
Keenan tengah sampai dirumah, ia sempat mampir ke minimarket membelikan susu untuk Kayla dan makanan ringan. Namun Arini menitipkan Kayla pada Keenan sejenak karena ia harus mengambil uang pensiunannya tiap bulan di kantor pos.
Jadi lah Keenan menemani Kayla dirumah, namun setelah tak lama Arini pergi terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Keenan pun membukanya, ia terkejut ketika salah satu mantannya datang dan memaksa masuk.
"Hai Keenan, aku masuk ya!" ucap Sheila.
"Sheila!" kejut Keenan.
"Kenapa ganteng, kamu kaget. Aku dengar, Alya meninggal ya? Itu berarti kita punya kesempatan untuk bersama lagi, kan?" tanya Sheila terus berjalan maju hingga menghimpit tubuh kekar Keenan ke dinding.
"Bisakah kamu jangan bersikap seperti ini?" tanya Keenan seraya menelan saliva.
Sheila pun menyentuh pipi Keenan menyusuri lehernya dan hendak melayangkan kecupan. Namun Keenan segera menghindarinya.
"Kamu mau minum apa biar aku buatkan?" tanya Keenan dan Sheila melengos karena Keenan menghindarinya, padahal Sheila hendak menciumnya.
"Apa ajalah. Hey, bukankah anak manis ini Kayla, cantiknya dia. Wajahnya mirip dengan kamu!" ujar Sheila lantas menggendong Kayla. Namun Keenan mengambilnya dari pelukan Sheila.
"Kenapa kamu seperti ini, Keenan. Aku hanya mau menggendongnya?" tanya Sheila seraya memeluk perut Keenan dari belakang.
"Lepasin aku Sheila, aku harus menggendong Kayla. Sebaiknya tamu duduk manis aja, aku akan buatkan teh." ujar Keenan.
"Fiuh, baiklah." keluh Sheila kemudian duduk di sofa menunggu Keenan membuatkan teh.
Keenan membuat teh seraya menggendong Kayla. Sheila bahkan tak mengizinkan Sheila menggendongnya. Tak lama Keenan datang dan meletakan teh hangat di meja.
"Silakan diminum!" ucap Keenan.
"Makasih Keenan." ucap Sheila.
"Kayla masih kecil Keenan, bukannya dia butuh ibu sambung. Kamu nggak ingin menikah lagi?" tanya Sheila.
"Alya belum sebulan meninggal, aku belum memikirkan soal ibu sambung." jawab Keenan.
"Kapan kamu akan memikirkannya, aku nggak mau kamu dimiliki orang lain lagi Keenan, aku akan menerima status kamu,"
Iya, Sheila adalah salah satu mantan Keenan yang gencar mendekati Keenan. Sheila sangat tergila-gila pada Keenan hingga terkadang Keenan ngeri sendiri. Namun entah kenapa Kayla seperti tak nyaman jika papanya berada di dekat Sheila. Bayi kecil itu terus menangis karena merasa kurang nyaman.
"Apa yang terjadi, kenapa dia terus menangis, Keenan?" tanya Sheila.
"Nggak tau, aku akan membuatkan susu, aku tinggal sebentar ya!" sanggah Keenan dan hendak membuatkan Kayla susu agar dia terdiam.
__ADS_1
Setelah Keenan membuatkannya, Keenan pun memberikannya pada Kayla sehingga Kayla merasa tenang dan perlahan mulai terlelap. Keenan melakukan itu seraya menimang Kayla. Sheila merasa Keenan begitu telaten merawat anak sematawayangnya itu.
"Warung bakso gimana, kamu masih berjualan bakso?" tanya Sheila.
"Masih, cuma itu sumber mata pencarianku. Jadi aku akan terus memajukan usahaku," jawab Keenan.
"Kamu pandai juga merawat Kayla, dia begitu nyaman berada dalam dekapan kamu." ucap Sheila.
"Iya, aku tidur kan Kayla sebentar di kamar, ya!" ucap Keenan dan diangguki oleh Sheila. Sementara Keenan masuk ke kamar nya dan meniduri Kayla.
"Hot Daddy haha..sejak jadi duda. Sepertinya dia makin ganteng aja," ucap Sheila nampak bernafsuu melihat mas duda tampan itu. Tak lama kemudian Keenan pun keluar dari kamar dan duduk di dekat Sheila.
"Kamu telaten Keenan, kalau kamu butuh ibu sambung, ingatlah aku, ya!" bahkan Sheila menawarkan dirinya dengan sukarela.
"Nggak tau Sheila, diminum tehnya." ucap Keenan dan Sheila meminum tehnya kemudian berpamitan.
"Aku pulang dulu, Keenan. Aku mau mengurus pekerjaanku," pamit Sheila seraya mencium pipi Keenan. Sehingga tertinggal cap bibir di pipi Keenan.
Keenan mematung sesaat ketika kecupan itu mendarat sempurna di pipinya. Kemudian Sheila tersenyum dan meninggalkannya.
"Aku pergi, sayang! Lain kali aku main lagi, awas ya kalau kamu mesra-mesraan sama yang lain. Akulah yang pantas menggantikan Alya, kamu cuma milikku, Keenan!" ungkap Sheila yang posesif. Keenan hanya menimpali dengan senyuman dan anggukan agar Sheila senang.
"Keenan, maaf ya! Ibu lama ya?" tanya Arini.
"Nggak bu, Kayla juga tidur setelah minum susu. Aku ke warung dulu bu, kalau ibu butuh sesuatu langsung hubungi aku, ya!"
"Tunggu Keenan, apa tadi ada yang kesini?" tanya Arini.
"Eng..iya bu. Sheila." jawab Keenan.
"Dia mencium kamu, ya?" tanya Arini sehingga Keenan terbelalak.
"Darimana ibu tau?" tanya Keenan.
"Itu ada cap bibir di pipimu!" Keenan menelan saliva dan mengambil tisu untuk menghapus bekas kecupan dari Sheila.
"Aish, harusnya dia pakai matte lipstik supaya nggak meninggalkan bekas kayak gini, untung ibu melihatnya. Aku bahkan nggak memikirkan untuk melihatnya di cermin." ujar Keenan kemudian melihat Kayla di kamarnya dan menciumnya.
"Cepat sembuh ya kesayangan papa, papa mau kerja lagi!" ucap Keenan berpamitan dengan Kayla.
Keenan memakai jaketnya lagi dan hendak menaiki motornya. Setelah Keenan pergi, Arini berharap Keenan bisa menjaga dirinya dengan baik supaya ia tak salah memilih istri sekaligus ibu sambung untuk cucunya itu.
__ADS_1
******
Sementara itu, Chelsea nampak menunggu Keenan di depan warung bakso. Chelsea berniat akan melunasi hutang nya. Saat tiba, Chelsea menyambut Keenan dan Keenan duduk di dekatnya.
"Nih Mas, aku mau bayar utang kemarin." Chelsea menyodorkan uang 150 ribu untuk membayar bakso.
"Ambil aja uangnya, aku ikhlas." Keenan menolak.
"Tapi kan ini utang mas," sanggah Chelsea lalu memberikan uang itu ke tangan Keenan.
"Emangnya siapa yang minta kamu bayar bakso itu dengan uang. Aku kan kemarin minta kamu datang menemui anakku!" ujar Keenan.
"Ambil kembali uang ini dan pulanglah! Aku sibuk!" titah Keenan. Namun saat Keenan hendak beranjak, Chelsea meraih tangan Keenan dan menggenggamnya.
"Aku belum bisa menemui anak kamu, Mas. Aku banyak pekerjaan, setidaknya ambilah uang ini!" pinta Chelsea.
Keenan memandangi tangan Chelsea dan mengambil uangnya. Chelsea senang karena Keenan mau menerimanya. Keenan mengambilkan teh botol dan memberikannya pada Chelsea.
"Minumlah!" ujar Keenan.
"Makasih mas ganteng hihi..tau aja kalau aku haus," ucap Chelsea dan menyesap teh botol itu.
Keenan pun beranjak dan membuatkan semangkuk bakso untuk Chelsea. Ia membawa Chelsea masuk dan memintanya duduk untuk makan.
"Makanlah!"
"Tapi kan aku nggak pesan bakso, mas!" kilah Chelsea.
"Gratis, makanlah!" ucap Keenan kemudian membantu anak buahnya membuatkan bakso dan mie ayam untuk pelanggan. Chelsea tersenyum dan memakan bakso dari pria yang membuatnya jatuh hati itu.
"Makasih ganteng!" ucap Chelsea pelan kemudian menikmati bakso itu dengan senyuman.
Keenan kembali membuatkan bakso membantu anak buahnya. Sesekali Keenan melirik Chelsea dan memberikan senyuman itu. Chelsea merasa berbunga-bunga dan menghabiskan bakso itu hingga tandas.
"Beneran ini mah Mas Keenan demen ama tuh cewek, nah itu dikasih gratisan, Van." bisik Amir pada Ivan.
"Biarin aja sih, nanti kamu disemprot mas Keenan kalau denger!" ujar Amir.
"Iyalah!" sanggah Ivan kemudian meletakan bakso pesanan pelanggan ke mejanya.
*******
__ADS_1