
Tak terasa kini sudah tiga bulan berlalu. Wulan menjadi istri surya
Pagi hri seperti kemarin wulan membuka mata senantiasa yang pertama di lihatnya senyuman manis dari sang suami.
"pagi sayang. "
"pagi suamiku. "
"bagai mana, apa kamu udah enakan?"
"hemm. . . Yah sayang enakan kok. tak seperti semalam kepalaku pusing sekarang udah gak terlalu. "
"syukurlah kalau begitu ayo. Bangun mandi aku udah siapkan sarapan buat kamu"
"uuuhhh, manisnya suamiku. "
"makasih hubby. "
"sama sama bidadariku"
surya gemas dan mencubit hidung wulan.
"sakit, hubby. "
"sakit mana yang sakit sini ku kecup"
"huuu. . . Modus"
"gak apa lah modusin istri kalau modusin tetangga apa boleh.?"
"gak! Semua yang ada di kamu by, punya aku"
Jawab wulan tegas.
Entah akhir akhir ini wulan begitu sensitif bagi surya hanya surya ingin becanda wulan anggapnya serius dan sedikit dikit merajuk dan kadang seperti anak kecil yang ingin sesuatu tidak kesampaian akan mendiamkan surya seharian bisa sampai dua hari. Pernah wulan meminta yang tidak masuk akal wulan meminta mengelus kepala orang botak ingin mencabut kumis ayah surya yang sedang di kampung halaman sungguh surya di buat kelimpungan dengan permintaan aneh sang istri tapi dengan sabar surya menuruti itu semua demi sebuah senyuman manis dan bahagia sang istri.
"by. Kamu kenpa melamun. ?"
"gak, cuma lagi mikirin kamu sayang. "
"by aku pengen makan buah mangga. ?"
"buah mangga??"
"iya by. "
"hemm. . . Ya udah kamu mandi yah nanti kita beli"
"gak mau, yang by"
"lalu??"
"heem pengen kamu yang petik bukan beli by."
"aku petik dimana sayang?"
"di rumah pak samsul kemarin ada by. "
"yuk kita kerumah pak samsul by tapi harus kamu yang petik yah"
Penuh permohonan di setiap kata kata sang istri dengan pup eyes yang sangat susah di tolak surya lagi dan lagi surya hanya bisa menyanggupi.
__ADS_1
"baiklah kamu mandi dulu yah sayang"
"siap suamiku.. Emuach. "
Wulan langsung berlari kekamar mandi surya hanya bisa mengeleng gelengkan kepala dan sambil tersenyum.
Sedangkan wulan sedang buka laci unduk mengambil shampo ia di kejutkan dengan pembalut yang masih utuh dan wulan bingung ia tidak datang bulan selama tiga minggu. Wulan mulai mengingat ia tak pernah telat sampai sejauh ini dan tiba tiba ia
"apa jangan jangan aku hamil.?! "
"jika benar aku hamil pasti suamiku dan keluargaku akan sangat bahagia jika mendengar kabar ini tapi? Ini hanya telat aku akan beli test kehamilan nanti jika benar akan ku beri kamu kejutan nanti sayang. "
Dan wulan mulai membersihkan diri tak sampai setengah jam ia sudah selesai. Wulan keluar dengan memkai jubah mandi ia mulai mengeringkan rambut dan lain sebagainya, pas wulan akan memakai pakaiannya ia di kejutkan dengan sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggangnya.
"hubby. . . Bikin aku kaget aja sih"
"habis kamu fokus banget sampai suami di sebelahmu aja kamu ga tau. "
"lagi melamunin apa sih sayangku ini hem. . . "
wulan tak menjawab ia hanya tersenyum dan berbalik lalu memeluk surya.
Surya pun membalas pelukan wulan lalu mereka saling tatap dan tersenyum, surya lalu mengecup bibir merah yang sangat menggoda itu.
kini surya dan wulan tengah menikmati sarapan mereka penuh dengan keromantisan kadang wulan menyuapi surya dan begitu pun sebaliknya, sarapan mereka penuh dengan canda dan tawa sampai sampai art disana seperti obat nyamuk saja.
Kini mereka berangkat kerumah pak samsul sesuai permintaan sang istri yang ingin makan buah mangga.
"pak samsul boleh saya beli buah mangga bapak. ?" tanya surya
"oh, mas surya. Bukan tidak boleh mas hanya buahnya belum matang masih mangga muda itu. "jawab pak samsul
sesampai disana memang tidak ada buah mangga yang matang buah mangga di pohon itu masih muda. Surya bingung ingin memetiknya atau tidak.
"tapi aku mau by yang muda juga gapapa. "
"yakin kamu? tapi itu pasti sangat asam, sayang. "
"tapi aku ingin hubby. "
"baik lah akan ku petik aku bilang dulu yah kamu tunggu sisni ya, sayang"
"iya hubby. . . "
Surya pun bergegas kembali kedepan rumah pak samsul karna pohonnya berada di belakang rumah pak samsul.
"pak.gak apa apa buahnya saya bayar yah buat istri saya pak.
"wah. . . Apa nak wulan sekarang tengah ngidam mas. "
Surya yang mendengar jawaban pak samsul hanya mengerutkan kening. Dan ia pun bingung jawab seperti apa karna ia belum dapat kabar bahagia itu dari sang istri.
"saya kurang tau pak? Karna wulan memang belum bicara apa apa pada saya?"
"oh. . . Baiklah. Silahkan mas surya jika ingin petik tidak usah bayar geratis. "
"beneran. Pak"
"bener mas. Silahkan mau pakai tangga atau galah petiknya mas. Kalau mau pakai tangga itu ada di samping kandang burung tangganya. "
"oh. . Siap pak terimakasih pak. "
__ADS_1
"iya sama sama mas. "
surya pun bergegas mengambil tangga tak butuh waktu lama lima mangga kini sudah ada di kantong plastik sedang di tenteng wulan dengan wajah yang berseri seri karna keinginannya terwujud.
"makasih hubby. . "
"sama sama sayanya. "
"pak samsul terimakasih mangganya pak. "
"iya nak wulan sama sama, "
Wulan dan surya dalam perjalanan pulang karna hanya mrmbutuhkan waktu sepuluh menit dari rumah pak samsul. Kini wulan tengah menikmati mangga muda yang sangat asam itu.
"apa ga asam sayang. "
"gak, kok ini enak by mau coba. "
"boleh. . "
"aaaaa. . "
Surya yang mengunyah mangga tersebut sampai merem melek sangat asam baginya.
"uuuuhh. . . Ini asam banget sayang. "
"gak asam by, ini enak kok. "
"hem. . Ya udah habiskan yah aku mau kerumah om adi mau bantu disana kamu mau ikut gak. "
"nanti aku nyusul by kamu dulan aja. "
"baiklah"
Hari kini sudah siang wulan yang sudah menghabiskan tiga mangga sudah kenyang dan ia mengantuk saat ingin terlelap ia mengingat sesuatu yang akan ia beli tak butuh waktu lama kini wulan berada di apotik untuk membeli alat test kehamilan.
Sesudah beli ia bergegas kerumah tante tika yang kini mrngadakan acara syukuran karna anaknya telah mendapat piagam di bidang olah raga.
"assalamualaikum." wulan
"wa'alaikumsalam"
"kok baru dateng sih lan kemana aja. " tante tika
"aku habis makan buah tante lalu ketiduran" jaeab wulan dengan senyum pepsodent.
"huu. . Suryadari tadi bantuin tante kamu malah enak enak tidur, oh iya. Katasurya kamu sakit. ?"
"iya kemarin tante tapi sekarang udah enakan kok. "
"baguslah jaga kesehatan loh sekarang cuacanya tak menentu. "
"iya tanteku, yang cerewet. "
Tante tika hanya mendengus lalu tersenyum sambil mencubit pipi wulan.
"aw. . Aw. . Sakit tante. "
"habis gemes kamu sakit tapi pipi kaya bakpau. "
"lih. . . Tante ngejek"
__ADS_1
tante tika tertawa begitu pun dengan saudara yang lainnya.