Hanya Kamu Yang Ada Di Hatiku

Hanya Kamu Yang Ada Di Hatiku
flas back9


__ADS_3

Sejak wulan masuk sekolah SMA angkasa, hampir tiap hari dia dan surya bertemu. Namun sejauh itu, tetap saja surya tak juga mengungkapkan isi hatinya. Menyatakan cintanya. Dan semua itu, semakin membuat wulan kian bertambah bingung tak mengerti. Seribu tanya pun berkecamuk dalam hatinya, bagaimana si sebenarnya perasaan cowok tampan itu kepadanya? Dibilang tidak cinta, tetapi sikap dan perbuatan surya selama ini pada dirinya bagai seorang kekasih yang penuh perhatian dan senantiasa berusaha menjaga dan melindungi. Bahkan setiap malam minggu, surya senantiasa datang majn kerumahnya. Kadang mengobrol dengannya, atau dengan kedua orang tuanya, surya juga mengajaknya jalan-jalan ke,PGC atau ke, tempatlain. Karna saking penasarannya, sampai-sampai suatu hari wulan berusaha memancing cowok itu agar mau mengungkapkan perasaannya selama ini terhadapnya, akankah perasaan surya itu, cinta atau dirinya hanya menganggap wulan hanya sebatas adik. Atau teman?


"kak.... "


"ya.?"


"kakak sudah punya pacar?"


surya tak langsung menjawab, cowok tampan itu justru memandang lekat kewajah wulan, kemudian tersenyum.


"kok, tersenyum?"


"tidak apa-apa. "


"kalau begitu jawab dong pertanyaan wulan. "


"mengenai, apa?"


"mengenai apakah kakak sudah punya pacar?"


"untuk apa kamu tanyakan itu?"


"memangnya tak boleh?"


"boleh."


"kalau begitu, jawab dong... "


"belum."


"masa?"


"suer... "


"bohong."


"sungguh?"


"wulan tak percaya. "

__ADS_1


"kenapa memangnya?"


"masa cowok setampan kakak belum punya pacar sih? Wulan. Yakin banyak cewek yang suka sama kakak, iya kan?"


"tidak juga. "


"tapi ada kan?"


"mungkin."


"kok, mungkin?"


:ya, karena aku tak tahu apakah ada cewek yang suka dan mau menjadi pacar cowok miskin sepertiku?"


"wulan rasa, ada. Bahkan banyak. "


"kalau benar ada, mungkin cewek itu belum tahu siapa diriku. Tapi jika dia tahu aku hanyalah seorang OB pengganti, dia pasti akan pergi meninggalkanku. Ya, siapa sih yang tak akan malu punya pacar seorang OB sepertiku?"


"kenapa kakak bicara begitu?!" sungut wulan tak suka


"kenyataannya memang begitu, kan"


"oh, yah?"


"ya."


"benarkah?"


"buktinya wulan. Wulan tak pernah memandang seseorang dari setatus atau keadaan sosial ekonominya. "


"lalu, ? Dari sudut mana kamu memandang orang?"


"dari kepribadian dan sikap serta perbuatannya. "


"menurutmu, bagaimana ke pribadianku. "


"baik, penuh perhatian dan kasih sayang. "


"itu yang membuatmu mau menjadi temanku. "

__ADS_1


Teman? Wulan terperangah mendengar ucapan surya. Jadi, selama ini hanya menganggapnya sebagai teman, tidak lebih? Ya tuhan, harus bagaimana aku menjelaskan perasaanku padanya? Harus dengan cara apa aku agar dia mau memahami kalau aku mencintainya? Harus bagaimana aku agar dia mau mengutarakan perasaannya padaku? Tidak, aku tidak percaya kalau dia hanya menganggapku sebagai tema. Dari sikap dan tindakkannya yang penuh perhatian dan senantiasa berusaha melindungi. Aku yakin dia mencintaiku. Tapi kenapa dia tak mau mengungkapkan perasaanya? Apa karna faktor ekonomi? Oh tuhan, dia sudah melihat sendiri bagaimana kedua orang tuaku mau menerimanya. Jadi apa lagi yang membuatnya masih ragu dan tak berani mengungkapkan isi hatinya padaku?


"wulan kamu kenapa. ?" tegur surya ketika melihat gadis itu tersadar dengan mata berkac-kaca.


"oh, eh, tidak.... "


"kok, menangis?"


"siapa yang menangis.. "


"kamu."


"tidak, wulan tak menangis. "


"matamu berkaca-kaca dan wajahmu tampak sedih. "


"wulan tak sedih. Wulan juga tak menangis. mata wulan kemasukan debu, jadi berair dan kakak mengira wulan menangis. "


"kamu tidak bisa berbohong padaku, wulan. "


kalau kamu sudah tahu aku tak bisa berbohong padamu. Seharusnya kamu juga tahu apa yang kurasakan, kak? Tapi, kenapa kamu seolah-olah tak tahu? Kenapa? Ada apa sebenarnya denganmu, kak? Rutuk wulan, tetapi itu hanya ada dalam hatinya saja. Sementara bibirnya terbungkam, dan hanya matanya saja yang memandang lekat ke wajah tampan surya.


Wulan menghela nafas panjang dan berat. Ada perasaan gelisah dan gundah tergambar di bola matanya. Cowok itu pun mengerutkan kening, melihat kegelisahan dan kegundahan di kedua bola mata wulan.


"katakan wulan, kamu kenapa. ?"


"sungguh, wulan tak apa-apa"


"aku melihat di kedua bola matamu ada kegelisahan dan kegundahan. Kenapa.... ?"


"tidak apa-apa. "


"sungguh?"


"Ya!" tegas wulan berusaha meyakinkan.


"sebaiknya, jika ada masalah kamu jangan sungkan-sungkan mengatakannya padaku, wulan. Aku sahabatmu. Dan sudah sewajarnya sebagai seorang sahabat, kita harus saling membantu satu sama lainnya. "


Semakin bertambah terenyuh hati gadis itu, mendengar penuturan surya. Dia berharap hubungan yang terjalin antara dia dengan surya bukan cuma sekedar persahabatan. Dia ingin yang lebih itu. Dandia yakin, sebenarnya surya pun memiliki perasaan yang sama seperti dirinya. Tapi, kenpa cowok itu berusaha menghindar? Kenapa... ? Wulan benar- benar tak mengerti.

__ADS_1


Next...


__ADS_2