
Ketika surya dengan lantang mengucapkan ijab kobulnya dan wulan sangat bahagia karna ia tlah menikah dengan, lelakiyang selama ini ia cintai.
Tanpa sadar air mata bahagia pun menetes.
"selamat sobat kini kau tlah meminang adiku" kata krisna
"terimakasih krisna, jika bukan karna dirimu aku tak mungkin akan menikah dengan wulan. " jawab surya
Krisna hanya tersenyum, lalu memeluk surya dan bertuah.
"jaga, wulan dan berbahagia lah kalian dan. . . Jangan lupa berikan aku keponakan lucu. " gurau krisna
Wulan tersipu malu, krisna mengatakan tentang keponakan. Berari malam ini akan jadi saksi bisu wulan akan menyerahkan mahkota yang selama ini ia jaga.
"kak, krisna, do'a kan saja semoga apa yang kak, krisna inginkan terkabul. "
"amin." langsung di aminkan oleh semua orang, yang berada di dekat mereka dan hal itu semakin membuat wulan tersipu malu.
dan acara pun selesai di jam sebelas malam para tamu sudah pulang dan di rumah wulan tinggal keluarga krisna, dan para saudara dari keluarga wulan. Kini keluarga krisna ijin pamit.
"pak, buk, krisna dan keluarga akan pulang karna ini sudah larut malam. "
"baiklah nak, krisna kami sekeluarga sangat, berterima kasih atas apa yang nak krisna perbuat. " kata ayah wulan
"aku, hanya melakukan apa yang hatiku katakan pak, karna cahaya cinta wulan hanya mrnerangi surya. dan aku bahagia jika mereka bahagia itu sudah cukup bagiku pak. "
"sekali lagi terimakasih nak, "
"sama-sama pak"
"baiklah wulan, surya, aku pamit karna ini sudah larut. "
"baiklah, kak. krisna hati-hati"
"as'salamuaaikum."
"wa'alaikumsalam" jawaab keluarga wulan
Setelah melihat rombongan keluarga krisna sudah tak terlihat barulah surya dan wulan masuk ke dalam rumah.
"pak, bu, wulan dan mas surya akan bersih-bersih dulu. " ijin wulan
"Yaa, nak dan kalian langsung istirahat saja pasti kalian lelah. " jawab ibunya wulan
Wulan dan surya pun masuk ke dalam kamar pengantin mereka, dan surya memeluk wulan dari belakang.
"tadi, kamu panggil aku apa? Hemm. . Coba ulangi" tanya surya
"mas, kenapa apa kakak maunya di panggil kakak, saja?" jawab wulan
__ADS_1
"tidak, aku suka dengan panggilan baruku, lalu aku panggil kamu apa? Dek, sayang, atau mamah muda" surya menggoda wulan dengan gemas, karna saat ini wajah wulan seperti kepiting rebus.
"aku ingin. . . Mas, panggil aku sayang aja"
"baiklah, sayang. . . "
"Ehhhm. . . " desah wulan
Surya mulai m***as dan m*lum*t bibir merah nan sexy itu. Wulan pun menerima dan membalas *****"n surya dan mereka saling memb*lit satu sama lain.
Saat pasokan nafas keduanya habis surya pun, melepaskan ci*mannya wulan melihat pancaran gairah di mata suaminya, lalu wulan berbisik.
"mas, aku mandi dulu aku sangat gerah dan lengket"
"baiklah, jangan terlalu lama, sayang. . . "
Wulan pun berlalu dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri tak, lama ia pun menyelesaikannya.
Tak lama surya pun masuk kekamar mandi, takada 10 menit ia sudah selesai, hingga wulan pun melihatnya hanya tersenyum.
Surya yang hanya menggunakan handuk selutut saja menghampiri wulan yang sedang duduk di meja riasnya,
Lalu surya membalikan badan wulan, dan berkata
"boleh aku minta hak, ku sekarang"
wulan tersenyum dan menganggukan kepala.
Surya pun me***s dan memaikan buah ceri itu
"Aakhh. . . . " desah wulan tertahan
surya mulai menjelajahi leher dan dada wulan lalu turun keperut dan surya mulai melepaskan tali segita wulan.
"sangat. . . . Indah"
"jangan melihatnya, mas aku malu. "
"jangan malu, karna ini benar-benar sangat indah sayang. "
Setelah surya memberi rangs*ngan hingga wulan lemas.
"aku, akan memulainya. "
"apa, akan sakit mas. "
"kita belajar bersama sayang. "
Saat surya memualainya dan baru memasukan sedikit, wulan meringis dan mencakar punggung surya.
__ADS_1
"Eemmhh. . . Sakit mas. "
"tahan sayang, aku akan melakukannya dengan lembut. "
wulan hanya menganggukan kepala.
Surya mulai mendorong dan mengayukan dengan lembut hingga yang tadinya terdengar ringisan kini berganti dengan *******.
Hingga wulan yang saat itu hampir mencapai puncak.
"Maas aku. . . "
"Tunggu sayang, sebentar lagi. "
Surya pun mempercepat ritme maju mundur cantiknya.
Hingga keduanya mendapat puncaknya.
Nafas keduanya masih tak beraturan tapi mereka sangat terlihat bahagia.
"terimakasih, sayang tlah menjaga mahkotamu hanya untukku.
"sama-sama mas aku sangat bahagia, apayang aku jaga selama ini tlah aku berikan kepada orang yang sangat amat aku cintai. " jawab wulan
Keduanya tersenyum dan surya mengecup kening wulan dan mereka terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
,
.
.
__ADS_1
Ini udh tmat sbnr.y cm author gtel tngnnya jd hilaf deh 😅😅