Hanya Kamu Yang Ada Di Hatiku

Hanya Kamu Yang Ada Di Hatiku
kemurungan wulan


__ADS_3

Kedua orang tua wulan pun tak lagi memikirkan putri mereka. Mereka membiarkan wulan dengan keinginannya. Meski mereka sebenarnya sedih juga, jika melihat kesedihan dan kemurungan putri mereka yang meski sudah hampir setahun lamanya kejadian kecelakaan kapal itu, masih tetap larut dalam kesedihannya. Wulan masih akan teringat dengan surya.


Kedua orang tua wulan sebenarnya juga tidak tinggal diam membiarkan putri mereka larut dalam kesedihan. Mereka sudah meminta bantuan adi, dan kartika untuk membujuk wulan. Namu hasilnya sama saja. Wulan tetap dalam kesedihannya. Meski begitu, kartika dan adi tidak mau menyerah begitu saja. Hari ini gagal, keesokan harinya mereka datang lagi, memberikan nasehat dan dorongan semangat. Gagal lagi, esok lusanya dorongan dan semangat yang lain. Dengan harapan wulan akan mau mendengar dan menerimanya untuk kemudian tergugah semangatnya.


Bukan hanya itu saja yang di lakukan tante kartika dan suaminya dalam usaha menghibur hati. Dan memberikan dorongan semangat bagi keponakan mereka. Kartika bahkan sering membawa wulan live striming. Dengan harapan wulan mau berintraksi dengan orang-orang yang menyapanya dan mengajak ngobrol dengannya, sehingga sedikit banyak akan bisa melupakan kesedihannya.


"kalau kamu terus menerus begini, sama saja kamu menyiksa diri sendiri wulan. " kata tante tika membujuk sekaligus mengingatkan keponakannya.


"surya sudah tak ada. Walau kamu menangis sampai air mata darah sekali pun , surya tak mungkin kembali. Kamu harus ingat dan sadar, bahwa sebagai manusia kita tak bisa melawan kehendak Tuhan. "


"iya, wulan. Apa yang tantemu katakan benar, "


Timpal suami kartika.


"mungkin surya memang bukan jodohmu. Kamu harus mrnerima dan merelakan kepergiannya. Justru dengan kamu bersikap seperti ini, tante yakin di sana surya akan turut sedih. Sebab tante tahu, surya pastilah tak menginginkan kamu seperti ini. Surya akan senang dan bahagia jika kamu tegar dan tabah. "


Wulan terdiam tak menyahut. Yang dilakukannya hanya memandangi dan membelai foto surya. Dan kemudian dari kedua sudut mata gadis itu pun menetes kan air mata. Semua itu membuat kartika dan suaminya hanya bisa menghela nafas panjang dan saling pandang, untuk kemudian menggelengkan kepala dengan wajah turut sedih.


"apa yang mesti kita lakukan pah?" tanya tika pada suaminya.


"entahlah. . . Cinta wulan pada surya begitu dalam, rasanya sulit bagi kita untuk melupakan surya. "


"tapi surya sudah tak ada, pah?"


"iyaa. Tapi paling tidak, kita harus mencari lelaki yang seperti surya. "

__ADS_1


"bagaimana caranya?"


"itu yang sedang aku fikirkan , " jawab kartika.


"andai saja surya punya saudara kembar..... " desah kartika kemudian


"memang surya punya saudara kembar mah?"


"tidak."


"mamah yakin?"


"ya, karna aku tahu dan kenal betul keluarganya. "


"terus kita harus gimana di?" tanya ibu wulan.


"iyaa, aku juga sedang berfikir mba. "


"biasanya kamu paling cepat menemukan jalan keluar dari masalah di, " timpal ayah wulan.


"ini masalahnya lain bang. Yang di alami oleh wulan, adalah masalah perasaan. Masalah cinta. Mana mungkin aku bisa mengatasi dengan mudah sebagai mana masalah yang lain. " tutur adi setelah mengeluh.


"terus, menurutmu bagaimana di?" tanya ibu wulan


"masa kita akan membiarkan wulan begini terus?"

__ADS_1


"jalan satu-satunya, mengajak wulan pergi berlibur ke bulakamba atau meminta kedua orang tua surya datang kesini untuk membujuk wulan. Jika saja kedua orang tua surya bisa tabah atas kehilangan anak mereka, kenapa wulan tidak bisa? Aku yakin, cara itulah yang paling efektif. Sebab antara kedua orang tua surya wulan memiliki perasaan yang sama pada surya, yaitu cinta dan kasih sayang mereka yang membedakan hanyalah, kalau cinta dan kasih sayang orang tua pada anaknya, sementara cinta dan kasih sayang wulan pada surya adalah cinta seorang pemuja pada yang di pujanya. "


"kalau begitu, sebaiknya kita ajak wulan ke bulakamba. "


""ya, itu cara yang baik. Sekalian berlibur ke bulakamba. "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Next.


__ADS_2