Hard But Easy

Hard But Easy
Bab 1


__ADS_3

Ia pikir, semua kebahagiaan yang dia miliki saat ini dapat bertahan lama. Kemudian ia sadar, bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Kenyataan bahwa kabar itu datang disaat yang tidak tepat, membuat dirinya tenggelam dalam jurang keputusasaan


Ia tidak penah tahu, kalau sebuah kenyataan dapat menyayat hati.


Selama ini ia berjuang untuk impian dan cita-citanya, tapi pada akhirnya, semuanya akan tenggelam. Dan suatu hari nanti, ia hanya menyisakan sebuah nama saja.


Haruskah ia melarikan diri?


Atau, tetap tinggal dan pura-pura tidak tahu mengenai kenyataan yang membuatnya mati secara perlahan?


Ini adalah titik dimana ia harus menerima kenyataan yang sesungguhnya.


...----------------...


Jonathan Darrel memasuki sebuah studio lukis Carlos D'Oleta yang berada di kawasan New York. Seperti biasa, ketika laki-laki itu merasa bosan di apartemen, ia akan mampir ke tempat temannya, sekedar refreshing. Daripada ia cuma diam didalam kamar sambil memainkan gitarnya dan bernyanyi. Membosankan sekali.


Meskipun Jonathan punya apa yang dia inginkan, terkadang laki-laki itu merasa bosan dengan kehidupannya. Tapi, dibalik semua itu, Jonathan tetap bersyukur bisa mencapai dititik seperti sekarang ini.


Mata laki-laki itu menelusuri tiap sudut studio itu, mencari keberadaan temannya. Studionya tidak begitu ramai, karena temannya tidak mempekerjakan orang lain. Paling yang meramaikan hanya pelanggan yang memesan lukisan. Tidak butuh waktu lama, mata Jonathan melihat keberadaan temannya. Ternyata orang itu baru keluar dari tempat persembunyiannya dibelakang. Tempat persembunyian yang dimaksud Jonathan adalah ruangan yang temannya biasa gunakan untuk menyelesaikan karyanya.


"Carlos!" panggil Jonathan sambil menghampiri temannya. Namanya Carlos Vince, pria keturunan Asia yang sudah lama tinggal di Amerika, sama seperti Jonathan. "Sedang mengerjakan pesanan?" Tanya Jonathan.


Carlos tidak langsung menjawab. Ia melepas celemek ditubuhnya dan meletakkannya diatas kursi. "Yeah, begitulah. Ayo duduk dulu." katanya, kemudian Carlos mengajak Jonathan duduk disalah satu bangku yang memang disediakan disana untuk mengobrol santai.


Jonathan tampak menatap sekeliling studio. Ada begitu banyak lukisan yang telah dibuat oleh Carlos, yang memang sengaja dipajang laki-laki itu. Keterampilan Carlos dalam melukis tidak perlu diragukan lagi, dia memang juaranya.

__ADS_1


"Bagaimana denganmu? Tumben belum mengungah lagu di youtube."


Yeah, Jonathan merupakan seorang artis youtube, dia suka sekali bernyanyi, dia lebih sering mengunggah cover lagu, tapi tidak jarang pula dia mengunggah lagu aransemennya sendiri. Biasanya kalau Jonathan meng-cover lagu, dia mengubahnya ke versi acoustic. Awalnya, Jonathan hanya menjalani hobinya saja, tapi lama kelamaan, dia jadi semakin populer, terutama dikalangan remaja.


"Entahlah, aku merasa sedikit bosan belakangan ini." katanya, membalas pertanyaan Carlos.


"Itu tandanya kau butuh refreshing." balas Carlos sambil menepuk pundak temannya.


Jonathan tampak menghela napas. "Sepertinya kau benar."


"Kau bisa main-main kesini, sekalian membantuku, lumayan pekerjaanku jadi lebih ringan." kemudian Carlos tertawa.


Mendengar pernyataan Carlos, Jonathan secara refleks memukul lengan temannya. "Enak saja!" protesnya


"Kalau tahu begitu, kenapa tidak cari orang untuk bekerja?" celetuk Jonathan.


"Aku masih tidak percaya pada orang baru. Masih trauma dengan kejadian masa lalu." Yeah, dulu Carlos pernah mempekerjakan orang di studionya, namun beberapa hari setelah bekerja, orang itu membawa kabur uang yang dicurinya dari tempat Carlos. Waktu itu Carlos hampir menutup studionya karena rugi banyak, apalagi saat itu ia sedang menghadapi krisis keuangan.


Ditengah pembicaraan keduanya, tiba-tiba seseorang muncul dari tempat persembunyian Carlos. Tampak Jonathan mengerutkan dahinya melihat sosok gadis yang berlalu-lalang didalam studio lukis Carlos. Melihat tatapan aneh Jonathan, Carlos pun menoleh ke belakang dan mendapati adik sepupunya yang sibuk dengan ponselnya. Laki-laki itu berbalik menatap Jonathan lagi.


"Hei!" Carlos berhasil membuat Jonathan tersentak. "Dia adik sepupuku." Carlos berhasil menjawab rasa penasaran Jonathan, tanpa menunggu laki-laki itu bicara.


"Adik?" ulang Jonathan.


"Namanya Eliza Fern. Dia baru datang dua hari yang lalu." kali ini Carlos menjawab seluruh pertanyaan dalam kepala Jonathan. "Dia bilang mau tinggal dan membantuku beberapa hari disini." timpalnya lagi.

__ADS_1


Jonathan masih memfokuskan matanya pada Eliza yang tengah sibuk mengaduk-aduk isi tasnya, seolah memeriksa sesuatu.


"Jangan dilihat begitu, kalau suka bilang." Carlos mencoba menahan senyum melihat ekspresi Jonathan.


Jonathan langsung mengalihkan pandangannya dari Eliza, ia berdecak kemudian mendelikkan mata ke arah Carlos. "Apa-apaan kau ini!" protesnya lagi.


Tidak lama setelah itu, secara tidak sengaja, mata Jonathan bertemu dengan Eliza, ketika gadis itu mendongakkan kepalanya. Buru-buru Jonathan mengalihkan tatapan.


"Carlos." terdengar suara Eliza yang lembut, membuat Carlos menoleh ke belakang, menatap adik perempuannya. "Aku mau jalan-jalan sebentar. Kau mau menitip sesuatu?" tanyanya.


"Hm, tidak." jawab Carlos. "Jangan lama-lama, cuacanya sedang dingin." lanjut laki-laki itu.


"Iya. Kalau begitu aku pergi dulu." sebelum gadis itu pergi, ia sempat tersenyum sekilas pada Jonathan. Jonathan tidak sempat membalas senyuman itu, karena si gadis sudah berada diujung pintu.


"Eliza, jangan lupa pakai mantelmu! Diluar dingin!" seru Carlos sebelum gadis itu membuka pintu, Eliza pun menoleh ke belakang dan tersenyum lagi. Kali ini ia tersenyum ke arah Carlos.


"Iya." katanya singkat. Lantas gadis itu perlahan menghilang dari pandangan Jonathan dan Carlos.


Setelahnya terdengar suara helaan napas dari Carlos, membuat Jonathan mengalihkan tatapannya yang semula mengarah pada pintu. "Terkadang Eliza itu begitu ceroboh." celetuk Carlos, lantas ia menatap Jonathan. "Boleh aku minta tolong padamu?"


Lagi. Jonathan kembali mengerutkan alisnya. "Apa?"


"Tolong ikuti Eliza. Pastikan dia sudah menggunakan jaket dan membenarkan syalnya."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2