
Selamat Membaca
...........
"Sya" tegur Mama Yanti . Sya yang sedang membereskan barang barangnya terkejut melihat kedatangan mama Yanti yang terbilang tiba tiba.
"Ya" sahut Sya langsung kesumber suara.
"Sudah mau pulang ya?" tanya basa basi Mama Yanti. Mama Yanti tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
Mama Yanti melihat sekilas cucunya didalam box bayi yang tertidur pulas.
"Iya . Tante" jawab Sya.
"Sini tante bantu membereskannya" .Mama Yanti membantu sya yang sedang membereskan barang barangnya .
Barang sudah rapi dan siap di bawa.
"Aduh.. Sini gendong nenek dulu" Mama Yanti mengambil bayi menggemaskan itu kedalam pelukannya.
"Sya" panggil mama Yanti lagi.
"Gimana kalau sementara tinggal dirumah tante aja. Gimana mau gak?" ajak mama Yanti.
"Ehm" Sya berfikir keras. Sya tak tahu harus menjawab apa. Yang dia permasalahkan adalah Rey yang juga ada dirumah itu. Sya takut jika Rey tak menerima dirinya berada dirumah itu.
"Gimana?" tanya mama Yanti lagi.
"Ehm".
Lima menit kemudian.
__ADS_1
"Ya .. Sya untuk sementara tinggal dirumah mama dulu" ucap langsung Rey yang tiba tiba masuk kedalam ruangan Sya.
Rey sudah tahu jika bayi yang dilahirkan Sya adalah benih darinya.
Tak dipungkiri Rey sangat bahagia. Jika benih pria yang diakui Sya telah tidur dengannya tidak jadi. Rey malas mengingat pria itu yang diketahuinya adalah mantan suami Sya sendiri.
Rey malu untuk itu. Karena telah meniduri wanita yang notabenenya adalah istri orang.
"Tapi?" cicit Sya.
"Tidak usah tapi tapian. Aku setuju jika bayi mengemaskan ini tinggal dirumahku" ucap Rey sambil melirik mamanya sekilas. Dan Mama Yanti mengetahui itu.
"Tinggallah dirumah ku Sya. Itu adalah hak anak kita. Aku adalah ayahnya. Sewajarnya jika Anakku tinggal dirumahnya sendiri" bathin Rey.
Sya terdiam.
Setelah semua siap. Sya langsung digiring mama Yanti masuk kemobil mereka dan langsung membelah jalanan kota disiang hari.
Sya berjalan pelan karena mengingat jahitan yang masih basah. Bayi menggemaskan itu sudah mendarat dipelukan ayahnya .
Sya langsung dibawa kekamarnya . Yang telah disiapkan satu jam sebelum kedatangan Sya kerumah itu.
Kamar yang di sudah disulap menjadi kamar baby girl. Lengkap dengan keperluan bayi .
"Ayo cepat masuk" ajak mama Yanti. Mama yanti menyuruh Sya duduk dulu dan istirahat .
Sya menuruti ajakan mama Yanti.
Sya berbaring diranjang itu. Sedangkan mama Yanti membiarkan Rey dan Sya diruangan itu berdua.
Sya memperhatikan Rey yang lagi mengendong putrinya.
__ADS_1
"Sya kita harus bicara" kata Rey.
"Untuk apa?" tanya Sya heran.
Rey meletakkan bayinya kedalam box . Dan mulai berjalan kearah Sya. Sya terdiam dan gugup. sehingga membuat wajah sya memerah karena kegugupan itu
"Mari kita menikah" .
"Apa?" .
"Kita menikah. Agar anak kita ada status yang jelas" ucap serius Rey sambil memegang tangan Sya.
"Tapi?" jawab Sya ragu ragu.
"Lihat aku Sya" Dan Sya langsung menatap Rey dengan lekat.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku.
Blurb.
Nasib sial harus dialami Sabhira Irani karena rem vespa-nya blong, gadis itu tidak sengaja menabrak mobil mewah milik Barun Praya.
Disaat yang bersamaan, pria itu sedang kacau karena saham perusahaan anjlok akibat rumor kalau dirinya seorang 'homo'. Tanpa berpikir panjang, Barun mengambil kesempatan dengan memberi Sabhira pilihan.
"Menikah denganku atau mengganti rugi kerusakan mobil sebesar satu milyar?"
__ADS_1
Manakah yang akan dipilih Sabhira?