Hasrat Mas Duda

Hasrat Mas Duda
Dendam


__ADS_3

Malam ini Laura benar-benar melakukan ucapannya, Keenan yang baru pulang malam itu tiba-tiba tangannya dicekal oleh Laura ketika hendak menaiki motornya. Malam ini wanita malam itu juga memakai pakaian yang menggoda iman. Keenan mengusap wajahnya kasar, anak buahnya yang juga hendak pulang melihat Keenan namun Keenan meminta mereka agar pulang dengan memberi kode.


Kini hanya mereka saja, Keenan melihat tubuh molek Laura dari ujung kaki hingga ujung rambut. Kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Baju kamu kurang bahan, Laura!" tegas Keenan.


"Bukannya pria brengsek suka melihat wanita berpakaian seperti ini." ujar Laura.


"Maksud kamu?" Keenan sedikit meninggikan ucapannya. Lalu Laura mengangkat dagu Keenan dengan jari telunjuknya.


"Aku nggak akan macam-macam, antar aku pulang malam ini, aku menyukai kamu, Keenan!" ucap Laura.


"Aish, yaudah naiklah!" Keenan yang tak tega akhirnya mengantar Laura pulang. Antusias Laura menaiki motor itu dan langsung memeluk pinggul Keenan. Lalu Keenan memakai helmnya menyalakan motornya dan melajukan motornya seraya membonceng Laura.


Saat di motor Keenan hanya diam jadilah Laura merasa bosan. Laura juga makin erat memeluk perut sixpack itu. Tak lama mereka tiba di depan rumah Laura dan Laura pun turun dengan menarik tangan Keenan untuk masuk.


"Ayo Keenan, sekali aja!" ajak Laura.


"Nggak, aku pulang ya!" pamit Keenan seraya melepas tangan Laura yang mencekalnya.


"Kamu jangan munafik kenapa sih, aku tau kamu menahannya kan!" sanggah Laura.


"Maaf Laura, aku emang berhasrat bisa melakukan itu, tapi aku nggak mau lagi melakukan itu ke sembarang wanita. Aku seorang ayah, aku nggak mau membuat anakku malu!" kilah Keenan.


"Ck, awas kamu! Makasih udah nganterin aku!" Laura pun beranjak dan diangguki oleh Keenan.


Tak lama kemudian, Keenan kembali melajukan motornya menuju pulang. Laura berpikir apa ia harus benar-benar melakukannya. Laura masuk ke kost nya dan menatap sebuah foto, yang tak lain adalah foto Felix. Entah apa hubungan mereka yang ternyata mereka saling kenal. Sedari awal Laura sudah merencanakan terhitung ketika perkenalan mereka pertama kalinya.


Pagi ini, wanita itu mengunjungi Felix di penjara. Felix pun keluar dengan senyuman dan duduk di hadapan Laura. Ternyata mereka awalnya adalah sepasang kekasih, Laura begitu mencintai Felix dan rela melakukan apapun demi Felix. Meski Laura tau, Felix sudah mengkhianatinya.


"Gimana kabar kamu, Laura?" tanya Felix.


"Kurang baik, aku merasa apa aku begitu bodoh, udah dikhianati masih juga memperjuangkannya." jawab Laura dan disenyumi oleh Felix yang tengah diborgol itu.


"Kamu nggak bodoh sayang, kamu udah melakukan hal yang baik, kamu tau kan karena si bodoh itu, aku jadi mendekam disini, bukannya itu membuat kamu terluka?" tanya Felix seraya menyunggingkan senyum.


Laura masih enggan memandang pria yang amat dicintainya itu. Ia sangat rela berkorban apapun demi Felix, itu kenapa Felix hendak memanfaatkannya agar bisa membalas dendam pada Keenan yang sudah membuatnya mendekam di sel. Laura meneguk saliva kasar, perasaannya begitu sesak, namun ia sudah dibutakan oleh cinta.


"Kamu sendiri, gimana kabarmu?" tanya Laura.


"Aku merasa lebih baik karena kamu begitu perhatian sama aku. Dan bersedia membantu aku untuk menghancurkan si tukang bakso sialan itu." jawab Felix.

__ADS_1


Laura menunduk dan menghela napas, "Jadi apa yang harus aku lakuin?" tanya Laura.


Felix tersenyum dan mengatakan semua keinginannya. Laura pun mengangguk dan mengikuti apa yang Felix inginkan, demi membuat lelaki tak berperasaan itu senang.


Sementara setelah menggendong Kayla, Keenan kembali bersiap dan hendak berjualan lagi. Ia ragu jika meninggalkan Kayla, ia takut tiba-tiba Hendra datang mengambil Kayla darinya.


"Bu, jaga Kayla ya, aku takut kalau..." Keenan menghentikan ucapannya.


"Takut kenapa Keenan?"


"Aku takut kehilangan Kayla bu, sayang! Papa pergi dulu ya, sama nenek ya dirumah, jangan rewel dan makan yang banyak ya, supaya mama yang udah di surga bahagia melihat Kayla sehat!" pesan Keenan seraya mencium kedua pipi bayinya itu.


"Aamiin." dan diamini oleh Arini.


Setelah itu, Keenan beranjak lagi ke warung bakso. Setibanya disana Keenan segera bersiap untuk berjualan, seperti biasa sudah ada saja pelanggan yang mengantri makanya ia segera merampungkan membersihkan warungnya dan akhirnya pelanggan bisa masuk dan makan. Keenan segera membuatkan pesanan dibantu pelanggannya. Ia juga selalu menyambutnya dengan hangat dan senyuman.


Dan sudah lama Chelsea baru terlihat lagi makan di warungnya, Keenan pun menghidangkan bakso pesanan gadis urakan itu. Chelsea pun memegang tangan Keenan minta ditemani sejenak.


"Mas Keenan, ada yang mau aku tanyain!" pinta Chelsea.


Keenan mengangguk dan duduk di hadapan Chelsea. Chelsea sedikit ragu ketika pria yang membuat hatinya meleleh itu menatapnya dengan senyuman. Jantungnya tak bisa dikondisikan benar-benar aneh.


"Biasa aja sih ngelihatnya!" pinta Chelsea.



"Hum..soal kemarin, aku cuma mau tau. Apa Mas Keenan sedang ada masalah?" tanya Chelsea.


"Masalah?" Keenan sejenak mengingat dan ia teringat kemarin bertemu melihat Chelsea.


"Nggak ada, emang kenapa?" tanya Keenan dengan senyuman.


Ya ampun ini duda senyum mulu sih, jantung aku mau lepas ini lihat senyumannya aish..


Chelsea terlihat meringis dan Keenan pun merasa bingung dengan tingkahnya.


"Ada lagi nggak yang mau kamu tanyain, aku harus melayani pelanggan lagi?" tanya Keenan.


"Hum..nggak."


"Oh iya, dimana teman lelaki kamu?"

__ADS_1


"Siapa, Aldo?"


"Oh namanya Aldo, iya. Dan kemarin kamu sepertinya dekat sama Haris." ujar Keenan.


"Mas Keenan kenal Mas Haris?" tanya Chelsea dan Keenan mengangguk.


"Kemarin kami nggak sengaja ketemu, makan mas!" ucap Chelsea seraya menawari Keenan dan Keenan pun beranjak lagi untuk melayani pelanggannya.


Entah kenapa tapi rasanya Keenan kurang suka jika ada pria yang mendekati wanita yang hendak ia jadikan calon ibu sambung untuk anaknya. Namun, rasanya masih jauh, Keenan tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Chelsea pun merasa bingung namun ia kembali melahap bakso pesanannya dengan semangat. Sesekali Keenan memandang Chelsea namun ia menghela napas dan melupakan itu, ia masih takut kecewa ataupun dikecewakan. Karena rasanya sangat menyakitkan saat dikhianati.


Melihat kegelisahan Keenan, Ivan merasa perlu bertanya akan apa yang dirasakannya.


"Kenapa Mas, apa ada masalah?" tanya Ivan.


"Nggak ada." jawab Keenan singkat dengan senyuman dan meneruskan membuatkan es teh manis pesanan pelanggan. Sementara Ivan memandang Chelsea yang tengah makan.


*********


Sementara Laura tengah memandangi wajah cantiknya di cermin. Ia menyisiri rambut panjangnya dan menyunggingkan senyuman. Seperti yang sudah ia rencanakan malam nanti. Ia akan memberikan kenangan manis untuk Keenan.


"Maaf Keenan, demi Felix aku harus mengorbankan kamu." monolog Laura seraya melihat tampilan dirinya di cermin.


Tak lama, Laura mendapat telepon dari pelanggannya dan ia menyanggupi. Wanita malam itu sudah lama berkecimpung dalam lingkup prostitusi online. Sebenarnya Felix memutuskan hubungan karena tau profesinya namun Laura seperti tersihir dan tak bisa melupakan mantan kekasih yang begitu dipujanya itu. Sehingga ia rela melakukan apa saja demi Felix yang sudah berstatus sebagai napi itu.


Sementara Chelsea yang juga mulai menaruh hati pada Keenan makin tak karuan rasanya. Ini sih, ia benar-benar jatuh hati pada penjual bakso berparas tampan itu. Terlebih jika ia mengingat betapa Keenan begitu menyayangi Kayla dengan penuh kasih.


"Chel, ayo berangkat liputan!" ajak Aldo.


"Sama Elma aja ya, aku mau menyelesaikan artikel kemarin." sanggah Chelsea.


"Hum, sarapan bakso pagi ini?" tanya Aldo.


"Iya," jawab Chelsea dengan senyuman.


"Sarapan bakso lauk duda haha..Kayaknya nggak ada bosannya makan bakso, bae-bae kolesterol naik haha.." ujar Aldo seraya mendusel lengan Chelsea.


"Nggak bosan kalau kang baksonya kayak oppa Korea hahah.." kilah Chelsea.


"Jiah, jangan ngayal, fans nya dia banyak. Mana mau dia sama kamu, haha..ngimpi yaa.." ucap Aldo sehingga ia segera kabur meninggalkan Chelsea yang kesal.


"Resek banget!!" ucap Chelsea namun ia tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


*******


__ADS_2