
Selamat Membaca
..............
Beberapa bulan ini Sya sangat menderita sekali karena kehamilannya ini. Tubuh Sya mendadak lemah dan tidak bertenaga. Sya tak pernah mengeluh dan selalu tersenyum yang terbit dr sudut bibirnya.
Sya mengelus perut buncitnya dengan pelan.
"Tarima kasih ya sayang sudah hadir di dikehidupan mama tapi.. Maaf mama tidak bisa memberikan kamu hidup layak. Mama tidak ada penghasilan tetap " tangis Sya.
Tadi pagi Sya memanen beberapa hasil kebunnya yang sudah siap panen. Mengumpulkan menjadi satu tapi. Tiba tiba perut Sya keram . Kaki Sya pun sakit karena tidak bisa bergerak bebas.
Akhirnya Sya memutuskan beristirahat dulu di kamarnya .dengan berbaring dan mengelus perut buncitnya yang sudah sangat membesar.
Dihari ini kandungan Sya sudah menginjak tepat 7 bulan. Bayi didalam rahimnya sudah sangat aktif. Sya tak bisa lagi menyembunyikan perut besarnya tersebut. Apa lagi mulut tetangganya yang dibilang ember. Oceh sana sini.
Tak banyak orang sudah mengetahui perihal kehamilan Sya. Tapi sayang belum terdengar sampai ditelingga keluarga mantan suaminya.
Sya pasrah bila mereka mengetahuinya.
Beberapa bulan yang lalu. Sya memantapkan hatinya untuk menjual rumah peninggalan kedua orang tuanya. Beberapa orang sudah hilir mudik menanyai harga deal penjualan rumah tersebut.
__ADS_1
Rumah yang sangat strategis dipinggir jalan raya dan tanah yang luas. Membuat banyak konglomerat berbondong bondong bernegosiasi demi mendapatkan lahan bagus untuk usaha mereka.
Sya sengaja mematok harga tinggi agar tak merugi saat rumah itu terjual. Dan Sya sendiri bisa membeli rumah sederhana untuk dia dan juga anaknya kelak.
Tapi belum ada satupun yang berhasil bernegosiasi dengan dirinya. Sya merasa prustasi karena dua bulan lagi kelahiran anak pertamanya. Sedangkan tabungan Sya sudah terkuras habis.
Sya sudah kehabisan muka karena tetangga didekat rumahnya yang tak pernah habis mengejek karena kehamilannya.
Maka dari itu Sya bertekat menjual rumahnya demi keluar dari belenggu kehidupan susah yang melanda dirinya.
Tepatnya dihari ini. Pernikahan mantan suaminya digelar secara mewah dan terkesan privasi . Tak bisa sembarang masuk kedalam acara tersebut. Kecuali yang memang memiliki undangan resmi dari keluarga konglomerat itu.
Disebuah kamar mewah.
Hari ini Mark akan mengikrarkan janji suci lagi menjelang pernikahannya dengan wanita lain yang tak dia cintai.
"Jika masih ada kesempatan. Aku akan tetap memilih Sya menjadi istriku. Dan takkan aku lepas lagi" bathin Mark.
Tapi kali ini Mark harus berpasrah pada nasib malangnya. Karena hari ini. Dia akan mengikat janji suci yang bukan pilihannya.
Beberapa kali pintu diketuk dari luar. Tak juga menyadarkan Mark dari lamunannya. Itu yang di inginkan Mark. Mengulur waktu. Supaya pernikahan ini adalah bentuk paksaan bukan murni dari dalam hatinya.
__ADS_1
Akhirnya Mark mengalah dengan takdir. Akhirnya Mark turun dan menuju posesi akad nikah . Demi mengikat janji sehidup sematinya untuk sekali lagi dengan wanita yang berbeda.
.
.
Mampir yuk dikarya temanku
Blurb.
Warning!!
Cerita ini bukan untuk anak di bawah umur, berisi adegan baper dan kebucinan yang hakiki.
***
"Lepaskan aku, Bangs*t! Aku tidak tahu apa yang kamu maksud!"
"Lepaskan? Jangan harap! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian adikku!"
__ADS_1
Lyla tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia diculik tanpa tahu sebab yang sebenarnya. Dituduh menjadi penyebab kematian adik seorang laki-laki asing yang bahkan baru saja dia lihat.
Apa yang akan terjadi kepada Lyla. Dapatkan dia meyakinkan penculik dan bebas? Atau ....