Hasrat Mas Duda

Hasrat Mas Duda
Gagal Nembak


__ADS_3

Jika mengajak Kayla, Keenan akan pulang lebih awal karena ia merasa kasihan jika Kayla berlama-lama di warung bakso. Mengingat Chelsea akan datang, Keenan meletakan Kayla di car seat sedangkan dirinya memasak sesuatu di dapur, Sejak muda duda beranak satu itu emang membiasakan diri untuk memasak dan masakannya sangat enak.


Membuat mie ayam dan bakso dengan resep enak dan lezat juga ia lakukan dengan sendirinya lewat internet. Keenan membuatkan bubur untuk makan malam Kayla dan menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan Chelsea. Keenan pun mengirimkan pesan berharap Chelsea akan datang dan ia bisa menyatakan perasaan padanya.


Sementara Chelsea yang akan mendatangi kediaman Keenan berdandan serapi mungkin. Baru saja ia hendak menunggu bus, Haris sudah datang dengan mobilnya dan mengajak Chelsea.


"Chelsea, kamu jadi pergi. Ayo aku antar!" tawar Haris.


"Nggak Mas Haris, aku mau naik bus aja." sanggah Chelsea.


"Chelsea tunggu!" pinta Haris sehingga keluar dari mobilnya dan memegang tangan Chelsea. Chelsea menatap Haris dan perlahan Haris melepaskan tangan Chelsea.


"Maaf, pergilah!" ucap Haris kemudian beranjak pergi begitu saja dari hadapan Chelsea.


Chelsea sendiri tengah menaiki bus untuk sampai ke rumah Keenan. Entah kenapa ia jadi sangat menurut pada duda beranak satu itu, apa karena parasnya atau memang ia sangat bucin pada mas duda itu.


Setelah tiba di lokasi, Chelsea memastikan kalau benar rumah yang hendak didatanginya adalah rumah Keenan. Kebetulan Keenan juga membuka pintu. Dan ternyata, Chelsea sudah disambutnya dengan senyuman manis tak terbantahkan itu.


"Chelsea, masuk yuk!" ajak Keenan.


"Iya mas." sahut Chelsea sehingga kini mereka tengah tiba di ruang makan.


Mata Chelsea terbelalak ketika Keenan menyulap mejanya menjadi seperti romantic table. Sementara makanan sudah terhidang disana. Chelsea tersenyum kenapa hatinya merasa bahagia, apakah ada sesuatu yang Keenan rencanakan. Tak lama Keenan datang dengan menggendong Kayla dan mendudukkannya di baby chair.


Sementara duda itu, berdandan begitu rapi karena ini hari istimewanya. Entah Chelsea akan menerimanya atau tidak, ia hanya ingin mengutarakan perasaannya saat ini.


"Duduk Chelsea!" ucap Keenan.


"Ini maksudnya apa ya mas?" tanya Chelsea.


"Maaf ya, sedikit aneh. Dicicipi dulu hidangannya, Chelsea!" ucap Keenan sehingga Chelsea mengambil nasi untuk Keenan terlebih dahulu dan barulah untuknya.


"Kayaknya enak nih, Kayla mau makan nggak?" tanya Chelsea mengarah pada Kayla.


Chelsea dan Keenan pun mencicipi masakan buatan Keenan. Dan rasanya sangat enak,


"Gimana enak nggak?" tanya Keenan.


"Mantul mas, tapi maaf nih, dalam rangka apa ya masakin aku kayak gini. Apa hari ini mas lagi dapat rezeki?" tanya Chelsea.


"Em..anu,"

__ADS_1


Chelsea terlihat begitu feminim sehingga Keenan merasa tidak fokus, gadis yang biasanya cuek namun baru ia ketahui ternyata sebenarnya berdandan adalah hobi dari wanita berusia 23 tahun.


"Kamu cantik banget, bisa nggak, nggak usah dandan terlalu cantik?" pertanyaan Keenan membuat Chelsea berdebar lagi.



"Aku pikir karena aku mau ketemu mas Keenan, yaudah aku dandan begini, apa kurang cocok? Biar aku hapus aja ya!" Chelsea hendak menghapus riasannya karena ia jadi malu saat Keenan menyatakan hal itu.


"Eh nggak usah, maaf bukan gitu maksudku, aku nggak nyangka kamu begitu cantik saat main kerumahku, aku jadi makin su..." Keenan menghentikan ucapannya, ia merasa ragu untuk mengatakannya.


"Yaudah dimakan dulu, yuk! Keburu dingin, aku masak ini spesial untuk kamu," ucap Keenan dan yang membuatnya terkejut tiba-tiba Chelsea mencubit pelan pipi Keenan.


"Makasih ya, sweet banget sih hehe.." lalu melepasnya kembali dan mulai melahap masakan buatan Keenan. Keenan yang tak menyangka hanya tersenyum dengan perhatian kecil yang Chelsea tujukan padanya. Sekilas duda beranak satu memegangi pipinya. Dan kembali menatap Chelsea yang begitu cantik jelita. Ia bahkan seperti tak menyangka hingga menatap Chelsea dengan antusias.



"Kenapa sih mas Keenan?" tanya Chelsea.


"Ah nggak, yaudah dilanjut makannya." Keenan terus berkilah, rasanya seperti menemui Alya pertama kali. Saat itu ia juga terpesona dengan kecantikan Alya, padahal awalnya dirinya adalah playboy kelas kakap. Tapi ketika perkenalan singkat itu, Keenan hendak menjadikannya seorang istri.


Apakah hal yang sama akan terjadi kembali dan itu pada Chelsea. Namun tiba-tiba ia jadi mengurungkan niatnya, ia merasa belum tentu bisa setia menjalin kasih pada satu hati. Ia merasa payah karena terlalu takut kecewa sehingga enggan mencoba lagi.


"Aku minta maaf karena merepotkan kamu, setelah ini biar kuantar pulang, ya!" tiba-tiba Keenan membuat suasana jadi canggung.


"Siapa yang mau ngusir sih, kamu tau nggak kalau pikiran kamu senegatif itu, cowok jadi bete sama kamu." ujar Keenan.


"Lagian, aku udah dandan maksimal loh demi Mas Keenan, jadi.." Chelsea menghentikan ucapannya.


"Jadi apa, terusin dong, aku penasaran tau hehe.." Keenan malah meledek Chelsea hingga wajahnya memerah.


"Lupain, Mas Keenan tuh paling jago ya bikin orang salah tingkah," timpal Chelsea.


"Astaga gadis bawel ini, aku sejak tadi diam loh, makan sambil merhatiin kamu hehe.." ujar Keenan seraya tersenyum dan meneruskan makannya.


Mendengar ungkapan manis itu Chelsea hanya tersenyum dengan detak jantung yang berlomba dengan jarum jam.


Deg..deg..deg..


Chelsea bahkan tak pernah mengerti, lama-lama ia bisa kena serangan jantung bila setiap berada di dekat Keenan debaran jantungnya terus berlarian seperti itu. Keenan perlahan melihat jam, ia teringat stok daging sedang habis dan ia juga harus membuatnya menjadi bakso. Terlalu fokus membuat penyambutan untuk Chelsea, ia sampai melupakan harus menggiling dagingnya.


Keenan menghela napas dan terlihat guratan kecemasan dari wajahnya itu.

__ADS_1


"Ada apa mas?" tanya Chelsea.


"Aku teringat kalau hari ini mau giling daging jadi bakso. Aku antar kamu pulang ya!" jawaban Keenan membuat Chelsea berpikir lagi, meski malu namun sudah terlanjur dan kalau malu hanya akan lapar saja yang didapat. Jadilah ia menawarkan diri untuk menemani Keenan.


"Kayla siapa yang jaga?" tanya Chelsea hendak mencari alasan agar tetap bisa bersama Keenan. Keenan hanya tersenyum, Ia sudah paham maksud Chelsea.


Saat ini Chelsea ikut bersama Keenan ke pasar tradisional seraya menggendong Kayla. Chelsea sedikit ngeri ketika ia harus memegang besi belakang motor, seharusnya ia bisa memeluk perut Keenan saja.


"Chelsea, kamu baik-baik aja?" tanya Keenan dibalik helm fullfacenya.


"I-iyalah, kenapa mas Keenan tanya itu?" tanya Chelsea.


"Kamu pegangan aja, kamu kan bawa Kayla!" pinta Keenan.


"Pegangan??"


"Iya peluk aja aku!" sahut Keenan.


Perlahan tangan kanan Chelsea melingkari perut Keenan, sementara tangan kirinya selalu melingkar di gendongan terlebih Kayla tengah tertidur saat ini.


"Kayla tidur mas." ungkap Chelsea.


"Kayla memang selalu tertidur kalau berada dalam gendongan ibunya," ungkap Keenan namun dia lupa kalau yang sedang dibonceng saat ini adalah temannya bukan istrinya.


"Maaf, Chelsea." ucap Keenan.


"Nggak apa-apa mas, santai aja." ucap Chelsea dengan senyum penuh kebahagiaan. Ia merasa harinya sangat menyenangkan setelah biasanya hari-harinya boring karena selain masih sendiri, ia juga sudah lama tidak memiliki kekasih. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk pekerjaannya saja. Keenan segera melajukan motornya dan segera menuju ke pasar.


*******


Sementara itu, ternyata ada yang kurang kerjaan mengamati apa yang Chelsea dan Keenan lakukan. Sheila merasa kesal karena ia teringat saat seharusnya ia hendak mengunjungi Keenan malah ia lihat keromantisan yang Chelsea dan Keenan ciptakan saat makan bersama.


"Hah..Keenan, aku udah peringatkan kamu, kenapa kamu malah seenaknya!" keluh Sheila seraya menghela napas dan meneguk saliva kasar karena merasa sangat cemburu melihat Keenan dan Chelsea pergi bersama.


Sheila kembali masuk ke mobilnya, sebagai salah satu mantan yang pernah singgah di hati Keenan. Ia adalah wanita yang paling patah hati ketika teringat Keenan menikah dengan Alya. Jadi saat mengetahui Alya tiada, Kenapa masih saja saingan terus bermunculan, seharusnya ia pikir Keenan akan jadi miliknya.


Sheila kembali masuk ke mobilnya dan pergi berlalu dari kediaman Keenan.


*******


Hai semua jangan lupa mampir ya ke karya temanku kasih dukungannya juga berupa like koment dan vote

__ADS_1



__ADS_2