Hasrat Mas Duda

Hasrat Mas Duda
Prolog


__ADS_3

Namanya adalah Keenan Adiswara, seorang pemilik warung bakso. Berusia 28 tahun dengan anak satu berusia 8 bulan. Keenan sangat bahagia menjalani biduk rumah tangganya dengan Alya, ya seharusnya demikian. Keenan sangat mencintai istrinya, setelah perkenalan singkat mereka.


Mereka memutuskan untuk menikah setahun yang lalu. Ia awalnya hanya anak nakal yang sering berganti pasangan. Bisa dikatakan playboy, terlebih siapa juga yang tak akan terpesona dengan paras tampan nya. Namun, semua masa lalu itu ia kubur demi wanita yang kini menjadi istrinya.


Entah itu sebuah balasan karena masa lalunya, akhirnya ia bahkan dikhianati saat berusaha untuk setia menjalani cinta pada satu hati.


Pagi ini, seperti biasa Alya juga harus bekerja sebagai art di rumah orang berada. Dan Keenan selalu membawa serta Kayla bersamanya. Tentu saja ke warung baksonya.


"Mas, hati-hati ya!" ucap Alya.


"Iya, kamu juga ya! Nanti, saat ba'da magrib mas pulang mengantar Kayla." ucap Keenan.


"Hum..sama papa dulu, ya! Dah..sayang!" ucap Alya.


"Dah..mama.." ucap Keenan.


Keenan menaiki motornya dan membawa Kayla dengan hip seat. Rutinitas yang selalu ia lakukan setiap hari sejak Kayla masih usia sebulan. Tak lama kemudian, Keenan tiba dan disambut ketiga karyawan yang kesemuanya pria.


"Halo Kayla, bobo ya!" sapa Rangga.


"Iya Ngga, tidur nih. Yang lain mana, belum datang?" tanya Keenan.


"Ivan sama Ardi, lagi otw kesini mas Keenan!" jawab Rangga.


"Yaudah, aku tidurin Kayla dulu, ya! Setelah itu kita persiapan buka warung!" ujar Keenan dan diangguki oleh Rangga.


Setelah menidurkan Kayla di ruangan khusus, Keenan kembali keluar mempersiapkan segalanya. Mengambil kuah bakso yang semalam dibuat. Tak lama kedua pegawai yang lain datang dan bersiap.


Warung bakso Keenan selalu ramai pembeli karena bukan hanya Keenan saja yang menjadi daya tarik pembeli karena paras tampan nya. Ketiga karyawan yang masih lajang pun begitu memanjakan mata yang memandangnya.


Keenan tak pernah memilih, kebetulan saja mereka yang melamar memang memiliki paras yang lumayan.


"Mas, bakso urat satu sama bakso beranak. Minumannya es teh manis dua!" seru pelanggan.


Keenan dengan cekatan membantu anak buahnya dan hal itu terus berlanjut karena pelanggan semakin banyak yang berdatangan. Namun, saat itu Kayla terbangun sehingga Keenan menyerahkan pada anak buahnya. Keenan menggendong Kayla dan memberikan susu serta camilan.

__ADS_1


"Kayla mamam ya, kangen ya sama mama. Tumben mama nggak bisa dihubungi, nih. Nanti sore pas mama udah dirumah, Kayla papa antar, ya ketemu mama." Keenan mengajak bicara bayi mungilnya itu sementara Kayla merespon dengan senyuman dan celotehan.


*********


Sementara bukannya bekerja, Alya malah minta izin karena sakit. Sehingga ia berpura-pura demi menunggu kedatangan sang mantan kekasih yang sudah sebulan ini diselingkuhinya. Saat Alya menghidangkan minuman, Felix sengaja meletakan obat tidur ke minuman Alya. Sehingga saat Alya merasa pusing dan tertidur di sofa, Felix segera membopong tubuh Alya ke ranjang.


Karena sangat ingin kembali memiliki Alya, Felix pun menjamah tubuh molek wanita beranak satu itu. Ia lucuti seluruh pakaiannya dan kini mereka tak berbusana.


"Hum..akhirnya bisa juga menikmati tubuh ini."


Didalam kamar itu, Felix menggagahi Alya sepuas hatinya. Hingga ketika lelah, Felix tertidur dengan memeluk tubuh polos Alya yang terbungkus selimut.


Sementara waktu sudah hampir senja. Keenan bersiap hendak membawa Kayla pulang. Supaya Alya bisa bersama mamanya dan Keenan bisa kembali lagi ke warung bakso.


Alya pun merasakan kepalanya yang pusing dan ia menyadari kalau Felix telah melewati batasannya.


"Felix, apa yang udah kita lakukan!" kejut Alya.


"Aku mau memiliki kamu seutuhnya Alya, aku akan bahagiakan kamu, kalau Keenan tau hal ini. Kamu ikutlah denganku, hidup bersamaku!" ajak Felix meyakinkan.


"Tapi!"


Alya meneguk saliva dengan jantung berdegup kencang. Saat Keenan yang sumringah datang membawa Alya membuka pintu. Betapa terkejutnya ketika mendapati sang istri telah begitu tega berselingkuh dengan Felix, yang tak lain adalah mantan kekasihnya.


"Alya!!" pekik Keenan.


"Apa yang kalian lakukan??"


"Seperti yang kamu lihat, kami habis bercinta. Keenan..Keenan..kasian banget sih kamu, kamu tau Alya itu nggak cinta sama kamu. Dia sangat mencintai aku, makanya sekarang Alya memberikan kehormatannya secara cuma-cuma untukku." ujar Felix.


"Brengsek!!!" ucap Keenan seraya melayangkan pukulannya ke wajah menyebalkan Felix namun ditepis oleh Alya.


"Kenapa Alya, kenapa kamu lakukan hal ini sama mas, katakan apa kesalahan mas sama kamu. Sehingga kamu menyakiti mas sampai seperti ini?" lirih Keenan.


"Aku menyesal dengan pernikahan kita mas, aku mencintai Felix. Selama ini, aku udah menjalin hubungan dengan dia, kami masih berpacaran dan sering melakukan itu saat mas dan Kayla nggak ada di rumah." jelas Alya dengan jujur.

__ADS_1


"Jahat kamu Al, mas memberi kamu satu kesempatan. Mas minta, kamu usir dia dari sini. Atau mas sendiri yang akan mengusirnya dengan caraku." titah Keenan.


"Aku nggak bisa mas." bak disambar petir ucapan itu terdengar dari mulut Alya.


"Apa maksud kamu, kamu lebih memilih dia daripada keluarga kita?" lirih Keenan.


Sementara mengetahui orangtuanya tengah bertengkar. Kayla seperti menyadari hal itu. Ia menangis dan Alya berusaha mengambil Kayla dari pelukan Keenan.


"Sini sama mama nak!" Dan kini Alya sudah berada dalam pelukan Alya.


"Pergilah kamu brengsek! Aku harus bicara dengan istriku!" pinta Keenan pada Felix.


"Aku akan pergi bersama Felix dan Kayla. Berikan Kayla sama aku mas!" pinta Alya dengan penekanan.


"Kenapa kamu tega melakukan ini, Alya. Mas nggak akan memberikan Kayla sama mama yang nggak bisa bertanggung jawab seperti kamu." ujar Felix.


Namun karena sudah jengah dengan sikap Keenan. Felix segera mengambil vas bunga dan memukulkannya ke kepala Keenan hingga saat Keenan yang merasa pusing Kayla bisa dengan mudah jatuh ke tangan Alya.


"Kenapa kamu memukul Mas Keenan, Felix!"


"Ck, udah biarin aja dia. Kita pergi dari sini, ayo ikut! Apa kamu harus membawa anak kamu?!" sergah Felix.


"Iya, tentu aja. Aku nggak bisa berpisah dari anakku." ucap Alya.


"Alya, jangan pergi!" Keenan berusaha bangkit namun kepalanya terasa berat setelah darah mengalir dari pelipisnya.


Namun Alya dengan teganya pergi dari hadapan Keenan dengan membawa Kayla. Keenan berusaha bangkit dan mengejar mereka namun sia-sia. Mereka sudah pergi dengan mobil Felix. Keenan berusaha menghubungi Alya namun Alya malah mematikan ponselnya.


Keenan membasuh lukanya dengan air dan menempelkan plester pada lukanya.


"Argh..kemana si brengsek itu membawa istri dan anakku!" Keenan segera keluar dan mencoba mencari sambil bertanya karena menurut keterangan dari tetangganya. Mobil yang ditumpangi Felix memang sering datang dan Keenan akhirnya tau kalau Alya sudah lama melakukan perselingkuhan itu, entah sudah berapa lama.


"Jadi kamu udah sering melakukan itu, Alya. Kemana kamu akan membawa Kayla, Alya!"


Keenan berusaha tetap mencari seraya melacak dengan ponselnya, malam ini.

__ADS_1


*********


Hai guys, makasih yang udah mampir, jangan lupa tinggalin jejak kalian dong berupa like, komentar, hadiah, vote juga boleh. Dukungan kalian berarti banget lho untukku. Sebagai penyemangat untukku. Tap favorit juga ya supaya kalian nggak ketinggalan update selanjutnya, makasih 😍😍


__ADS_2