
Cita dan kedua orang tuanya sangat bahagia saat berjalan menuju ke gedung yang sudah di berikan alamatnya oleh Ridwan. Beberapa keluarga Cita pun juga ada yang ikut. Baik Cita dan Ridwan memang sepakat untuk tidak mengundang orang. Maka dari itu memang tidak banyak yang datang.
Tapi saat mereka sampai di gedung, di sana tidak ada apapun. Tidak ad janur, tidak ada bunga-bunga khas acara pernikahan dan juga tidak ada. Tidak ada juga suara musik yang biasa diputar saat pernikahan. Sepi, itulah kata yang menggambarkan suasana gedung tersebut.
" Nduk, lha ini apa toh. Sepi nyenyet begini. Jangan-jangan kamu salah tempat," ucap bapak Cita.
Cita menggeleng, ia tidak mungkin salah tempat. Gedung yang ada di di depannya itu jelas gedung yang sudah di katakan oleh Ridwan.
" Kita masuk saja dulu."
Cita mengajak kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam gedung. Awalnya gedung itu gelap tapi saat mereka membuka pintu lampu satu demi satu menyala sehingga ruangan dalam gedung itu terang benderang.
Cita tersenyum, tapi seketika senyumnya pudar saat di dalam gedung itu kosong mlompong. Tidak ada satu pun orang di sana. tapi sebuah layar besar terpampang di bagian paling depan. Tidak lama kemudian sebuah video diputar. Semua orang terkejut dan menatap jijik. Video itu adalah video mesumm. Video adegan panas pria dan wanita.
Detik berikutnya Cita berteriak meminta untuk Video itu dihentikan.
__ADS_1
" Stop, berhenti! Aku bilang hentikan video itu. Bukannya berhenti, adegan selanjutnya tak kalah panasnya. Bapak dan Ibu Cita membulatkan matanya. Mereka jelas tahu bahwa yang ada di video itu adalah puri merkea.
Plaak!!!
sebuah tamparan keras diterima Cita dari sang bapak. Bekas tangan menempel jela di sana.
" Wanita murahan, anak tidak tahu diuntung! itu kah yang kamu lakukan di luaran! Itu kah alasan kamu tidak mau pulang ke rumah dan memilih untuk tinggal di kost. Untuk jadi pelacurr!"
Ibu Cita hanya tergugu melihat kelakuan putri tunggalnya itu. Bagaimana tidak, ia ingin putrinya itu sekolah tinggi tapi Cita menolak dan memilih bekerja. Diminta untuk pulang ke ruamh tapi memilih kost. Dan semua ini terjadi tanpa diketahui oleh mereka.
" Kau, kau pasti yang mengadukan ini semua bukan. Dasar wanita kampungan! Kau pasti yang mengatakan ke keluarga Mas Ridwan."
Cita berteriak marah, ia hendak menghampiri Ratih tapi oleh Raka , Ratih ditarik ke belakang tubuhnya.
Ratih pun terkejut saat melihat Cita ada di sana. Ia tidak tahu bahwa Cita adalah calon suami Ridwan.
__ADS_1
" Diam, dan tutup mulutmu! Ratih tidak pernah mengatakan apapun tentang kamu. Bahkan dia saja tidak tahu kalau aku ada hubungan denganmu. Semua itu aku tahu sendiri, dan video kedua itu bahkan aku yang merekamnya sendiri. Sungguh wanita tidak bisa menjaga harkat dan martabat, sudah merusak hubungan pernikahan orang lain dan ingin memanipulasi ku? Kau tidak akan bisa."
Cita langsung terduduk lemas. Keluarga Cita yang tadi ikut langsung keluar dari gedung karena malu. Mereka tidak menyangka anggota keluarga mereka ada yang berperilaku bagaikan setan.
" Bang Ridwan, aku bisa berubah bang. aku mohon jangan putuskan hubungan kita," ucap Cita memohon.
" Maaf kami tidak bisa menerima menantu seperti Mbak Cita. Bagaimanapun kami ingin wanita yang bisa menjaga harkat dan martabatnya. Jika itu adalah sebuah kesalahan atau semacam pelecehan mungkin tidak mengapa. Tapi apa yang Mbak Cita lakukan adalah asta dasar suka. jadi sebaiknya mbak menikah dengan pria tersebut. Kami jelas tidak ingin putra kami menjadi korban, saya yakin mbak akan terus melakukan itu bahkan sampai nanti sudah menikah. Permisi."
Farah, ibu dari Ridwan berkata dengan tegas. Mereka kemudian berjalan keluar dari gedung. CIta hanya bisa menangis dan berteriak. tak lupa mulutnya terus memaki Ratih, ia meras Ratih lah yang paling andil dalam kejadian buruk.
" Jangan di dengarkan, wanita itu tampaknya mulai tidak waras. Kalau waras dia tidak akan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dia lakukan."
Ratih mengangguk kecil, ia belum sadar saat ini tangannya masih digenggam erat oleh Raka. Ridwan yang melihat hal itu hanya tersenyum. ia tahu adik sepupunya menaruh hati kepada adik kelasnya semasa sekolah itu.
" Aku harap kamu bisa membahagiakan wanita malang itu Raka. MAs yakin Ratih akan bahagia bersamamu. Sembuhkanlah sakit hatinya dulu maka kau akan mendapatkan hatinya sepenuhnya."
__ADS_1
TBC