
Pukul lima lewat sepuluh menit, Eliza dan Amelia sudah berada didalam apartemen Amelia. Setelah selesai menyiap-nyiapkan makanan tadi, mereka langsung duduk di meja makan dan makan dengan lahap. Ibu Amelia senang sekali bisa bertemu dengan Eliza, terbukti dari tingkah lakunya yang menganggap bahwa Eliza seperti anak kandungnya. Baru saja bertemu, mereka sudah terlihat akrab. Benar-benar diluar dugaan sekali.
"Eliza kalau mau, kau bisa ambil makanannya lagi." Ujar Ibu Amelia.
"Iya, bibi." Sahut Eliza dengan senyum yang merekah. Dia juga sangat senang bisa bertemu dengan ibunya Amelia. Ibu Amelia sangat peduli dan suka berbagi cerita, terutama mengenai kehidupan perempuan. Eliza bahkan baru tahu kalau keluarga Amelia seluruhnya adalah orang Korea Selatan, namun menetap di New York karena suatu hal, sebelum akhirnya mereka berpisah dan meninggalkan keduanya.
Eliza sedikit miris mendengarnya. Ternyata setiap orang punya cerita menyedihkan. Tetapi dibalik semua itu, Ibu Amelia dan Amelia sendiri bisa bertahan dan melawan halangan tersebut. Eliza sedikit menyesal kala menyadari dirinya malah melarikan diri dari masalah yang dia alami. Eliza memilih untuk menyembunyikan kebenaran dari orang-orang yang menyayanginya.
"Lain kali kita ajak kakakmu makan disini juga, ya? Sudah lama sekali ruangan ini tidak diramaikan oleh Carlos dan Jonathan." Ibu Amelia sambil menyuapkan makanan ke mulut. "Carlos sedang sibuk, bahkan aku sendiri jarang bertemu dia." Sahut Amelia, kemudian dia berkata lagi setelah diselingi makan, "Jonathan dia sering berkelana entah kemana, dia lebih suka berada diluar." Amelia terlihat menaikkan kedua bahu.
Wait, Jonathan? Oh, Eliza lupa satu hal. Bukankah Amelia bilang Jonathan tinggal disebelah apartemen Amelia? Entah mengapa hatinya langsung berdebar.
"Oh, ya Amelia, setelah ini bisa ke tempat Jonathan untuk mengantarkan makanan?" Suara dari ibu Amelia membuat Eliza membuyarkan lamunannya, gadis itu langsung menatap ibu Amelia.
"Tentu saja." Jawab Amelia sambil memasukkan makanan ke dalam mulut. Sedetik kemudian, Amelia menoleh pada Eliza. "Nanti antarkan aku ya." Katanya sambil tersenyum.
Eliza buru-buru menoleh pada Amelia dengan alis yang berkerut. "Kemana?"
"Ke tempat Jonathan."
"Hm, oke." Jawab Eliza dengan riang, lantas ia menyuap makanan ke dalam mulut. Dalam hati dia bersorak karena akhirnya bisa bertemu dengan Jonathan, sudah beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan Jonathan. Mungkin saja Jonathan sedang sibuk akhir-akhir ini, sama seperti Carlos.
Setelah selesai makan, mereka bertiga langsung beres-beres, selanjutnya Amelia dan Eliza menyiapkan makanan untuk diantar ke apartemen Jonathan.
"Apa Jonathan akhir-akhir ini sibuk?" tanya Eliza memecah keheningan, kala mereka memasukkan makanan ke dalam kotak.
Amelia menghentikan aktivitasnya, kemudian menoleh pada Eliza. "Entahlah, memangnya kenapa?"
Eliza buru-buru menggeleng, "tidak apa-apa."
Kemudian Amelia tersenyum. "Aku tahu pasti ada sesuatu. Kau rindu padanya kan?"
"Tidak!" Protes Eliza, yang dibalas gelak tawa oleh Amelia.
"Tidak usah mengelak." Seloroh Amelia.
"Ya ampun, Amelia. Aku serius."
Amelia tertawa pendek. "Aku akan menunggu kabar baik antara kau dan Jonathan."
Eliza memilih untuk memutar kedua bola matanya ketimbang menanggapi godaan Amelia. Ia tahu sekali kalau Amelia ini sama seperti kakaknya, Carlos. Suka menjodoh-jodohkan dirinya dengan Jonathan. Walaupun Eliza merasa senang, tetapi ia tak bisa memungkiri bahwa semua itu hanya bersifat semu. Dia tidak akan menikmati semuanya. Itu hanya akan membuat orang lain merasa sakit hati.
"Sudah siap!" Seru Amelia sambil mengangkat kotak makan yang berisi California roll. Sementara Eliza masih sibuk memasukkan pasta ke dalam kotak. "Sini ku bantu." Amelia pun mengambil sendok garpu dan mulai menggulung spageti tersebut. Amelia tahu kalau Eliza sedikit kesulitan karena spagetinya licin.
"Terima kasih." Sahut Eliza setelah semuanya dimasukkan ke dalam kotak makan.
Amelia menanggapinya dengan senyuman, lantas ia pun mulai memasukkan semua kotak makan tadi ke dalam tas. "Ayo kita antarkan ke tempat Jonathan!"
...-οΟο-...
Suara bel interkom itu, membuat Jonathan Darrel bangkit dari aktivitasnya merebahkan diri diatas sofa. Sebelum ia benar-benar bangkit, Jonathan mengernyitkan alisnya sedikit, heran lantaran ia punya tamu tak terduga petang ini. Memang siapa yang bertamu saat ini?
__ADS_1
Jonathan pun akhirnya berdiri dan berjalan dengan malas ke arah pintu utama dan membuka pintu tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati Amelia dan Eliza berdiri didepan apartemennya dengan senyum yang merekah, terutama Eliza Fern. Gadis itu menunjukkan senyum bak bunga matahari. Jujur saja, Jonathan sedikit terheran-heran kenapa Eliza Fern bisa sampai ke apartemennya. Sungguh diluar dugaan.
"Aku kesini karena mau mengantar ini." Amelia pun menyerahkan sebuah tas besar berisi kotak bekal makanan yang telah ia dan Eliza kemas.
Jonathan pun menerima tas tersebut dari tangan Amelia. "Oh, terima kasih." Ucapnya. Lantas tatapannya jatuh pada Eliza yang berdiri tepat disebelah Amelia. "Eliza?" Jonathan sedikit kikuk ketika memanggil nama Eliza. Sementara si gadis hanya tersenyum malu-malu.
"Ah tadi dia mampir ke toko bunga dan aku memutuskan untuk mengajaknya makan bersama." Sahut Amelia, menjelaskan.
"Oh." Sahut Jonathan singkat, kemudian dia bertanya lagi, "kalian saling kenal?"
Amelia dan Eliza pun saling tatap sekilas, kemudian tersenyum. "Kami kenal waktu Amelia berkunjung ke studio." Jawab Eliza.
Kembali Jonathan menjawab 'oh' sambil menggangguk. "Omong-omong kalian mau mampir?" tawar Jonathan.
"Hm.. sepertinya tidak," sedetik kemudian dia menatap Eliza, "tapi sepertinya Eliza mau."
Mendengar hal itu, Eliza langsung membulatkan mata dan menoleh pada Amelia. Matanya menyiratkan sebuah tanya, 'apa yang barusan kau katakan?' bahkan senyum diwajahnya ikut kuntur setelah mendengar ucapan Amelia barusan.
"Tentu saja, Eliza, silakan masuk."
"Tapi aku..."
"Tidak apa-apa." Sela Amelia, "kau bisa pergi ke tempatku kalau ada apa-apa."
"Aku harus..." Eliza langsung terdiam begitu Amelia memegang pundaknya sekilas kemudian mendekat ke arahnya.
"Jonathan, dia baik, semoga kalian makin dekat yah." Bisik Amelia setelahnya dia mengerling kemudian menjauhi Jonathan dan Amelia dan masuk ke apartemennya.
"Ayo masuk." Ujar Jonathan menetralisir keheningan yang terjadi.
Eliza langsung menoleh menatap Jonathan. Entah mengapa suasanya jadi kikuk begini. Pada akhirnya, Eliza pun masuk ke dalam apartemen Jonathan karena laki-laki itu sudah menawarkan masuk beberapa kali.
Setelah di dalam, Eliza Fern berdiri di ruang tengah, menatap sekeliling apartemen milik Jonathan Darrel. Ruangannya tidak besar, tetapi Jonathan dapat mengatur tata letak barang-barangnya. Sementara Jonathann pergi ke dapur untuk membuka makanan yang dibawa oleh Amelia dan Eliza.
Dari dapur, Jonathan dapat melihat Eliza yang sedang menatap sekeliling apartemennya, hingga tanpa sadar Jonathan tersenyum. Sejak awal pertemuan mereka, Eliza memang terlihat menarik dimata Jonathan. Ia tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama, tapi dia percaya pada ketertarikan ketika pertama bertemu.
Setelahnya, Jonathan pun pergi ke meja makan dengan membawa makanan yang tadi telah ia buka. Kemudian dia kembali menatap Eliza yang masih berdiri di ruang tengah. "Eliza." Panggilnya. Mendengar panggilan itu, Eliza pun menoleh, "kau sudah makan?"
Eliza mengangguk. "Sudah."
"Kalau begitu, mau menemaniku makan?"
"Tentu saja."
Mereka pun kini duduk di meja makan bersama sambil mengobrol kecil. Dari obrolan kecil itu mereka mulai menunjukkan ke akraban, meski sebelumnya mereka memang sudah akrab. Namun kali ini berbeda. Jonathan dan Eliza seakan memperlihatkan sisi tertutup dalam diri mereka. Misalnya membahas mengenai makanan kesukkan, film favorit, destinasi wisata yang ingin mereka kunjungi, dan masih banyak hal lain yang mereka bicarakan.
"Omong-omong kau tidak mengunggah lagu lagi?" tanya Eliza mencari topik lain.
"Belum sempat. Aku sedang mencoba menulis lagu baru." Kata Jonathan masih dengan makanan dalam mulutnya.
"Ah begitu." Ujar Eliza sambil manggut-manggut.
__ADS_1
Kemudian tanpa sengaja ia melirik Jonathan yang sedang makan. Laki-laki itu terlihat lahap sekali menyantap makanannya, entah mengapa Jonathan Darrel terlihat menarik dimata Eliza sekarang, hingga membuat ia tersenyum seperti orang bodoh.
Merasa dirinya diperhatikan, Jonathan pun mengangkat wajah guna menatap Eliza. Gadis itu langsung menjadi salah tingkah begitu Jonathan menatapnya balik. Eliza langsung berdeham dan mengalihkan arah pandang.
Melihat Eliza yang salah tingkah begitu, membuat Jonathan tersenyum. "Apa ada sesuatu di wajahku sampai kau melihatku begitu?" tanya Jonathan, sebisa mungkin ia menyembunyikan senyumnya.
"T-tidak ada!" Sambar Eliza. Wajahnya berubah jadi merah karena ketahuan memperhatikan Jonathan.
"Eliza?" Panggil Jonathan Darrel. Mau tidak mau Eliza mesti menengok dan menatap Joanthan langsung. "kalau kau pulang malam, kakakmu tidak masalah, kan?"
...-οΟο-...
"Jadi aku harus apa?"
"Cukup diam dan ikuti aku."
Eliza pun menurut. Gadis itu diam dan memperhatikan Jonathan yang sedang sibuk dengan aktivitasnya. Entah apa yang laki-laki itu akan lakukan. Saat ini mereka berada di kamar Jonathan dan Eliza tahu kalau tempat tersebut menjadi latar dalam setiap video unggahan Jonathan Darrel.
"Kau mau melakukan apa hari ini?" tanya Eliza.
Jonathan hanya tersenyum, kemudian dia duduk disebelah Eliza Fern. "Kau hanya perlu melihat ke arah kamera dan menyapa penggemarku."
Eliza mengangguk mengerti. Ia kini menatap ke arah depan, menunggu kamera didepannya menyala.
"Oh, iya.. kau hapal lagu ini, kan?" Jonathan kemudian menyerahkan secarik kertas berisi lirik lagu pada Eliza. Gadis itu langsung membulatkan matanya, sedetik kemudian ia tersenyum sumringah.
"Ini lagu kesukaanku, tentu saja aku hapal!" Serunya.
Jonathan tersenyum sekilas, "mau menyanyikannya bersama ku?"
Tanpa berbasa basi lagi, Eliza langsung mengiyakan kemauan Jonathan.
Tepat ketika kamera sudah menyala, mereka langsung menyapa para penggemar. Meski tidak disiarkan secara live, tapi mereka melakukannya dengan baik, seolah mereka berhadapan dengan para penggemar Jonathan sekarang. Terutama Eliza, walaupun dia baru pertama kali melakukan hal seperti ini, tapi dia sudah ahli dalam berbicara.
"Well, kali ini aku dan Eliza ingin membawakan sebuah lagu yang melegenda, mungkin kalian langsung memikirkan adegannya begitu mendengar lagu ini." Kata Jonathan diselingi canda. Jemari Jonathan bersiap-siap akan memetik gitar, sementara matanya melirik Eliza sekilas memberi kode 'apakah dia sudah siap'. Eliza mengerti kode tersebut langsung mengangguk.
Jonathan pun langsung memetik senari gitarnya.
" I can show you the world... shining, shimmering splendid.. tell me, princess, now when did you last let your heart decide? I can open your eyes... take you wonder by wonder ... Over sideways and under on a magic carpet ride...
A whole new world... A new fantastic point of view... No one to tell us no... Or where to go.. Or say we're only dreaming..."
"A whole new world... A dazzling place... I never knew... But when I'm way up here... It's crystal clear... That now I'm in a whole new world with you... "
"Now I'm in a whole new world with you...."
" Unbelievable sights Indescribable feeling Soaring, tumbling, freewheeling Through an endless diamond sky... A whole new world.... A hundred thousand things to see... I'm like a shooting star... I've come so far... I can't go back to where used to be...."
"A whole new world.... With new horizon to pursue..."
"I'll chase them anywhere.. it's time to spare... Let me share this whole new world with you..."
__ADS_1
...----------------...