
Malam ini Keenan hendak pulang, ia kendarai motornya itu. Namun di tengah jalan ia melihat Chelsea yang tengah mengobrol dengan Haris. Keenan menatap mereka dengan sinis dan Chelsea melihatnya. Keenan tak ingin mengganggu mereka dan melajukan motornya lagi.
Namun ia melihat Laura yang tengah melakukan aksinya, tentunya berakting seolah hendak digoda lelaki. Melihatnya, Keenan tentu yang tak suka temannya dalam bahaya beranjak membantunya.
"Laura!" panggil Keenan.
"Keenan, tolong aku!" pinta Laura.
"Lihatlah, pasti mereka hidung belang yang mengincar kamu, karena pakaian nggak sopan kamu!" ucap Keenan.
"Ayo aku antar pulang!" Keenan hendak menggenggam tangan Laura dan membawanya naik ke motornya.
Namun satu tendangan melayang ke wajahnya, Keenan menahannya hingga hampir terjatuh. Tangannya mengepal kuat dan menatap dengan nyalang pada ketiga pemuda suruhan Laura itu. Saat salah satu dari mereka hendak menghampiri Laura, Keenan segera mendorong tubuhnya dan berkelahi dengan mereka. Melihat Keenan begitu melindunginya meski ia hanyalah wanita malam yang merasa tak berharga membuat Laura terharu.
Dan tak seperti dugaannya, Keenan membuat mereka terkapar dan memilih pergi meninggalkan pertarungan itu. Melihat darah menitik di sudut mulut Keenan, Laura merasa sangat bersalah.
"Ayo, kamu aku antar pulang! Apa kamu nggak bisa menghentikan pekerjaan kamu, kamu carilah pekerjaan halal daripada terus-terusan jadi santapan pria nakal! Inikah hidup yang kamu harapkan hah??" omel Keenan membuat Laura tak pelak memandang pria berparas tampan yang barusan mengomelinya itu.
"Kenapa kamu peduli sama aku, Keenan. Tapi kamu terluka." ujar Laura seraya menyentuh pipi Keenan dan menghapus darah yang menitik itu dengan tisu. Keenan menelan saliva ketika wanita malam yang cantik itu memberikan perhatiannya. Dan degup jantung Laura berdebar tak beraturan terlebih Keenan memberikan senyumannya.
"Naiklah ke motor, aku antar sampai kerumah kamu!" ajak Keenan kemudian naik ke motornya dan Laura sempat menolaknya karena ia merasa tak enak.
"Maaf Keenan, aku pulang sendiri aja!" sanggah Laura.
"Aku khawatir sama kamu, aku nggak mau kamu diganggu lagi sama mereka, bisa aja kan mereka ketemu kamu lagi dan mengganggu kamu!" ujaran Keenan membuat Laura mematung sesaat. Sesaat Laura pun akhirnya menyanggupi keinginan Keenan dan naik ke motornya.
Laura juga melingkari tangannya ke perut sixpack itu dan Keenan tersenyum.
"Kita jalan ya!" ujar Keenan kemudian ia nyalakan lagi motornya dan hal itu dilihat oleh orang suruhan Laura yang merasa aneh dengan Laura.
__ADS_1
"Apa Laura menyukai dia?" tanya Gepeng salah satu orang suruhan Laura tadi.
"Udah pasti suka, kamu lihat wajahnya ganteng kayak gitu!" ujar Riko.
"Udah kita cabut!" ujar Gepeng dan mereka pun meninggalkan tempat itu dalam keadaan babak belur.
Sementara di motor, Laura berkesempatan bertanya tentang siapa itu Keenan.
"Aku lihat kamu jago berkelahi, apa kamu pernah ikut kegiatan bela diri?" tanya Laura.
"Pernah sekali tapi itu hanya sebentar saat sekolah menengah pertama, selebihnya aku sering latihan sendiri dan melihat video di media sosial. Kenapa emangnya?" tanya Keenan.
"Tapi meskipun itu udah lama, kamu seperti masih menyimpan bekal itu hingga sekarang. Kamu masih hebat dan bisa melindungi aku, makasih ya!" ucap Keenan dan Keenan tak menimpalinya, ia hanya tersenyum dan melajukan motornya lagi ke kediaman Laura.
Setelah tiba, Laura pun turun dan Laura melihat luka Keenan namun Keenan tak ingin merepotkan Laura lebih jauh.
"Masuklah biar aku basuh luka kamu dengan air hangat!" ajak Laura seraya menarik tangan Keenan.
Usai mencium Keenan, Laura tersenyum dan meninggalkan Keenan masuk ke kost nya. Keenan pun memegangi mulutnya serasa tak percaya Laura berani menciumnya, namun ia sudah tak aneh. Wanita seperti Laura pasti sudah biasa melakukan hal itu pada setiap pria.
*******
Sementara Haris baru saja mengantar Chelsea dengan mobilnya setelah mengobrol santai tadi. Haris makin menyukai Chelsea sejak mereka makin dekat, Chelsea pun tersenyum dan keluar dari mobil Haris. Sebelum keluar Haris sempat mengungkapkan beberapa hal.
"Chelsea, mulai sekarang bisa kan kita jadi teman dekat?" tanya Haris seraya menggenggam tangan Chelsea.
"Maaf mas!" ucap Chelsea hendak melepas tangan Haris.
"Please!" pinta Haris sedangkan Chelsea mengangguk, ingin rasanya Haris menyatakan perasaan namun terlalu cepat rasanya. Ia tak ingin membuat Chelsea terkejut, ia akan pelan-pelan mencintai Chelsea dan menjadikan Chelsea wanita yang istimewa di hatinya.
__ADS_1
"Hati-hati ya mas, makasih udah mengantar aku!" ucap Chelsea dan ia pun keluar dari mobil Haris. Melambaikan tangan hingga mobil Haris berlalu pergi dari hadapan Chelsea.
Setelah membersihkan diri malam ini, Chelsea teringat Haris. Tak seperti Keenan diawal yang sempat saling cuek, bersama Haris mereka lebih cepat akrab dan nyaman.
"Apa yang Mas Haris rasain ya, kenapa rasanya dia jadi perhatian sama aku." monolog Chelsea seraya menyikat giginya dan membasuh wajahnya dengan air.
Haris sendiri teringat moment dimana ia menggenggam tangan Chelsea. Ia tersenyum dan merebahkan diri di ranjang setelah membersihkan dirinya.
"Chelsea, gadis belia itu benar-benar membuat hariku berwarna, tapi apa dia bisa membalas perasaanku nantinya, karena sepertinya dia udah lebih dulu menyukai tukang bakso itu." ungkap Haris harap-harap cemas.
*******
Keenan pun kembali kerumah, ia hendak melupakan apa yang sempat Laura lakukan padanya. Tampak Kayla belum tidur, akhir-akhir ini sepertinya bayi berusia 9 bulan itu sering menunggu papanya pulang jualan.
"Assalamualaikum!" ucap Keenan dan ke toilet sejenak dan menghampiri Arini dan Kayla di ruang tv. Arini melihatnya lagi ketika Keenan kembali terluka.
" Waallaikumsalam kamu berantem sama siapa lagi, nak? Melerai pelanggan lagi, alasan apa sekarang yang akan kamu berikan?" tanya Arini merasa ada yang Keenan sembunyikan darinya.
"Kenapa ibu tanya begitu?" tanya Keenan dengan senyuman.
"Kamu itu nggak pernah mau terbuka, kamu selalu menyimpan duka itu sendirian, ibu sempat melihat kamu menangis di kamar. Tapi sepertinya saat diluar kamu sok kuat sekali." ujar Arini yang begitu mengerti dirinya.
"Aku hanya rindu sama Alya, Bu. Sangat merindukan dia, kalau bukan karena kalian Kayla, ibu. Aku mungkin nggak sanggup lagi untuk bernapas, aku merasa begitu kesepian dan merana. Sekuat apapun aku berusaha melupakan semakin kuat perasaan rindu itu terasa," jelas Keenan, ia rasanya ingin meneteskan airmata. Namun ia tak pernah bisa menangis dihadapan ibunya, ia hanya mampu menangis saat sendirian. Ketika berkomunikasi dengan Tuhan.
Arini nampak sedih melihat putra sematawayangnya itu. Keenan lalu memberikan susu pada Kayla seraya menggodanya, Kayla nampak tersenyum karena candaan dari papanya. Keenan mengambil susu yang sudah Arini buatkan dan Keenan kembali menggendong gadis kecilnya itu.
"Anak papa yang paling cantik kok belum bobo, sekarang bobo sama papa ya, biar nenek istirahat, papa kangen banget seharian baru melihat Kayla. Bu, aku kekamar dulu ya!" ujar Keenan dan diangguki dengan senyuman oleh Arini.
Sebagai ibu yang melahirkan Keenan, Arini juga merasa terluka mengingat nasib putranya itu. Saat Keenan tengah meniduri Kayla seraya membacakan tiga surat pendek, Arini kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1
********
Mohon dukungannya yang mampir jangan lupa tinggalin jejak kalian, like koment dan vote kalian sangat berarti untukku makasih 😍...