
Hari ini Fitri, Barja dan Raka mendatangi rumah Ridwan. Pernikahan Ridwan dan Cita akan berlangsung dua minggu lagi. Awalnya Fitri ragu, tapi ia tidak ingin keponakannya mendapat wanita yang salah.
" Apakah ini tidak akan jadi rame buk?" tanya Barja kepada istrinya saat masih di dalam mobil.
" Rame atau ndaknya urusan nanti, tapi yang jelas mending ribut, geger (heboh) sekarang dari pada Ridwan sudah resmi menikah dengan wanita itu." Fitri menjawab tegas atas pertanyaan suaminya dan Raka jelas setuju. Kelakuan Cita dan Hari tidak akan bisa sembuh meskipun Cita menikah nanti.
Itu semua terbukti saat Hari masih jadi suami Ratih. Pria itu tetap berhubungan dengan Cita bahkan saat tahu istrinya hamil pun tetap melakukan hubungan badan dengan wanita lain.
Maka dari itu Fitri harus membuka fakta ini. Dia tidak ingin kakaknya mendapatkan menantu seperti Cita. Wanita yang rela memberikan tubuhnya kepada pria saat mereka belum menikah. Dimana hal itu adalah perbuatan zina. Perbuatan yang dikutuk oleh agama yang mereka yakini.
Fitri juga bergumam lirih, " Wajah cantik untuk apa jika kelakuannya minus. Ini sih bukan minus lagi tapi sudah amat sangat kurang."
Tak berselang lama mobil yang dikemudikan Raka sampai di depan rumah Ridwan. Mereka bertiga turun dari sana. Terlihat Fitri mengambil nafasnya dalam-dalma dan membuangnya perlahan.
" Bagaimana buk, ibuk yakin?" tanya Raka memastikan mengenai rencana sang ibu.
" Yakin Ka, ayo. Kamu pasti juga tidak rela kan Mas Ridwan dapat istri kayak gitu?" ujar Fitri tegas.
__ADS_1
" Ya iyalah nggak. Mendingan Ratih, eh nggak bisa dibandingkan malah sama Ratih. Bagusan Ratih kemana-mana. Tapi ya jangan sih kalau Ratih sama Mas Ridwan." Kalimat terakhir diucapkan dengan pelan oleh Raka. Entah, mengenal Ratih dan melihat penderitaan Ratih membuat Raka ingin membuat wanita itu kembali tersenyum bahagia. Salahkah itu? tidak tahu, tapi yang jelas saat ini itulah isi hatinya.
" Assalamualaikum," ucap Fitri, Raka dan juga Barja bersamaan. Dan dari dalam rumah jawaban salam diucapkan juga bersama-sama juga. malam itu sepertinya keluarga Ridwan tengah berkumpul. Keluarga Ridwan terdiri dari kedua orang tua Ridwan dan juga seorang adik laki-laki.
Tidak adanya anak perempuan di keluarga tersebut membuat bunda nya Ridwan begitu senang akan memiliki menantu. Terlihat wajah antusias Farah yang saat ini tengah membungkus seserahan yang akan dibawa saat acara pernikahan putra sulungnya.
" Waah kebetulan sekali Fitri kamu datang, sini bantuin mbak buat bungkusin ini," ujar Farah kepada Fitri. Ibu dari Raka itu jelas bingung saat kakak iparnya bicara seperti itu. Fitri hanya diam sambil meremaas ujung jilbab lebar miliknya.
Ghofar, kakak Fitri, ayah dari Ridwan itu bisa melihat gelagat tidak beres pada adiknya. Ghofar paham betul adiknya itu pasti tenga memendam sesuatu.
" Ada apa Fit, katakan saja," ucap Ghofar to the poin.
Dari luar Ridwan masuk bersama Raka. Wajah Ridwan merah padam, tangannya mengepal dan nafasnya memburu. Ruipanya tadi Raka langsung menarik tangan Ridwan dan membawanya ke luar rumah.
" Mas, aku ingin kamu lihat sesuatu. Sebelum semuanya terjadi lebih baik kamu tahu sekarang," ucap Raja seraya memberikan ponselnya kepada Ridwan.
Tanpa banyak bertanya Ridwan menerima ponsel Raka lalu melihat apa yang ditunjukkan di sana. Mata Ridwan membulat sempurna ia sungguh terkejut melihat wanita yang ia inginkan menjadi istrinya itu tengah berhubungan badan dengan pria lain. Ridwan semakin jijik saat melihat Cita begitu liar dan bahkan merengek meminta lebih.
__ADS_1
" Laki-laki itu, suami Ratih mas, lebih tepatnya mantan suami Ratih karen adua hari yang lalu pria itu sudah menjatuhkan talaknya."
" Maksudmu, suami Ratih itu selingkuh dengan Cita begitu?"
" Iya mas, tepatnya mereka itu dulunya sepasang kekasih dan terus berlanjut meskipun si pria sudah menikah dnegan Ratih."
Ridwan menjatuhkan tubuhnya di
sebuah kursi yang ada di teras rumahnya. Ia tidak menyangka bahwa hal seperti ini menghampiri hidupnya.
"Ratih juga keguguran mas, semua itu akibat mantan suaminya juga."
" Innalilahi wa innailaihi rojiun, ya Allah tega sekali pria itu."
Ridwan langsung masuk, dan inilah yang terjadi. Sebelum bulek nya berbicara soal Cita dia sudah mulai mengatakan terlebih dulu kepada ayah dan bundanya mengenai Cita. Terang saja Farah dna Ghofar terkejut dengan cerita Ridwan. Terlebih saat mengetahui bahwa pria yang berzina dengan Cita itu adalah suami dari adik kelasnya yang yatim piatu. Perihal Ratih keguguran pun juga membuat Farah menjadi begitu trenyuh.
" Lalu bagaimana sekarang Wan? Tinggal 2 minggu lagi acaranya?" tanya Ghofar kepada sang putra
__ADS_1
" Aku punya acara sendiri yah, bund. Ayah sama bunda nggak usah khawatir. Yang jelas pernikahan ini tidak akan terjadi."
TBC