
Bukannya pedagang bakso juga setidaknya rapi supaya menarik pembeli yang hendak makan. Hari ini Keenan sedang berbaik hati membuat mie ayam dalam baskom untuk dimakan bersama anak buahnya. Biasanya ia selalu mengajak anak buahnya sarapan bersama entah itu bakso sebaskom atau mie ayam sebaskom penuh.
Seperti itu misalnya, setelah ia buat ia akan memakan bersama anak buahnya. Keempat anak buahnya yang tak lain adalah Ardi, Rangga, Ivan dan Amir sangat suka moment makan bersama seperti itu. Apalagi mie ayam di warung bakso Keenan sangatlah enak, makanya mereka sangat bersemangat jika diajak makan meskipun harus makan bersama seperti itu.
"Sering-sering aja napa sih mas kayak gini, kan jadi makin suka." ujar Ivan.
"Emang aku sepelit itu, kalau kalian mau makan bakso atau mie ayam, kalian bisa ambil sepuasnya, kok!" seru Keenan.
"Iya, tapi kan nggak enak. Nanti sangkanya kita korupsi lagi haha.." kelakar Rangga.
"Korupsi bukan cuma uang ya, tapi bakso juga bisa di korupsi haha.." imbuh Amir.
"Emang si Rangga mah suka ngaco, yaudah aku buatin susu Kayla dulu, ya!" pamit Keenan.
"Tumben bawa Kayla, mas. Bu Arini kemana?" tanya Keenan.
"Ada urusan, mau ke kota B. Tadi pagi dapat telpon buat ngurus rumah peninggalan Ayahku, kalian bantu aku ya jaga Kayla. Kita gantian aja! Maklum lah laki semua disini!" pinta Keenan pada mereka.
"Siap," sahut mereka bersamaan.
Keenan membuatkan susu dan menggendong Kayla lalu memberikan susu setelah dua jam yang lalu ia berikan makan paginya. Hari ini para karyawannya akan gajian, Keenan juga sudah menyiapkan uang gaji mereka di dalam tasnya. Setiap kali melihat kepolosan Kayla, Keenan merasa menjadi dirinya di awal, bukankah berdua saja sudah bahagia meski ia sebenarnya butuh seseorang yang bisa merawat Kayla.
Setelah Kayla pulas dalam gendongannya. Keenan menaruhnya di kasur empuk dan memastikan Kayla merasa nyaman. Barulah ia kembali meneruskan pekerjaannya. Saat keluar terlihat Chelsea tengah berdiri di hadapannya dan Keenan menghela napas.
"Ada apa?" tanya Keenan seraya membuatkan bakso pesanan pembeli.
"Bisa kita bicara?" tanya Chelsea.
"Bicara apa, aku sibuk. Kamu mau makan bakso apa mie ayam biar aku buatkan?" tanya Keenan.
"Oke, nanti buatkan ya mie ayam pakai bakso isi daging, aku ada di meja itu." jawab Chelsea sumringah dan Keenan mengangguk.
Chelsea nampak senang, liburan nya di minggu ini ia gunakan untuk menemani Keenan. Itu tujuan awalnya dan akan ia beritahukan saat Keenan mengantar bakso pesanan ke mejanya. Chelsea yang sedikit cuek tapi begitu memperhatikan penampilan itu tampak melihat wajah cantiknya di cermin. Tak lama Keenan datang mengantar bakso dan segelas es jeruk.
__ADS_1
"Ngaca mulu sih, udah cantik kok!" seru Keenan dan duduk di hadapan Chelsea.
"Makasih hihi.." ucapan Chelsea membuat Keenan menggeleng.
"Btw, liburan kemana nih, main kerumahku mau nggak?" tanya Keenan tanpa basa-basi lagi.
Chelsea hampir tersedak saat kang bakso pujaannya mengajaknya main ke kediamannya. Keenan pun segera memberikannya minum.
"Kamu kalau makan baca bismillah nggak sih, perasaan sering banget keselek!" ucap Keenan menyodorkan es jeruk dan disesapnya es jeruk itu dengan pipet.
"Ngapain mas Keenan ngajakin aku kerumah, mau ngapain?" tanya Chelsea.
"Hum..temani ngobrol aja, nanti aku pulang agak sore kalau kamu mau." ujar Keenan.
Chelsea pun mengangguk, "Oke, karena aku libur. Tapi nanti ada yang marah nggak, ingat nggak cewek yang berantem karena rebutan Mas Keenan?" tanya Chelsea teringat Laura dan Sheila yang berkelahi.
Keenan tersenyum, "Yaudah kalau nggak mau, aku nggak maksa." Keenan hendak pergi dari hadapan Chelsea namun Chelsea memegang tangannya.
"Iya, aku mau." jawaban itu membuat Keenan tersenyum.
"Nanti sore ya, aku jemput kamu atau kamu yang mau kerumahku?" tanya Keenan.
"Aku jemput aja gimana?" tanya Keenan.
"Aku takutnya ada something mas, aku usahain akan datang ya?" ujar Chelsea.
"Makasih ya, yaudah aku layani pelanggan lagi." ucap Keenan dengan meninggalkan senyumannya dan di timpali dengan senyuman oleh Chelsea dan kembali ia melanjutkan makan.
"Cie, kena nih, yang mana jadinya Mas, yang numpang motor kemarin, selingan aja?" tanya Ivan.
"Selingan apa sih, aku nggak suka dia terlalu deket sama Haris. Sebelum Haris nembak dia, aku harus milikin dia!" jawab Keenan bersemangat.
"Haduh semangatnya, udah gajian, abis gajian nembak cewek." ujar Ivan.
__ADS_1
"Gajian apa, yang gajian kalian. Aku nggak." sanggah Keenan seraya membuatkan mie ayam pesanan pelanggan.
"Kan malah bagus mas, udah menggaji. Aku antar mie ayam dulu ya!" ujar Amir dan membawakan dua mangkuk mie ayam dalam baki pada pelanggan. Sementara Chelsea tak lepas terus memberikan tatapan kekaguman pada Keenan. Sesekali Keenan melihatnya, Chelsea pura-pura melihat ke arah lain. Dan Keenan tetap menyadarinya dan hanya menggelengkan kepalanya.
********
Sementara itu ada yang kesal karena Laura tak melakukan keinginannya dengan baik. Laura kini kembali berhadapan dengan Felix di penjara.
"Jadi kamu mengkhianati kepercayaan aku, Laura? Aku minta kamu menjebak dia, malah kamu menyukainya?" tanya Felix kesal.
"Siapa yang menyukai dia, Felix? Menurutku daripada kamu sibuk mengurus hidup Keenan, lebih baik kamu bertaubat atas kesalahan kamu, supaya Haris mau menebus kamu, kamu udah kehilangan banyak hal bahkan pabrik milik kamu pun akan dikuasai oleh Haris!" tegas Laura.
"Haris nggak akan mengkhianati aku seperti kamu, Laura." ucap Felix.
"Yakin? Kamu terlalu percaya sama dia, dan kalau itu terus terjadi. Aku pastikan kamu akan kehilangan segalanya, aku pergi!" Laura seperti mengancam. Felix hanya menyunggingkan senyum dan kembali ke penjara dengan hati yang bahagia.
"Keenan udah menyihir semua wanita, setelah ditinggal Alya, wanita yang paling berarti untukku, cih.."
Sementara itu Haris tengah melihat kondisi pabriknya dan hendak menghubungi Chelsea karena ia ingin lebih dekat dengan gadis belia itu. Mendapat telpon dari Haris, Chelsea yang tengah berada di bus pun mengangkatnya.
"Mas Haris!" sapa Chelsea.
"Hai jurnalis cantik, lagi apa?" tanya Haris seraya duduk di kursi panasnya.
"Aku baru pulang dari warung bakso." jawaban Chelsea membuat Haris merubah senyumannya.
"Oh, ada acara nggak nanti malam, kita dinner yuk!" ajak Haris.
"Dinner, Em..maaf mas Haris, tapi aku udah ada janji. Maaf ya," ucap Chelsea.
"Janji, dengan siapa? Apa itu Keenan, Chelsea, kamu tau kan, duda itu pria nggak benar, dia nempel dengan siapa aja, kalau kamu mau sama dia. Kamu hanya akan jadi mainan nya aja!" ujar Haris.
"Mainan gimana maksudnya mas? Aku sama Mas Keenan hanya berteman, sama kayak aku ke Mas Haris, jadi kita nggak usah bicara terlalu dalam ya, please. Aku mau turun dari bus mas. Lain kali kita sambung lagi ya!" ujar Chelsea sehingga mematikan ponselnya.
Haris menghela napas berat, kenapa harus Keenan yang menjadi saingannya dan kenapa ia harus menaruh hati pada Chelsea. Tapi ia akan tetap mempertahankan cintanya, meski sepertinya Chelsea masih menganggapnya biasa saja.
__ADS_1
"Chelsea, kamu cuma milikku! Duda brengsek itu nggak pantas untuk kamu," Haris mengepal tangannya dan meneguk saliva kasar karena kesal.
*********