
"bagaimana menurut perasaanmu sendiri?" tanya krisna
"entahlah. . . . " desah wulan
"semula aku tetap tak yakin kalau dia pun turut menjadi korban. Aku berharap dia datang menemuiku. Namun setelah sekian bulan tak juga ada kabar beritanya, aku pun ragu dengan perasaanku. Aku pun percaya kalau dia pun turut jadi korban. Itu lah sebabnya, akhirnya aku pun mau menerima kehadiran kakak. Disamping itu, aku melihat sikap dan sifat kakak juga hampir sama dengan sikap dan sifatnya. "
"andai saja aku bisa bertemu dan berkenalan dengannya, " desah krisna.
"rasanya itu tak mungkin terjadi, " kata wulan.
"Yaa. . . . " krisna menggukan kepala sambil menarik nafas panjang. Kemudian sambil memandang kembali ke wajah cantik wulan, dia memanggil gadis itu.
"wulan. . . . "
"Yaa. . . . ?"
"sungguh kamu mengijinkan aku menggatikan posisi surya di hatimu?. " tanya krisna.
"tak ada lagi alasan bagiku untuk melarang kakak memasuki kehidupanku dan ingin memiliki hatiku, bukan ?" wulan malah balik bertanya.
"aku sadar, tak mungkin aku terus hanyut dalam kesedihan. Dan kakak selama ini tlah menunjukan perhatian yang tulus pada wulan. Jadi, kenapa wulan harus menolak. ?"
"terimakasih wulan. Aku berjanji akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Sebagaimanayang tlah di berikan surya kepadamu. "
Dan krisna yang penuh pengertian, berusaha untuk tidak terlalu banyak menuntut dari gadis yang di cintainya itu. Krisna hanya berharap, kehadirannya akan mampu menggantikan tempat surya di hati gadis itu.
Setelah beberapa bulan menjalin hubungan, ketika kembali datang apel di malam minggu, krisna pun mengutarakan keinginannya untuk melamar wulan.
"bagaimana menurutmu wulan. ?"
"tentang apa kak?"
"aku mau melamarmu. Kamu tidak keberetan kan kalau ku lamar??"
"kak krisna tidak sedang bercanda?"
"aku serius. "
"apa kakak tidak menyesal nantinya?"
"kenapa memangnya?"
"kakak kan anak orang kaya, sedangkan wulan cuma gadis biasa. "
"bagiku semua itu tiada arti jika tidak bisa memilikimu kamu bagai bidadari di mataku. Dan kurasa apa yang ada pada dirimu nilainya jauh lebih mahal dari semua harta yang ku miliki. "
"gombal."
"serius."
"kakak akan rela hiduo menderita?"
"jika bersamamu, kenapa tidak. "
"Liih, rayuannya maut amat? Pasti kakak sudah berpengalaman. . . . "
"aku berani besumpah denganmu, wulan. Bahwa baru kali ini aku mengenal yang namanya wanita. Dan itu kamu. . . "
__ADS_1
"gombal. . "
"suer. . . Apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan kejujuranku?"
"buktikan ajah kalau kakak sungguh-sungguh mencintaiku, tidak sekedar untuk main-main. "
"hanya itu yang kamu inginkan untuk membuktikan keseriusanku?"
"Ya!"
"akan aku buktikan!!" tegas krisna dan memang krisna pun membuktikan keseriusannya.
Suatu hari, di malam yang indah, diman langit berhias oleh bulan dan bintang-bintang, tanpa di duga oleh wulan dan kedua orang tuanya, krisna dan kedua orang tuanya tiba-tiba datang berkunjung ke rumah keluarga wulan. Semua itu membuat wulan dan orang tuanya yang tak menduga sama sekali. Jadi kalang kabut untuk memberikan sambutan. Beruntunglah kedua orang tua krisna mau mengerti, sehingga membuat kedua orang tua wulan tidak malu.
"tak perlu repot, pak, bu, wulan. . . Kami kesini cuma ingin bersilaturahmi, sekalian ingin kenal lebih dekat dengan keluarga wulan, " kata ibu krisna.
"maaf jika sambutan kami kurang berkenan. Maklumlah, kami benar-benar tidak menduga sama sekali kalau nak krisna dan bapak serta ibu hendak berkunjung kesini. " balas ibu wulan sambil tersenyum malu
"tidak apa-apa. " kata ayah krisna
Kemudian setelah mengobrol basa basi, ayah dan ibu krisna pun mengutarakan maksud kedatangan mereka berkunjung kerumah keluarga wulan yang utama selain silaturahmi.
"begitulah, pak, bu wulan. Maksud utama kedatangan kami adalah ingin menanyakan apakah nak wulan masih sendiri atau sudah ada yang punya? Jika masih sendiri, kami bermaksud meminta nak wulan untuk jadi pendamping anak kami, krisna. " tutur ayah krisna.
"wah kalau masalah itu, sepenuhnya kami serahkan pada yang bersangkutan, pak kalau kami sendiri sih, merasa pinangan dari bapak ibu, nak krisna merupakan suatu kehormatan yang tak ternilai harganya. Tapi sekali lagi, semua kami serahkan pada putri kami, " jawab ayah wulan.
"nah, nak wulan. Bagaimana? Apakah kamu mau menerima putra kami krisna?" tanya ibu krisna meminta jawaban sambil memandang ke arah wulan.
Wulan tak langsung menjawab. Sesaat dia diam dengan kepala tertunduk. Dan tiba-tiba, ia kembali teringat pada surya, cowok yang sangat di puja dan di cintainya. Meski krisna juga baik dan penuh perhatian kepadanya, namun wulan belum begitu lama mengenal krisna sebagaimana ia mengenal surya.
"bagaimana wulan?" ibunya turut bertanya.
"katakanlah, " pinta ayah krisna.
"boleh saya berkata jujur?" tanya wulan.
"justru itu yang kami inginkan, nak wulan katakan saja, tidak usah ragu. Apapun keputusanmu akan kami hargai. "
"saya. . . Saya memang menyukai kak krisna Om, Tante. . . . " sampai disitu wulan kembali diam
"lalu. . ?" tanya ayah krisna dengan hati berdebar.
"saya tidak mau, Om. "
Krisna tercengang.
"wulan. . . . " tanya krisna
"maksud saya, tidak mau menolak, " jawab wulan akhirnya, membuat semua orang yang ada di ruangan itu menghela nafas lega. Dan bibir mereka yang semula terbungkam, sekarang tersenyum.
"kamu mrmbuatku hampir mati seketika, wulan." gumam krisna
"sesekali boleh kan, menguji kakak?" goda wulan sambim tersenyum.
"bagaimana kalau aku benar benar mati seketika?" tanya krisna
"Yaa, jangan dong kalau kak krisna mati sekarang, wulan tak mau menjadi janda belum ijab sudah di tinggal mati duluan lalu bagaimna dengan wulan?" jawab wulan manja
__ADS_1
kedua orang tua mereka tersenyum sambil mrnggeleng gelengkan kepala
Ah, malam yang indah dan menggembirakan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bentar lagi bakal tamat yah mungkin 2 atau 3 bab lagi gyus mohon maaf jika ada salah ketik dan alur cerita yg tidak memuaskan dan mungkin ada yang bilang cerita ini membosankan terlalu jadul dan lain sebagainya author trima kok karna kritik dan saran kalian akan membangun semngatku untuk jadi yang lebih baik
Terimakasih yang sudah mampir
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Next