Hadirnya Merubah Kisah

Hadirnya Merubah Kisah
Tekad


__ADS_3

#kosa kata baru


» Wangohan \= keras kepala


» Naoda \= keluar


» eoseo hanja issgo sip eo\= aku ingin sendiri


» yeogii ibnida \= ini dia


» aigessseuibnida \= baiklah tuan


» arraseo \= aku mengerti.


…………………………………………………………


Sore harinya seperti biasa aya berangkat kerja.Sebenarnya jimin sudah memintanya untuk berhenti bekerja dan tinggal di rumahnya,tapi bagi aya itu sesuatu yang tak mungkin ia lakukan,belum lagi serangkaian syarat yang sungguh merugikan aya.


Itulah yang menyebabkan aya bertekad untuk merawat bayinya sendiri.


Tentu saja baginya lebih baik harus bekerja keras, daripada memaksakan untuk meminta pertanggung jawaban yang hasilnya justru akan semakin memperumit masalahnya.


Seperti biasanya, Aya berangkat lebih awal dan langsung mengerjakan tugas nya. Sebenarnya Aya termasuk salah satu staf yang rajin, tapi karna beberapa rekanya tak pernah menyukai kehadiran Aya, membuat Aya seringkali terkena masalah yang bukan di buat olehnya.


Jelas sebuah jebakan supaya Aya di pecat, tapi usaha mereka selalu gagal karna ada kim Nana yang selalu membelanya, dan sudah seperti eonni bagi aya.


Saat staf yang lain sudah berdatangan, mulailah terdengar sayup sayup cibiran tentang pingsannya aya, yang di khawatirkan oleh seorang musisi ternama,dan CEO mereka.Mulai dari menerka nerka, hingga cibiran negatif teman-temanya.


Sebenarnya Aya mendengar semua cibiran itu,tapi dia berusaha memasang wajah datar,seolah tak mendengar apapun.


" nay,gak usah dengerin omong kosong mereka ya" ucap Nana menepuk pundak aya dari belakang.


" aniya, aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini" ucap aya berusaha untuk tetap tegar


" kalau ada apa apa ceritakan saja,eonni akan siap mendengar" ucap Nana menawarkan bantuan dan kemudian pergi dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


" Nee eonni" jawab aya dari kejauhan di sertai senyuman.


*Di kantor jimin


" ottoke? " tanya jimin pada asisten kim menanyakan kabar terbaru tentang aya.


" dia tetap memaksakan diri untuk berangkat bekerja, sepertinya dia tak mau menerima tawaran anda tuan" ucap asisten kim melaporkan.


" wangohan! sudah tau hamil malah berkerja meminta pertanggung jawaban tapi tak mau menerima solusiku, aku harus bagaimana kim? " tanya jimin menatap asisten kim,meminta saran


" mungkin anda harus menurunkan sedikit ego anda tuan,mungkin sebab seperti itu nona nayra bisa di ajak bekerjasama." kata asisten kim memberikan saran.


" mwo? menurunkan ego? apa kau mau ku pecat?" teriak jimin yang tak mau menerima saran dari asisten kim.


" naoda! eoseo honja issgo sip eo, aku ingin berfikir" ucap jimin.


"Nee hoejangnim"


Asisten kim pun keluar dari ruangan jimin dengan menahan kesal dan rasa bingung di harinya.


~ asisten kim pov~


…………


Malam harinya jimin memanggil asisten kim kembali


" tolong panggilkan nayra" perintah jimin pada asisten kim.


" Ini masih jam kerja bukan?" tanya asisten kim berusaha memastikan perintah ceo nya.


" Nee, arraseo panggilkan saja,apa itu sulit? di sini siapa bos nya? tanya jimin


" tidak tuan,tidak salah. Tentu saja bos nya anda" ucap asisten kim menahan kesal di wajahnya.


" wae? kau tidak terima?" tanya jimin yang melihat ekspresi wajah asisten kim.

__ADS_1


" aniya, kalo begitu saya panggilkan nona nayra dulu ya" ucap asisten kim pamit.


Sementara di dapur aya masih berkutat dengan beberapa pekerjaan.


" yeoboseyo, apa di sini ada nona nayra?" teriak seseorang dari ujung pintu.


" jika ada tolong panggilkan" ucap pria tersebut.


" yeogii ibnida! " jawab salah seorang koki


Aya masih asyik dengan pekerjaannya. Bukan tuli sebenarnya, hanya saja pikiran aya tidak bersama dengan raganya saat ini, karna terus memikirkan tragedi itu.


" nay! " panggil Nana eonni menepuk bahu aya.


" ah, wae? " jawab aya dengan mimik terkejut


" asisten kim mencarimu, mungkin memang ada yang penting" ucap Nana eonni berusaha meyakinkan.


" eoh! baiklah,terima kasih karena sudah mengingatkan"


Aya pun bergegas ke arah asisten kim.


" wae?" tanya aya


" ikutlah dengan saya,ceo mencari anda nona" ucap asisten kim menjelaskan.


" mwo?! untuk apa? aku tidak mau"


" agassi, anda yakin mau menolak?lihatlah tatapan mereka yang seperti haus akan rasa penasaran,ingatlah pekerjaan taruhannya " ucap asisten kim meyakinkan dengan sedikit menakuti aya.


" aigessseuibnida, aku ikut" ucap aya.


Merekapun pergi meninggalkan dapur dan segera menaiki lift menuju ruangan jimin.


Seperti biasa,sepanjang jalan banyak tatapan dan bisikan bisikan staff lainya,tapi aya tetap berusaha untuk tidak menghiraukan mereka,dan terus berjalan.

__ADS_1


~aya pov ~


'' Memang seperti ini nasibku, bahkan menolak pun tak bisa, hwaiting aya ingat ini demi bayinya,mungkin saja ayah bayinya berubah pikiran''


__ADS_2