
Tertatih-tatih wulan berusaha bangkit, dengan luka dan kesedihan yang terus saja mendera jiwanya. Luka dan kesedihan yang begitu dalam, bahkan teramat dalam. Sehingga sukar untuk mengobati apa lagi menyembuhkannya.
Dengan segala luka dan kesedihan yang ada, wulan memang akhirnya bisa menyelesaikan sekolahnya. Namun hasilnya tidak sebagaimana yang di harapkan. Ya, bagaimana juga, dia tak mampu melenyapkan luka dan kesedidannya. Dia tidak bisa melupakan surya.
Akhirnya, wulan pun memutuskan untuk tidak meneruskan sekolahnya. Setelah dia tidak diterima di UMPTN. Meski ayah dan ibunya mendorongnya untuk masuk keperguruan tinggi, namun wulan menolak.
"percuma, yah, bu. . . "
"kenapa.?"
__ADS_1
"wulan tak bisa. Jika di paksakan, malah nanti akan membuang-buang biaya percuma. Biarlah untuk setahun ini wulan istirahat dulu. Wulan ingin berusaha menenangkan fikiran dulu. "
Kedua orang tua wulan pun tak bisa memaksa lagi. Mereka berfikir, apa yang di katakan oleh putri mereka benar. Kalau di paksa, hasilnya justru tidak akan baik. Malah akan membuang-buang biaya percuma.
Melihat kesedihan dan kemurungan yang terus menerus menyelimuti kehidupan puttinya, kedua orang tua wulan pun tak tinggal diam. Mereka berusaha menghibur, bahkan mereka berusaha mencarikan teman bagi putri mereka agar bisa melupakan kesedihan hatinya. Tapi tak satu pun usaha mereka yang berhasil. Tak seorang pun yang mampu membawa wulan melupakan surya.
Yang namanya bunga indah dan wangi, dimana pun pasti akan menarik perhatian para kumbang begitu juga wulan. Ibarat bunga, dia adalah bunga mawar yang menebarkan aroma wangi. Meski sejak mendengar berita mengenai kecelakaan kapal dimana surya bekerja terbakar dan tenggelam dia jarang keluar rumah, namun ternyata banyak cowok yang berlomba dan berusaha untuk bisa mendekati dan mendapatkannya.
"wah, kalau masalah itu sih kami serahkan sepenuhnya pada putri kami, pak, bu. Kami sendiri sih akan sangat merasa terhormat dan senang jika bisa berbesan dengan bapak dan ibu. Tapi seperti yang kami katakan, semua keputusan kami serahkan sepenuhnya pada putri kami, " jawab ayah wulan
__ADS_1
Ya siapa pun pastilah akan senang dan terhormat bis berbesan dengam keluarga cokro hadibrata yang seorang penjabat pemerintah dan memiliki kedudukan strategis dalam pemerintahan. Namun kedua orang tua wulan bukanlah orang kolot, yang memaksa putri mereka,. Kedua orang tua wulan, menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai masa depan putri mereka pada putri mereka sendiri. Jadi, walau pun sebenarnya mereka sangat berharap bisa berbesan dengan penjabat terpandang itu, tapi kalau putri mereka tak mau, maka mereka tak bisa memaksa.
Wulan memang menolak, dengan alasan dia belum berkeinginan untuk berumah tangga. Begitu juga sewaktu keluarga harjo sumitro yang seorang pengusaha cukup ternama dan memiliki banyak perusahaan yang tersebar di hampir kota besar di seluruh jakarta dengan datang maksud yang sama, ingin melamar wulan untuk menjadi istri putra mereka yang baru saja menyelesaikan kuliah di U.S.A wulan dengan alasan yang sama kembali menolak.
Karena setiap yang datang bermaksud melamaar ditolak, akhirnya tak ada lagi orang tua yang berusaha untuk hal serupa. Mereka mungkin berfikir, kalau keluarga cokro hadibrata dan harjo sumitro saja di tolak, apalagi yang berada di bawah mereka?
besok lanjut 2 bab lagi y gyus insya allah bakal up tiap hari walau jamnya gk nentu soalnya author jg punya ksibukn di dunia nyata.
terimakasih yang sudah mampir membaca semoga kalian suka dan jgn lupa tinggalin jejak yah 😘
__ADS_1
Next. . . .