
Malam itu Keenan pun pulang, melihat dari dalam mobil pria yang tak jadi bermain dengannya melintas. Wanita malam itu melintas di depan motornya dan keluar dari mobil. Gadis cantik dengan gincu merah menyala dan pakaian hitam dengan rok mini datang menghampirinya.
"Kamu siapa?" tanya Keenan mengernyit.
"Kamu lupa denganku, malam itu kita hampir melakukannya bukan? Kamu mencampakkan aku begitu saja dan pergi disaat aku masih ingin bermain." jawaban wanita itu membuat Keenan berpikir sejenak dan mengingatnya.
"Ah maaf, aku hanya ingin mencium aja saat itu. Apa kamu mau aku mencicipi setiap inci tubuh kamu, mba?" tawar Keenan.
"Dengan senang hati, kalau itu yang kamu inginkan. Kita akan kemana malam ini, sayang?" tanya Laura, wanita yang berprofresi sebagai wanita malam itu datang mendekat dan bergelayut di leher Keenan.
Keenan menyunggingkan senyum dan Laura mengajak Keenan ke sebuah in the kost. Hanya untuk satu malam. Sementara Keenan saat ini malah kurang perhatian pada bayi kecilnya. Keenan sering pulang larut dan melupakan Kayla yang butuh curahan kasih sayangnya. Terlebih malam itu turun hujan, Keenan selalu mematikan ponselnya ketika ia hendak bersenang-senang.
"Papa kamu nih kemana ya, dek. Kenapa dia jadi sering pulang larut malam?!" Arini merasa cemas menunggu karena Kayla menangis seharian tak disentuh oleh papanya.
Keenan dan Laura pun masuk ke dalam in the kost itu. Laura membuatkan teh hangat untuknya dan kini ia duduk di atas tikar.
"Minum Keenan!" ucap Laura.
"Makasih ya!" ucap Keenan, namun ia hanya berpura-pura meminumnya. Ia takut Laura memasukan sesuatu ke dalam minumannya.
Dia sangat tampan, seharusnya dia menghabiskan itu supaya aku bisa main dengannya malam ini..
Keenan pun tersenyum dan ditimpali senyuman juga oleh Laura.
"Laura?"
"Hum.."
Keenan menghampiri Laura yang tengah berdiri dan mengungkungnya ke dinding. Melumatt bibir bergincu merah itu dengan lembut. Laura merasa aneh seharusnya obat tidur dalam minumannya tadi sudah membuat Keenan tak sadarkan diri. Namun mengapa malah demikian.
Mereka beralih menjatuhkan diri di ranjang. Kini Laura berada diatas Keenan. Menciumi dengan penuh hasrat dan membuka pakaian yang Keenan kenakan. Laura makin terangsang saat tubuh kekar dihadapannya begitu menggoda matanya.
"Ayo sayang, puaskan aku malam ini!" ucap Laura dengan hasrat yang membuncah. Keenan pun memberikan teh yang Laura berikan padanya tadi. Dan Laura tak menyadarinya sehingga diminumnya teh itu hingga tandas.
"Apa yang terjadi, apa kamu memberikan tehmu padaku, Keenan?" tanya Laura yang tengah merasa pusing.
"Iya itu teh milikku. Apa rencana kamu, mau bikin aku pingsan, mau make aku sepuas hati kamu?" tanya Keenan.
"Bukannya itu yang kamu mau, pria brengsek! Kita ini sama-sama brengsek, jadi nggak perlu malu, bukan?"
"Hah iya, kita ini sepasang manusia ****** yang hendak menabur benih dimana-mana. Maaf aku harus kembali, anakku udah nungguin aku!" ujar Keenan kembali menggunakan pakaiannya lagi dan pergi begitu saja dari hadapan Laura.
"Dasar, dia menolak ku lagi. Apa tujuan dia sebenarnya, aish..memalukan!!" Laura kesal Keenan seperti plin plan karena ia terus membatalkan keinginannya. Tetap saja setelah puas berciuman. Keenan akan melenggang pergi begitu saja.
__ADS_1
********
Keenan kembali pulang malam ini, namun ternyata buah hatinya masih belum tidur padahal sudah larut malam.
"Keenan, kenapa kamu sering pulang larut malam. Kamu nggak membuat bakso untuk besok, nak? Pergi kemana kamu sebenarnya?" tanya Arini.
"Aku cari hiburan, Bu." jawab Keenan.
"Aku mau membuat bakso dulu untuk besok." Keenan kembali membuat baksonya dan mengingat kejadian bersama Laura. Seharusnya Keenan sudah menjamah tubuh Laura yang molek itu. Bahkan Keenan selalu membatalkan niatnya.
"Kenapa aku sulit melakukan itu, bukannya aku mau mencari lawan main untuk memuaskan diriku??"
"Apa karena Laura bukan wanita yang baik, atau aku harus mencari seorang gadis polos yang tentunya masih perawan dan lugu. Fiuh..." gumam Keenan seraya menyiapkan bakso untuk dijualnya besok.
Setelah selesai Keenan merebahkan diri di ranjang. Ia melihat Kayla dan mencium kening putrinya. Melihat Kayla yang masih begitu kecil, Keenan merasa kasihan. Ingin rasanya ia mencarikan ibu sambung untuk Kayla. Namun, rasanya sulit mencari yang cocok. Kriteria seperti apa yang Keenan butuhkan.
******
Pagi ini di warung bakso..
Keenan duduk di meja kasir dan melamun saja memikirkan Alya. Lalu seorang gadis mengejutkannya.
"Mas Keenan!!"
"Makan apa aja tadi?" tanya Keenan dengan senyuman.
"Mie ayam dua, es jeruk dua." jawab Nilam.
"30 ribu." ucap Keenan.
"Mas ini dari teman saya, dia malu mau ngasih." ujar Nilam memberikan Keenan coklat dengan pita warna pink.
"Makasih ya, sama teman kamu, hah..dikasih pita segala, sih!" Keenan tersenyum dengan mata sipitnya itu.
Mereka pun pergi, sedangkan tak lama datanglah Chelsea tapi bukan untuk makan mie ayam namun untuk minta pertolongan Keenan.
"Mas Keenan, bisa kita bicara?" tanya Chelsea.
"Ck, kamu lagi. Kamu ini paling berani ya bicara sama aku, yang lain aja pada malu-malu kucing, tapi kamu malah malu-maluin!" ucap Keenan.
"Kenapa, kamu mau mengatakan aku agresif, atau cewek usaha?" tanya Chelsea.
"Ada apa?" tanya Keenan.
__ADS_1
"Hari ini aku ulang tahun. Dan aku akan mentraktir temanku, hanya 10 orang kok, aku udah terlanjur janji. Aku akan melunasi saat gajian hehe.."
"Heh..kalau nggak punya uang nggak usah kebanyakan gaya, pakai acara mau traktir makan. Nggak bisa." ujar Keenan.
"Please mas! Bakso biasa aja, aku akan letakan ktp aku sebagai jaminan. Anggap aja ini balasan karena warung bakso Mas Keenan juga mulai dilirik kalangan luas sejak dilakukannya shooting kemarin, ya!" pinta Chelsea membuat kesepakatan.
"Ck, kenapa juga aku harus mengikuti keinginan kamu. Kesepakatan apa? Merugikan iya, bayaran kemarin seperti diskonan kalau kamu minta gratisan." ujar Keenan.
"Ayolah mas, aku akan ikutin semua keinginan mas Keenan kalau mas mau membantuku!" pinta Chelsea memaksa.
"Apapun?" tanya Keenan seraya menyunggingkan senyum.
"Iya, apapun."
Untung kamu ganteng, kalau nggak males banget bikin kesepakatan segala..
Chelsea membatin dan melayangkan senyuman semanis mungkin pada Keenan. Dan hari ini Chelsea berhasil mentraktir teman-temannya. Bukan Chelsea yang mentraktirnya tapi Keenan. Karena Chelsea tidak membayar dengan uang namun dengan kesepakatan yang belum jelas apa itu. Entah apa yang Keenan minta pada wanita urakan itu.
"Mas, kenapa lama-lama dia kayak jadiin warung bakso nih rumahnya sendiri. Masa' mas relain aja dia nggak bayar baksonya?" tanya Ardi.
"Dia bayar kok pakai cinta. Udah buatin aja 10 mangkuk, ya!" sahut Keenan.
"Jadi, akhirnya mas Keenan suka juga nih sama dia?" tanya Amir penasaran.
"Suka apanya, udah buatin aja baksonya, cepat!" sanggah Keenan dan disenyumi oleh Amir dan Ivan.
Tak lama kemudian ke sepuluh teman Chelsea datang dan memakan bakso yang dihidangkan anak buah Keenan. Mereka sangat menikmati baksonya dan setelah selesai makan, Chelsea hendak pergi. Namun Keenan menarik pakaian Chelsea.
"Hei, mau kemana? Ingat kan, barusan utang?" tanya Keenan. Lalu Chelsea menyingkirkan tangan Keenan dari pakaiannya.
"Iya, ingatlah!"
"Sore nanti ikut aku kerumah ya, aku mau kenalin sama Kayla!" ajak Keenan.
"Kayla, siapa?" tanya Chelsea.
"Kayla anakku. Kamu nggak perlu bayar dengan uang, tapi main lah nanti kerumahku!" jawaban Keenan diangguki oleh Chelsea.
Mau ngapain sih ngenalin ke anaknya segala, tapi yaudahlah yang penting dikasih gratisan haha..
"Oke, deal!" ucap Chelsea.
"Deal." dan mereka sepakat akan bersama menuju pulang nanti sehingga Chelsea pergi lagi ke kantornya.
__ADS_1