
dia begitu tampan. dan baik ah. aku merasa adanya sifat penuh tanggung jawab dan melindungi yang terpancar dari matanya. aku juga melihat kesederhanaan dan kebersahajaan pada penampilannya. desis wulan dalam hati memberi penilaian pada cowok tampan yang baru di kenalnya itu.
"hai, bengong..! " tegur salah satu seorang temannya membuat wulan tersentak dan sadar dari lamunannya.
"oh.. eh, ada apa ya? " tanya wulan gugup.
"dia tampan, ya? "
wulan mengangguk
"dia juga baik. "
wulan kembali mengangguk
"sepertinya kamu suka padanya wulan? "
"ah.kamu... "
"sudah jangan malu_malu.aku sendiri jujur saja kagum padanya. kalau saja aku secantik kamu. wulan... "
"kata siapa kamu tak cantik? "
"ya aku merasa sendiri. kalaudi banding kamu aku tak ada apa-apanya. "
"jangan merendah. aku yakin stiap manusia pasti di beri oleh tuhan. kelebihan dan kekurangan dan aku yakin. kamu memiliki kelebihan yang tidak aku miliki, " tutur wulan.
"wulan... "
"ya.. ? "
"mau daftar tidak? "
"ya mau dong.. "
"ya ayo. lupain dulu deh si tampan itu. nanti kalau kita diterima disini., kita pasti bakal ketemu dia.. "
mereka pun masuk keruang tata usaha untuk mendaftar dan menyerahkan persyaratan pendaftaran yang tlah mereka bawa.
pertemuan dan perkenalan itu. rupanya tidak berhenti sampai disitu. selesai mendaftar. dan ketika wulan bersama teman-temannya hendak pulang, kembali dia bertemu dengan surya. cowok itu sedang berada di halte, sedang menunggu angkutan umum yang akan membawa mereka pulang. wulan yang berpisah dengan teman-temannya karna arah tujuannya tidak sejalan, akhirnya menuju halte dimana cowok itu berada untuk menunggu angkutan.
"hai, sudah mendaftar? " sapa surya
"sudah."
"ku do'a kan semoga kamu diterima. "
"terimakasih"
"mau pulang? "
"iya kakak sendiri.? "
"sama aku juga mau pulang. "
"gak sekolah? "
"belum ada pelajaran. menunggu pembagian kelas. "
"ohh... " wulan manggut-manggut.
"kemana pulangnya? " tanya surya
"jengki, kebon pala.... "
"dimana kebon palanya.? "
wulan pun memberitahu alamat rumahnya.
"wah gak jauh dari trmpat tinggalku kalau begitu. " gumam surya
"memangnya kakak tinggal dimana.? "
"deket BKKBN, " jawab surya
"ohh.... " wulan manggut-manggut.
"deket dong. dari rumah wulan. kak?"
"ya.begitulah.. kita searah, kan? "
wulan mengangguk.
__ADS_1
"wulan dari SMP berapa? "
"dua tujuh lima. "
"ohh... " surya manggut-manggut.
"kakak sendiri, dulu SMP-nya SMP berapa? "
"SMP negeri 2"
"JAKPUS? "
"bukan."
"lalu..? "
"berebes."
"kakak dari berebes..? "
"iya kenapa.? "
"gak apa-apa. cuman kebetulan ibu wulan juga dari berasal dari sana. "
"berebesnya mana.? "
"bulamba, " jawab wulan memberi tau.
"ah. masa sih. "
"kenapa emangnya, kak? "
"aku juga dari bulakamba. "
"benarkah.? "
"iya... "
"wah kok, bisa sama ya? "
"maksudmu.? "
"iya. wulan gak nyangka aja ketemu sama orang satu kampung. denganibu wulan. " gumam gadis cantik itu.
"masih, saudara-saudara ibu wulan masih di bulakamba. "
"siapa ya.. barangkali aku kenal.? "
"bude ranti.? "
"mbak ranti yang suaminya dari padang? bang ardilius idrus atau biasa di panggil bang edi? " surya memastikan.
"iya.kakak kenal? "
"dan tentunya kamu punya om. yang seorang pengusaha kan.?
" iya. "
"namanya, aditya. kan"
"iya.. "
"dan istrinya mbak niken. kan"
"iya.. "
"anaknya tiga yang pertama bernama kharisma aprilia, anjelita monica, dan hero adilman bener gak. "
"iya... kok? kakak bisa tau semua sih? "
"ya karna aku, tetangga saudara ibumu di bulakamba. "
"benarkah."
"iya.. kamu mau bukti yang lebih kongkrit lavi.? "
"apa..?? "
"mengenai semua saudara ibumu di bulakamba. "
"coba kakak sebutin.? " pinta wulan.
__ADS_1
"ok pertama akan aku ceritakan. mengenai kakekmu. kakekmu bernama tarsijan aL_tarbiyan, namunlebih di kenal dengan panggilan pak dingong. benar? "
"hee'eh.. " wulan mengangguk dengan mata semakin lekat memandang ke wajah tampan surya.
"selain mbak ranti dan mas adi, pak dingong punya tiga anak lagi, yaitu mas hamzah yang baru meninggal pada bulan agustus 2004,mbak kuniti dan mbak rohani. benar? "
"iya.. " jawab wulan dengan mata masih memandang lekat ke wajah tampan surya penuh kekaguman.
"nah boleb aku tau, siapa nama ibumu?? karna aku kenal betul anak-anak dari mbak kun, mbak ro dan mbak ranti. "
"kakekku, yaitu ayah dari ibuku adalah adik mbah dingong. "
"oohhh... " surya manggut-manggut. meski dia belum bisa menebak siapa kakeknya wulan, karnasetaunya adik dari pak dingong itu empat orang dan semuanya laki-laki. adik pertama pak suyud, dandia kenal semua anaknya. pertama pak suyud adik kedua dan ketiga kembar yaitu pak kasman dan kasmin. yang disebut belakangan. konon sewaktu masih kecil diminta dan dibawa oleh wedana pekalongan. dan sampai sekarang belum ada kabar beritanya. sedangkan adik pak dingong yang terakhir, adalahpak taswan yang tinggal di krandon tegal. namun hubungan anak-anaknya pak taswan dengan anak-anak kakak-kakaknya kurang begitu dekat
"setau aku adik pak dingong ada empat pak suyud, pak kasman, pak kasmin, pak taswan yang mana kakekmu?
" mbah kaman.. "
". pak kaman."
"oohh... "
"kenapa kak? "
"kalau begitu kamu anaknya ibu rum? "
"iya.. "
"nama ayahmu maridi atau biasa di panggil bang didi? "
"iya kakak kenal sama ibu dan bapak wulan? "
"ya begitulah.. "
"sungguh.. "
"aku sih kenal, entah ibu dan ayahmu... "
"maaf, kalau wulan boleh wulan tau, nama bapak dan ibu kakak siapa? "
"aku anaknya sutarno dan herminah, aku yakin ibumu pasti tau siapa kedua orang tuaku" kata surya
"apa kedua orang tua kakak juga tinggal di jakarta?? "
"gak mereka ada di bulakamba. "
"terus, dijakarta ini kakak tinggal sama siapa?? "
"sendiri.. "
"sendiri?? " ulang wulan dengan kening mengerut.
"ya.. "
sebuah mobil angkutan umum berhenti di halte dimana kedua remaja itu berada. segera surya mengajak wulan naik. karna mobil itu akan membawa mereka ke tempat tinggal mereka. taklama kemudian, mobil angkutan umum berbentuk mini bus itu pun kembalu melaju. membawa keduanya.
"kak... "
"ya.?? "
"maaf ya..? emmh.. boleh wulan tanya. "
"silahkan.. "
"tadi kakak bilang kalau kedua orang tua kakak di bulakamba, kenapa kakak sekolah di jakarta? "
surya tersenyum sambil memandang ke wajah cantik wulan. kemudianmengalihkan pandangannya ke luar jendela kaca mobil, surya mendesah,
"huuufft... ya, karna aku ingin meneruskan sekolah dan kedua orang tuaku tidak mampu... "
kening wulan semakin mengkerut tak mengerti dengan mata lekat menatap ke wajah tampan surya mendengar jawaban cowok itu yang dirasa justru malah membingungkan dirinya, bagai mana tidak membingungkan? cowok itu mengatakan kedua orang tuanya tidak mampu, tetapi dia malah memilih sekolah di jakarta yang kebutuhan hidup sehari-hari saja membutuhkN biaya yang jauh lebih besar di bandingkan bila di brebes sana.
"ah, sudah lah. sebaiknha tak perlu kamu larut memikirkannya. nah, kitasudah sampai di cililitan. ayo turun"
bagaikan kerbau dicocok hidungnya, wulanpun menurut turun. diamaksud membayar ongkos namun pemuda tampan itu tlah mendahuluinya
"makasih kak. "
*sesekali tak apa. kan? " balas surya sambil tersenyum
maaf jika ada salah kata dan salah penulisa harap maklum semoga suka dengan alur cerita author 🙏
__ADS_1
"