
Dengan perasaan kesal, Cita melanjutkan tujuan utamanya untuk menuju ke kediaman Hati. Tapi sata sampai di sana Cita harus menelan kekecewaan karena tidak ada satu pun orang di rumah.
" Sialan!! Mengapa hari ini semuanya membuatku kesal. Asuuuuu!!!"
Rupanya Hari dan Sarti berada di kediaman Danu. Hari marah saat mengetahui keadaan kakaknya dari sang ibu. Maka dari itu, pagi tadi dia langsung meminjam mobil milik temannya untuk membawa Watik kembali.
" Ooh kamu minta aku menceraikan kakak mu? Baik, boleh saja. Tapi kembalikan uang 100 juta itu maka dnegan senang hati aku akan menceraikan wanita murahan itu."
Sarti dan Hari terperanjat dnegan ucapan Danu. Pria itu terlihat begitu benci melihat Watik yang juga duduk di sana.
" Jangan berlagak tidak tahu apa-apa. Kakak mu ini, dia sudah tidak suci lagi saat menikah denganku," imbuh Danu dengan nada bicara yang memperlihatkan raut wajah tidak suka.
Hari tidak bisa berkata apapun. Ingin marah kepada Watik? Tentu tidak bisa, dia sendiri juga melakukan itu bersama Cita sebelum ada ikatan apapun.
" Aku akan membawa kembali Mbak Watik," ucap Hari kukuh.
__ADS_1
" Silakan, tapi kau tidak akan menjatuhkan talak padanya sebelum uang 100 juta itu kembali ke tanganku. Dengan begitu aku masih berhak atas tubuhnya."
Watik bergidik ngeri saat Danu mengatakan hal tersebut. Rasanya ingin mati saja dari pada terus digauli oleh Danu. Pria itu benar-benar seperti binatang tidak peduli ia meronta kesakitan, Dany terus menyerang Watik dengan brutal.
" Akan ku berikan kembali uangmu itu," ucap Hari tegas. Ia kemudian mengangkat tubuh Watik ke dalam mobil dan Sarti membawa barang-barang milik Watik.
Kini ketiganya ada di dalam mobil. Sarti melihat ke arah sang putra," dari mana kita dapat uang itu Har?"
" Gadaikan sertifikat rumah kita ke bank."
" Aku pikir ini balasan Tuhan atas apa yang aku lakukan ke Ratih. Semua dibalas melalui Mbak Watik. Seharusnya kita meminta maaf kepada dia. Aku yakin mbak dan ibuk juga ikut membuat Ratih menderita."
Sarti dan Watik terdiam. Kedua wanita beda usia itu mengingat apa yang mereka lakukan kepada Ratih. Seenaknya sendiri bersikap, acuh, menipu, dan beberapa hal lain yang pasti menyakiti hati gadis yatim piatu tersebut. Jika seharusnya mereka menjadi rumah untuk Ratih bernaung, tapi mereka malah menjadi neraka di kehidupan dunia Ratih.
Air mata Watik luruh. Penyesalan selalu terjadi dibelakang. Ia kembali mengingat rasa sakit yang ia terima saat danu dan Mira memperlakukan dirinya layaknya sampah. Danu yang terang-terang menyakiti dirinya hanya ditanggapi senyum sinis oleh Mira.
__ADS_1
Pun dengan Sarti, hatinya sakit saat putrinya diperlakukan tidak baik oleh suaminya. Sarti menjadi ingat saat Ratih mengadu kepadanya tentang perbuatan Hari, di sana Sarti acuh dan malah menganggap itu adalah hal biasa. Mungin jika kedua orang tua Ratih masih hidup, mereka akan melakukan hal yang sama dengan apa yang ia dan hari lakukan sekarang.
" Sudah tidak ada gunanya kita menyesal. Menyesal tidak mungkin akan mengembalikan Hati ratih menjadi baik-baik saja. menyesal juga tidak akan bisa mengembalikan bayi yang dikandung ratih kembali ke rahimnya. Sebaiknya kita bawa Mbak Watik ke rumah sakit." Hari berucap dengan nada sendu. Sarti tentu bingung dengan apa yang diucapkan oleh anak bungsunya itu.
" Maksudmu apa Har?"
" Ratih keguguran buk. Semua gara-gara aku."
Sarti dan Watik mengusap wajah mereka kasar. Sungguh banyak sekali perbuatan buruk yang keluarga mereka lakukan kepada Ratih. Wanita malang yang hidupnya sudah mereka buat berantakan karena sekedar ego pribadi.
Watik kembali menangis, ia mengingat bagaimana ia pertama kali menyeret Ratih ke dalam penderitaan tersebut. Sungguh Watik baru merasa bersalah saat ini saat ia merasakan sendiri bagaimana sakitnya sebuah penderitaan.
" Jika ada yang harus disalahkan untuk semua yang menimpa Ratih, maka aku adalah orang nya," gumam Watik lirih.
TBC
__ADS_1