tegas.


"Nee hoejangnim" jawab asisten kim ketakutan


Asisten kim yang mulai merasakan aura kemarahan bos nya,ia segera kembali ke ruang pertemuan dan menyampaikan pesan bos nya.


Klien sempat menolak,karna mereka menganggap ini tak profesional,tapi berkat asisten kim yang terus membujuk nya mereka pun setuju.


Setelah selesai berbicara dengan klien,asisten kim segera menuju ruangan jimin untuk segera melapor.


"sajangnim rapat telah selesai,klien juga telah setuju untuk bekerja sama dengan kita" ucap asisten kim melaporkan hasil rapat.


"hemmm,ada laporan terbaru tentang nayra?" tanya jimin.


"Nona nayra sudah kembali ke rumahnya,tapi nona nayra masih bersama tuan taehyung"


''tak apa yang terpenting tetap pastikan dia baik baik saja" perintah jimin.


"Nona nayra tadi pagi sempat kembali pingsan saat dalam perjalanan menuju rumah nya,sepertinya dia sudah tau soal kehamilan nya tuan" ucap asisten kim menjelaskan


"mwo?! begini saja katakan padanya untuk nanti sore ia datang ke apartement ku,ada yang harus aku bicarakan denganya" ucap jimin. memerintah.


"Nee hoejangnim" ucap asisten kim pergi meninggalkan ruang CEO


~jimin pov~


bagaimana dia tahu soal kehamilannya? pasti taehyung! jika begini urusannya semakin panjang,akan sulit untuk memintanya menggugurkan bayinya! siphal ! sebenarnya bayi itu tak bersalah,tapi reputasiku akan terancam,aku harus bagaimana?!!! ahhhh kenapa aku bisa begitu sial?!

__ADS_1


__ADS_2