
Selamat Membaca.
..............
Setelah puas memikirkan jalan selanjutnya. Rey langsung menjumpai Sya yang masih tertidur lelap. Rey memandangi wajah cantik sya berkali kali.
"Ugghhh" lengguh Sya.
Sya membuka matanya perlahan dan mengerjabkan berkali kali. Sya ingat jika ini bukan kamarnya. Tapi kamar seseorang yang telah menanamkan benih dirahimnya.
Sorot mata Sya tertuju pada pria yang sedang menatapnya lurus kearahnya sedikit senyuman dan keangkuhan membalutnya menjadi satu.
Sya menarik penutup tubuh polosnya dengan pelan tapi sayang. Selimut itu tertahan . Sehingga Sya kesulitan untuk menariknya kembali.
Terbitlah senyuman simpul di wajah cantik Sya . Tubuh Rey semakin dekat dan mendekati Sya. Tapi Sya beringsut mundur tapi sayang tubuh Sya tertumbur dinding.
Sya menatap lekat kewajah Rey dengan seksama.
"Kau mau apa?" lirih Sya.
"Masih bertanya aku mau apa" .
"Kenapa mendekat?" tanya Sya lagi.
"Lalu?" Sya gemetaran dan tertunduk.
Tubuh Rey masih berjalan mendekati Sya.
"Berfikirlah kenapa aku mendekatimu sekarang" ucap Rey menahan gairah kembali. Rey tak tahan melihat Sya masih keadaan polos. Dan membangkitkan sesuatu yang tak perlu dibangkitkan. Malah membuat semakin tak karuan.
Akhirnya Rey memberanikan diri untuk memulai lagi. Begitu pun dengan Sya. Tak bisa mengendalikan dirinya dengan baik.
__ADS_1
Ditempat lain.
Mark dan keluarga besarnya sudah sepakat untuk tetap melakukan acara pertunangan Mark putranya dengan gadis dari kalangan konglomerat yang sudah menjadi calon besan tuan Abraham.
Tuan Abraham sangat senang akan acara pertunangan nanti . karena satu bulan dari acara pertunangan. Acara pernikahan akan segera di gelar oleh keluarga besar mereka.
Setelah satu jam.
"Aku ingin kau jujur Sya tentang kehamilan ini" tunjuk Rey tepat di perut Sya.
"Deggggg" jantung Sya berdegup kencang dan Sya menelan kasar ludahnya berkali kali.
"Jawab Sya?" pinta Rey tulus.
"Akuu..uuu" Suara Sya terbata bata.
" Jawablah dengan jujur " mohon Rey.
" Apa?" desak Rey.
"Dengarkan aku baik baik Rey. Aku bukan perempuan yang baik. Dan anak yang aku kandung ini bisa jadi bukan milikmu tapi milik" .
Rey bangkit menatap wajah Sya yang masih tertunduk lesu.
"jelaskan padaku. Dengan siapa kau bercinta selain aku" bentak Rey.
Rey bagai disambar petir mendengar pengakuan Sya barusan tadi. Hatinya hancur seketika.
" Aku...!!" lirih Sya.
" Pergi dari sini dan tinggalkan aku" Rey bangkit membiarkan Sya memunguti bajunya satu persatu dan
__ADS_1
Blammmmm. Pintu ditutup kasar oleh Sya . Sya tak sempat membersihkan dirinya terlebih dahulu. Sehingga sisa sisa percintaan itu masih menggenang di segitiganya .
Didalam kamar Rey menghancurkan seluruh ruangan tempat dimana dirinya bercinta dengan Sya barusan. Rey tak menyangka jika Sya tega bercinta dengan pria lain selain dirinya.
Rey kecewa. Padahal Rey tidak tahu jika benih yang dikandung Sya Adalah seratus persen benih dirinya.
Tapi Sya tetap Sya yang dulu. Jujur tanpa menutupi segalanya.
Sya berjalan terus menuju kearah rumahnya. Sya tak memperdulikan lagi janin yang ada dirahimnya itu.
Sya pun mengalami kekecewaan yang sama seperti yang dialamai Rey. Sya tak menyangka jika Rey bisa sekejam itu padanya dan mengusir dirinya .
Tapi Sya tak mau membohongi Rey. Demi memulai hubungan yang baru.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku.
Blurb
Setelah sama-sama merasakan sakit hati yang paling dalam, Bima dan Renata menata hati mereka, sampai akhirnya, Renata dan Bima kembali menemukan kebahagiaan bersama pasangannya masing-masing.
Namun, takdir ternyata kembali mempertemukan mereka dalam situasi yang sama-sama sulit.
Lalu, akankah takdir kembali berpihak pada mereka setelah mereka berdua sama-sama merasa kehilangan?
Yuk, kepoin kisah Bima dan Renata. Seperti biasanya, jangan lupa sedia tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang.
__ADS_1