Hasrat Suami Keduaku

Hasrat Suami Keduaku
Rashel Queen Wesley


__ADS_3

Selamat Membaca


.............


Sya mengenggam tangan mama Yanti kuat sekali. Sehingga menimbulkan kemerahan di lengan nenek sang anak.


Mama Yanti terharu sekali melihat dan mendengar Sya berkali kali menahan rasa sakit saat akan menuju pembukaan keseluruhan.


"Kamu kuat ya sayang . Kamu pasti bisa" mama Yanti memberi Sya semangat agar kuat menjalani persalinan sebentar lagi.


Ibu bidan sedang mengecek jalan lahir Sya .


"Pembukaannya sebentar lagi sempurna dede bayinya udah turun . Kayaknya udah siap keluar. ibu Alicia jangan kemana mana lagi ya tetap di disini" .


Sya bukan tak mendengar tapi karena sakit yang terlalu membuatnya kurang bertenaga hanya untuk menjawab.


Ditempat lain.


Setelah membeli beberapa kain dan keperluan bayi. Rey langsung bergegas kembali lagi kerumah sakit. Sepanjang jalan Rey tampak khawatir dengan keadaan Sya .


Terlintas difikiran Rey saat pertama kali bercinta dengan Sya. Mengecap manis suruh tubuh Sya yang membuat Rey merasa candu untuk setiap saat mengulanginya.


Tapi saat Rey berfikir dengan perkataan Sya beberapa bulan yang lalu. Membuat Rey meringis tak jelas.


Rey menganggap Sya adalah wanita murahan. Bisa bisanya Sya mau tidur dengan laki laki lain selain dirinya .


Tak ingin larut dalam penyesalan. Rey menyudahi itu semua. Toh semuanya belum terbukti.


Mobil mewah Rey telah sampai di pelataran rumah sakit. Rey langsung menuju ruang bersalin dimana sebelumnya Rey berada disana. Saat akan masuk keruang bersalin.


"Maaf tuan dilarang masuk. Biar nyonya Yanti yang menemani nona Alicia bersalin. Silahkan tunggu di ruangan tunggu saja" tunjuk perawat ruang bersalin tadi.


Rey yang membawa keperluan tadi. Mau tidak mau harus masuk kedalam ruang bersalin. Masa bodoh fikir Rey. Toh ini rumah sakit miliknya.

__ADS_1


Rey langsung masuk kedalam ruang bersalin.


Rey tertegun melihat Sya berjuang melahirkan. Suara jeritan yang tertahan. Dan sakitnya sampai menusuk tulang. Sya yang menangis berkali kali terlihat sembab di mata indahnya . Itu senmua tak luput dari pandangannya .


Rey menyaksikan itu semua. Tanpa di sadarinya . Air matanya menetes. Saat bayi mungil itu telah lahir.


"Oekkk...oekkkk.oooekkk" bayi berjenis perempuan telah lahir dengan berat 4.2 kg panjang 52 cm . Berkulit putih . Berhidung mancung.


Mama yanti melihat bayi Sya merasa bahagia sekali. Padahal itu memang cucunya kandungnya sendiri.


"Mirip Rey waktu lahir" bathin mama Yanti.


"Jangan..jangan".


"Aku harus selidiki semuanya" .


Setelah kelahiran bayi Sya. Rey langsung keluar ruangan. Sebelumnya Rey memberikan perlengkapan bayi itu pada suster di pos jaga ruang bersalin.


Rey duduk ditaman. Dengan segelas kopi hangat tanpa gula.


"Dokter Ryan?" panggil mama Yanti.


Dokter itu pun menoleh kesumber suara.


"Bisa kita bicara sebentar. Ada yang mau saya katakan pada anda" ucap mama Yanti.


"Mari nyonya kita langsung keruangan saya saja" ajak dokter Ryan.


Saat sampai diruangan. Dokter Ryan langsung mempersilahkan istri dari pemilik rumah sakit ini.


"Maaf nyonya apa yang bisa saya bantu" langsung dokter Ryan.


Mama Yanti terdiam

__ADS_1


"Kau tahukan Dokter Ryan selama suamiku masih hidup . Aku tak pernah menggunakan kekuasaanku atas semua yang ada disini. Tapi kali ini kau harus membantuku" tegas mama Yanti.


Dokter Ryan terdiam. Memang betul fikir Dokter Ryan. Selama ini. Nyonya Yanti memang tak pernah banyak ikut campur tentang milik tuannya.


"Langsung saja nyonya" .


Mama Yanti langsung mengutarakan niatnya.


"Aku mau hasilnya besok dan semuanya harus sampai ketanganku dan kau jangan pernah memberi tahu orang lain tentang ini" ancam mama Yanti.


"Baik nyonya" patuh Dokter Ryan.


"Bagus. Saya permisi Dokter Ryan" pamit mama Yanti.


Disepanjang koridor jalan. Mama yanti berkecamuk didalam fikirannya.


"Kalau semua itu benar . Awas saja kau Reynaldy" geram mama Yanti.


Mama Yanti langsung menuju ruang perawatan Sya.


.


.


Mampir yuk dikarya temanku.



Blurb.


Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.


Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.

__ADS_1


Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.


__ADS_2